Robben: “Seharusnya Puyol Dikartu Merah”
July 12, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Arjen Robben juga melontarkan kekesalannya pada keputusan wast Howard Webb. Ia mengatakan bahwa Carles Puyol seharusnya menjadi pemain pertama yang dikeluarkan oleh Webb.
Robben kesal dengan keputusan wasit Webb yang memimpin laga final di Soccer City, Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Ia menilai Puyol seharusnya yang mendapat kartu merah lebih dulu dari wasit asal Inggris itu.
Bek Spanyol itu telah mendapatkan kartu kuning saat babak pertama. Namun Robben mengeluh karena Puyol melakukan pelanggaran kepada dirinya saat melewatinya dan hal itu nyaris membuahkan gol bagi Belanda.
Meski demikian usaha Robben masih dapat digagalkan Iker Casillas. “Saat saya mendapatkan kesempatan kedua wasit seharusnya memberikan kami tendangan bebas dan Puyol (kedua) kartu kuning,” ujarnya seperti dilansir Reuters.
Robben pun beralasan bahwa dia tidak mendapatkan teman sehingga peluang tersebut gagal menjadi gol. “Saya tidak dapat terus bergerak begitu juga kiper mereka terlalu dekat,” ungkapnya.
Robben memang sempat mendapatkan kritikan karena aksi divingnya setelah mengalahkan Brasil di perempatfinal. Namun di laga final ini Robben mencoba meyakinkan wasit bahwa dia telah dilanggar.
“Sebagai pemain, Anda selalu ingin melanjutkannya dan terutama 10 menit sebelum pertandingan final Piala Dunia berakhir ketika Anda sudah mendekati tujuan,” tambahnya.
Meski Cedera, Arjen Robben Optimis Akan Berangkat ke Afsel
June 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Akibat cedera saat menghadapi Hongaria, peluang Arjen Robben masuk timnas Belanda ke Piala Dunia 2010 jadi tidak jelas. Walau begitu, Robben optimistis bakal berangkat.
Di penghujung pertandingan Belanda kontra Hongaria di Amsterdam Arena, Sabtu (5/6/2010), Robben tumbang. Dari pemeriksaan, ada sobek di otot hamstring kaki kiri gelandang Bayern Muenchen itu.
Di tengah waktu yang mepet, Robben langsung menjalani terapi untuk penyembuhan cederanya itu. Setelah menjalani terapi pertama dengan terapis Dick van Toorn, keyakinan Robben tumbuh.
“Ya, saya senang. Saya punya satu kesempatan dan saya akan mengambilnya,” ungkap Robben kepada Sky Sports.
“Saya menjalani empat kali perawatan pagi ini dan satu lagi siang ini. Saya dirawat setiap hari, dimulai pukul 7.30 pagi. Saya harus berlatih sendiri di luar masa perawatan itu agar otot saya kuat,” imbuh dia.
Dengan Piala Dunia 2010 tinggal menghitung hari, tidak ada yang bisa memastikan apakah Robben bakal terbang ke Afrika Selatan untuk berpartisipasi atau tidak. Akan tetapi Robben yakin ia akan ikut.
“Saya tidak tahu perawatannya akan berlangsung tiga hari atau sepekan. Sulit mengatakan seberapa cepat penyembuhannya tapi kami akan melakukan semua yang bisa dilakukan,” tukas Robben.
“Saya sangat percaya diri dan hampir yakin kalau saya akan terbang ke Afrika Selatan,” tandas gelandang berusia 25 tahun itu.
Arjen Robben Tak Ingin Inter Bertahan
May 19, 2010 by Administrator · Leave a Comment
MUNICH Laga Bola – Arjen Robben benar-benar tak sabar melakoni partai puncak Liga Champions, akhir pekan nanti. Bintang Bayern Munich ini berharap sang rival, Inter Milan, tidak menerapkan pola permainan bertahan. Ya, Sabtu (22/5/2010), salah satu laga terpanas Eropa siap digelar di markas Real Madrid, Santiago Bernabeu. Dua gelar domestik yang telah digasak Bayern dan Inter menjadi taruhan, guna membuktikan siapa yang layak menyandang tim terbaik di Benua Biru.
Dapat dibayangkan, laga antara jawara Jerman dan raksasa Italia pasti berlangsung sengit. Robben pun sangat mengidamkan tontonan menarik yang menyuguhkan adu serangan kedua tim.
“Saya tidak berharap Inter akan bertahan seperti yang mereka lakukan saat melawan Barcelona di semifinal,” ujar pemain berkebangsaan Belanda.
“Kami harus menyuguhkan permainan kami sesungguhnya. Kami tidak bisa merubah taktik dan kami menerapkannya di seluruh laga sepanjang musim. Itulah sebabnya kami bisa mencapai final,” tandasnya.
“Suatu hari, Anda memang harus sedikit beruntung. Tapi tentunya, Anda harus tampil tajam di depan gawang dan kesempatan yang datang harus dimanfaatkan,” tutup mantan bintang Real Madrid.
Gol Dari Olic ‘Hidupkan’ Bayern
April 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Manchester Laga Bola – Bayern Munich sempat nyaris “dikubur” Manchester United di Old Trafford. Berkat kerja keras dan keyakinan, malah Bayern yang kemudian menjungkalkan ‘Setan Merah’ lewat gol Ivica Olic dan Arjen Robben. MU tampil “kesetanan” pada menit-menit awal pertandingan di Old Trafford, Kamis (8/4/2010) dinihari WIB. Baru tujuh menit pertandingan berjalan, Darron Gibson dan Nani sudah bikin skor jadi 2-0.
Tuan rumah tampaknya akan melenggang ke semifinal setelah Nani bikin gol lagi pada menit 41 untuk membuat skor jadi 3-0 dan agregat 4-2 atas Bayern. Namun, kenyataannya tak demikian.
“Saat kami ketinggalan 0-3 saya pikir ini akan jadi malam yang sulit. Tapi 3-0 sama saja dengan (selisih agregat) 2-0. Kami harus bikin gol,” tegas Robben.
Hanya berselang sekian menit dari gol Nani, Olic menjebol gawang Edwin van der Sar untuk menipiskan ketinggalan dan membangkitkan harapan Bayern. Die Roten semakin di atas angin setelah Rafael menerima kartu kuning kedua dan MU harus main minus satu pemain.
“Gol dari Olic memberi kami keyakinan bahwa kami masih bisa melaju. Kami harus jujur. Mereka tim yang lebih baik di awal pertandingan, (ditambah lagi) dengan atmosfernya,” aku Robben.
Sedari titik itulah Bayern gantian pegang kendali permainan. Serangan demi serangan dilancarkan sampai kemudian sebuah bola dari tendangan penjuru pojok hasil sepakan Franck Ribery diteruskan Robben ke dalam gawang MU. Bayern lolos kendati kalah 2-3.
“Aku tahu bahwa Franck melihatku. Aku tahu bola akan diarahkan kepadaku. Aku mencoba tenang. Anda bisa menggunakan teknik atau tenaga. Aku mencoba pakai teknik. Itu berhasil,” terang si pemain Belanda.
Van Gaal Membalas Tudingan Fergie
April 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Manchester Laga bola – Sir Alex Ferguson boleh meradang dan berkilah apa saja usai Manchester United disingkirkan Bayern Munich. Untuk Louis van Gaal, itu cuma omongan orang kalah belaka. Usaha MU menjejak final untuk kali ketiga beruntun dikandaskan Bayern. Pada leg kedua di Old Trafford, ‘Setan Merah’ hanya bisa menang 2-3 dan mencatat agregat 4-4 sehingga out akibat aturan gol tandang.
Atas kegagalan tersebut, Fergie menyesalkan kartu merah yang diterima Rafael di awal babak kedua sehingga MU harus main dengan sepuluh pemain di sisa waktu –yang pada prosesnya membuat Arjen Robben bikin gol untuk memastikan lolosnya Bayern. Selain itu, sang manajer asal Skotlandia juga disebut Sporting Life meragukan kans Bayern lolos jika seandainya MU bermain dengan 11 pemain. Fergie kabarnya juga melempar klaim bahwa para pemain Bayern sengaja mengincar kaki Rooney yang cedera.
“Saya kira di Inggris biasa memperlihatkan sikap sportif. Saya sudah dituding dengan tiga komentar. Bukan ini yang saya sebut fair play,” cetus Van Gaal.
Mengenai tuduhan bahwa para pemain Bayern sudah “membuat” wasit mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Rafael, Van Gaal menyebut bahwa itu adalah salah si pemain Brasil sendiri.
“Saya tak setuju dengan opini Sir Alex. Pengendalian diri adalah aspek dari pemain sepakbola profesional. Setiap pemain harus tahu tugasnya.”
“Jika Anda sudah dapat satu kartu kuning, yang kedua berarti kartu merah. Setiap pemain harusnya tahu dan pelanggaran itu layak dapat kartu kuning. Adalah si pemain itu yang melakukan pelanggaran,” urai Van Gaal.
Atas komentar Fergie bahwa Bayern takkan bisa lolos jika saja Rafael tak dikartu merah, Van Gaal pun menukas dengan enteng. “Kita takkan pernah tahu karena laga ini takkan dimainkan lagi. Memang mudah bilang apa pun setelah kalah,” cibir si Meneer.
Cedera, Arjen Robben Sulit Untuk Tampil
March 29, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Munich Laga Bola – Bayern Munich mendapat kabar kurang menyenangkan dalam persiapannya menghadapi Manchester United di leg 1 perempatfinal Liga Champions. Pasalnya, Arjen Robben sulit untuk bermain. Robben mengalami cedera saat membela Bayern menghadapi VfB Stuttgart di Bundesliga, Sabtu (27/3/2010). Dalam pertandingan yang dimenangi Stuttgart itu, Robben tampil selama 42 menit di babak kedua.
Pelatih Bayern Louis van Gaal menyimpan Robben di bangku cadangan agar ia fit menghadapi MU. Tapi buruknya performa starter Bayern membuat Van Gaal memainkan Robben di babak kedua. Robben kemudian mengalami cedera di menit 87. FC Hollywood dipaksa untuk tidak menarik Robben yang terpincang-pincang di sisa waktu yang ada karena mereka telah memakai tiga jatah pergantian.
Bayern berharap besar Robben dapat ditampilkan saat menjamu MU di Allianz Arena, Rabu (31/3) dinihari WIB. Pasalnya, peran Robben dalam menggalang serangan Bayern sangat signifikan.
“Kami berharap dia (Robben) bisa bermain, tapi kami tak yakin. Departemen medis kami berbuat sebisanya untuk membuat dia fit,” kata seorang juru bicara Bayern seperti dikutip The Sun.
“Departemen medis telah memberikan suntikan (penahan rasa sakit) dan kita akan lihat apa perbedaan yang bisa dihasilkan,” lanjut sang jubir.
Sejak diangkut dari Real Madrid di awal musim, Robben menjelma menjadi motor lapangan tengah Bayern bersama Franck Ribery. Sayap asal Belanda itu telah menyumbangkan 10 gol dan lima assist untuk Bayern di Bundesliga saja.
Analisis Delapan Grup Liga Champions
September 14, 2009 by admin · 2 Comments
Jakarta lagabola – Liga Champions musim 2009/2010 dimulai pekan ini, dibuka dengan 16 pertandingan di hari Selasa dan Rabu malam. Berikut ini analisis singkat tentang peta kekuatan di delapan grup, seperti disarikan dari Reuters:
Grup A: Bayern Munich, Juventus, Girondins Bordeaux, Maccabi Haifa
Bayern dan Juve memiliki nasib berbeda di awal musim kompetisi domestik. Bayern baru menang dua kali dari lima pertandingan, sedangkan Juve, diinspirasi pemain baru Diego, telah memenangi tiga laga pertamanya.
Kedatangan Arjen Robben di Munich semesitnya memberi dorongan besar untuk juara Eropa 2001 itu. Namun, di bawah pelati Laurent Blanc, Bordeaux yang berstatus juara Prancis bisa menjadi ganjalan buat dua tim raksasa tersebut.
Grup B: Manchester United, CSKA Moskow, Besiktas, Wolfsburg
Rekor tak terkalahkan dalam 25 pertandingan Liga Champions milik Manchester United diakhir Barcelona di laga final musim lalu. Tapi mereka masih punya rekor tak terkalahkan di Old Trafford sejak 2007.
Akan menarik untuk mengetahui pengaruh hilangnya Cristiano Ronaldo dari skuad ‘Setan Merah’. Lawatan ke Rusia dan Turki bukanlah perjalanan yang mudah. Juara Jerman yang mengejutkan, Wolfsburg, juga tak bisa dipandang sebelah mata walaupun baru kali ini mengikuti Liga Champions.
Grup C: AC Milan, Real Madrid, Olimpique Marseille, FC Zurich
Ekspektasi sangat tinggi untuk Real Madrid gara-gara biaya 250 juta euro untuk memborong antara lain Ronaldo, Karim Benzema, dan Xabi Alonso. Plus Kaka, pertemuan Madrid versus Milan akan menjadi sebuah atraksi ekstra.
Real kalah di babak 16 besar dalam lima musim terakhir, tapi mereka punya motivasi lebih untuk menapak level lebih tinggi karena partai puncak sudah diagendakan di kandang mereka, Santiago Bernabeu, di bulan Mei 2010.
Grup D: Chelsea, FC Porto, Atletico Madrid, APOEL Nicosia
Carlo Ancelotti dari Chelsea sedang mencoba menjadi pelatih kedua setelah Ottmar Hitzfeld yang memenangi Liga Champions dengan dua klub berbeda. Ia sukses memenangkan Milan di tahun 2003 dan 2007.
Porto sudah tujuh musim beruntun masuk putaran grup, dan hyanya satu kali gagal lolos ke fase knockout. Atletico Madrid kembali berjuang di turnamen ini, setelah tahun lalu terhenti di babak 16 besar saat kalah gol tandang dari Porto.
Grup E: Liverpool, Lyon, Fiorentina, Debrecen
Liverpool, juara 2005, sepertinya butuh spirit Eropa yang kuat setelah menuai hasil naik-turun di awal performanya di Liga Inggris.
Lyon selalu lolos dari fase grup dalam enam musim terakhir, sedangkan Fiorentina mengincar level itu yang pertama sejak 1999/2000. Debrecen melakukan debutnya di babak grup dan menjadi tim Hongaria pertama yang masuk selama lebih dari satu dekade.
Grup F: Barcelona, Inter Milan, Dinamo Kiev, Rubin Kazan
Barcelona sang juara bertahan dan Inter bertukar penyerang di musim ini. Sejauh ini Zlatan Ibrahimovic dan Samuel Eto’o telah menunjukkan performa yang menjadikan di klub barunya masing-masing.
Eto’o mencetak gol pembuka dalam dua kemenangan terakhir Barca di final Liga Champions (2006 dan 2009), sementara Inter belum pernah memenangi kompetisi top Eropa ini sejak 1965. Andriy Shevchenko akan kembali bermain di Liga Champions dengan klub lamanya, Dinamo Kiev.
Rubin Kazan? Debutan yang bahkan baru satu kali menjuarai Liga Rusia (di tahun 2008).
Grup G: Sevilla, Rangers, VfB Stuttgart, Unirea Urziceni
Sevilla, Rangers, Sevilla boleh dibilang memiki kekuatan berimbang sebagai tim kelas dua di kancah Eropa. Unirea Urziceni memang anak bawang dan baru pertama kali tampil di ajang ini. Namun mereka punya pelatih yang punya pengalaman bermain di turnamen ini bersama Chelsea: Dan Petrescu.
Grup H: Arsenal, AZ Alkmaar, Olympiakos Pireus, Standard Liege
Arsenal masih gusar dengan skorsing dua pertandingan untuk Eduardo da Silva gara-gara diving di pertandingan kualifikasi melawan Celtic. Mereka akan mengawali kiprahnya dengan menghadapi juara Belgia Standard Liege, setelah dua kali kalah berturut-turut dari Manchester United dan Manchester City di Premier League.
Juara Yunani Olimpiakos untuk kali ke-11 berturut-turut masuk babak grup, sedangkan AZ Alkmaar adalah salah satu dari delapan tim debutan Liga Champions di musim ini. Mereka musim lalu memenangi Liga Belanda di bawah asuhan pelatih Louis van Gaal, yang kini sudah pindah ke Bayern Munich.
* Dua tim teratas masing-masing grup lolos ke fase sistem gugur, dan tim peringkat tiga akan masuk babak 32 besar Europa League.
Jelang Juventus VS Bayern Munich
September 14, 2009 by admin · Leave a Comment
Lagabola – Juventus dan Bayern Munich adalah dua raja di kompetisi domestik masing-masing. Kini, dua raja lokal itu harus saling sikut untuk beradu kualitas di ranah Eropa. Bayern adalah raja Bundesliga dengan koleksi 21 gelar. Sementara itu Juventus merupakan penguasa Seri A dengan 27 trofi.
Kini, kedua raja lokal itu harus saling bersaing untuk membuktikan bahwa mereka juga bisa menjadi raja di Liga Champions. Juve dan Bayern tergabung dalam satu grup, bersama Bordeaux dan Maccabi Haifa. “Dari hasil undian, kami mendapatkan grup yang bisa kami kendalikan. Tapi, kondisinya juga bisa berubah menjadi sangat buruk. Kami harus menjalani setiap laga dengan benar,” demikian tukas kiper Juventus Gianluigi Buffon seperti dilansir dari situs resmi klub.
Bila merunut pada Liga Champions, prestasi FC Hollywood lebih baik daripada La Vecchia Signora . Tim asal Jerman empat kali juara, sedang wakil Italia baru dua kali. Ada pun kedua tim sama-sama mencatat tujuh kali penampilan di laga puncak. Kedua tim kini memiliki nyawa permainan baru. Diego Ribas di kubu Juve dan Arjen Robben di sisi Bayern.
“Bayern merupakan klub besar dengan sejarah yang luar biasa, dan yang terpenting mereka memiliki hasrat untuk selalu meraih kemajuan,” seru Robben seperti dilansir dari Soccernet. Di Liga Champions musim 2004/05, Juve dan Bayern juga berada dalam satu grup. Ketika itu tim Zebra sukses menjadi juara grup dengan poin 16, unggul enam poin dari tim asal Bavaria. Ada pun petualangan kedua tim sama-sama berakhir di perempatfinal. Jadi, siapakah satu dari dua raja lokal itu yang akan memperpanjang kekuasaannya di Liga Champions?


