Rahasia Suksesnya Lionel Messi
April 13, 2011 by Hollow Man · Leave a Comment
Laga Bola - Apa rahasia sukses Lionel Messi hingga menjadi seorang pemain tenar seperti sekarang? Jawabannya simple. Ia hanya berusaha bermain layaknya seorang anak kecil, dan selalu berusaha menghindari cedera.
Menurut kariernya, di usianya yang masih belia Messi sudah menunjukkan bakat dan talenta brilliannya dalam mengolah si kulit bundar. Bomber yang besar di Akademi Barcelona, La Masia itu menjelaskan tidak pernah merubah bentuk permainannya selama bertahun-tahun. Bahkan, Messi mengaku tidak memiliki trik khusus saat mentas di lapangan hijau
“Saya berharap tidak pernah mengalami cedera dan saya melakukan segala sesuatunya sesuai naluri saya. Saya hanya bermain seperti anak kecil,” kata Messi dalam sebuah wawancara di Goal, Rabu (13/4/2011).
“Saya selalu berpikir mengenai diri saya sendiri. Anda harus ingat, sepakbola permain untuk bersenang-senang dan Anda bermain untuk itu. Saya tidak merencanakan dan mengantisipasi permainan saya,” aku Messi yang tidak memiliki gambaran pasti apa yang dilakukannya saat memasuki lapangan.
Dan Messi kembali memberikan sumbangsih besarnya saat Barcelona menghadapi Shakthar Donestk di babak perempatfinal LIga Champions saat dirinya mencetak gol tunggal untuk memastikan langkah El-Barca menuju semifinal kompetisi antar klub elit di Eropa itu musim ini.
Massa Segel Kantor PSSI
February 23, 2011 by Hollow Man · Leave a Comment
Laga Bola – Massa pecinta sepakbola yang tergabung dalam Aliansi Suporter Indonesia (ASI) menyegel Kantor PSSI di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Perwakilan massa menggembok pintu masuk yang biasa ditempati Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan kawan-kawan.
Penyegelan dilakukan oleh empat orang yang dua orang merupakan anggota Boromania dan dua lainnya dari Semarang, Jawa Tengah. Mereka menyegel pintu masuk Kantor PSSI dengan rantai dan gembok, Rabu (23/2/2011), saat melakukan mereka juga membentangkan spanduk besar berwarna putih.
Spanduk yang dibentangkan tersebut bertuliskan, “Gedung Rezim Mafia Bola – Judi – Korupssi Disegel oleh Masyarakat Sepakbola Indoneia “, “Revolusi Merah Putih”.
Hingga kini tidak satu pun pengurus PSSI yang bersedia menjumpai demonstran untuk berdialog. Para pecinta sepakbola sendiri akan terus melakukan aksinya hingga Nurdin Halid meletakkan jabatannya.
Hengkang dari ISL, Berkah Buat Persijap Jepara
January 3, 2011 by Hollow Man · Leave a Comment
Laga Bola – Hengkangnya tiga kontestan Indonesia Super League (ISL) ke kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) menjadi berkah buat Persijap Jepara. Mereka adalah PSM Makassar, Persema, dan Persibo Bojonegoro. Sebab, dua tiket degradasi dan satu tempat playoff musim ini sudah tertutup oleh ketiga tim yang mundur tersebut. Sehingga, meskipun akhirnya Persijap hanya berstatus juru kunci di klasemen akhir musim nanti, tetap berpeluang kembali ke ISL melalui playoff.
Di papan klasemen, Persijap juga mendapat berkah dari peristiwa tersebut. Jika sebelumnya tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut menduduki peringkat ke-12, maka saat ini Evaldo Silva dkk terdongkrak ke posisi sepuluh.
”Mundurnya PSM, Persema, dan Persibo akan mengubah peta kompetisi. Sebab, PSM dan Persema merupakan tim-tim kuat. Selain itu, Persibo juga tidak bisa dipandang remeh,” kata asisten.
Dia mengungkapkan, situasi ini membuat timnya berani kembali bertekad mewujudkan target yang telah dicanangkan di awal musim, yakni menembus lima besar di akhir kompetisi. Maklum, target tersebut sempat hanya akan menjadi formalitas belaka. Ini berkaca pada hasil buruk yang dialami Persijap di serangkaian laga perdana.
Bahkan, PSM dan Persema merupakan tim yang telah mempermalukan Persijap. Pada pertandingan perdana musim ini, PSM membantai Persijap di Gelora Bumi Kartini Jepara dengan kemenangan 1-0. Sedangkan, saat Persijap bertamu di kandang Persema, harus pulang dengan kekalahan 0-2.
”Pelatih kepala (Suimin Diharja) terus memotivasi para pemain untuk tampil maksimal di setiap pertandingan. Bang Imin bertekad membawa tim ini lebih baik dari musim lalu. Setidaknya, peringkat di klasemen akhir semakin mendekati lima besar,” imbuhnya.
Anjar mengakui mewujudkan keinginan tersebut tidak semuah membalikkan telapak tangan. Seluruh pemain harus bekerja keras menggapainya. Mengingat, tim-tim lainnya juga memiliki ambisi yang sama.
Saat ini, para pemain terus mengasah diri menjelang tur Jatim ke kandang Deltras Sidoarjo pada (12/1) dan Persela tiga hari kemudian. Serangkaian program telah disusun Suimin Diharja. Sejatinya, Persijap harus bertandang terlebih dahulu melawan tuan rumah Sriwijaya FC dan Persib pada (5 dan 8/1) lusa.
Akan tetapi, karena PT Liga Indonesia mengundurkan jadawal, maka konsentrasi Persijap sekarang adalah pertandingan versus Deltras. Sedianya, laga versus tuan rumah Sriwijaya dan Persib akan digelar pada 5 serta 8 Januari mendatang. Akan tetapi pihak Liga Indonesia merevisi jadwal menjadi 16 dan 23 Februari mendatang.
Tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut tidak ingin, ”kebiasaan buruk” PSSI ini akan berpengaruh pada mental bertanding para pemain yang pada akhirnya membuat atmosfir kompetisi menjadi hilang. Sebagai antisipasi, Persijap akan menggelar uji coba melawan Persiku, tim Divisi Utama dari Kudus. Pertandingan tim bertetangga ini rencananya dihelat di Stadion Wergu Kudus pada 5 Januari depan.
LPI Tetap Membutuhkan Proses
December 31, 2010 by Hollow Man · Leave a Comment
Laga Bola – Jangan berharap Liga Primer Indonesia akan langsung menjadi kompetisi ideal di awal kelahirannya ini. Sebagai sebuah produk baru, prosesnya bahkan bisa sampai “berdarah-darah” dulu.
LPI diambang bergulir sebagai sebuah kompetisi alternatif dari yang selama ini diputar langsung oleh PSSI, termasuk Indonesian Super League (ISL). Menurut pendirinya, LPI dibentuk dengan misi memperbaiki kompetisi sebagai syarat mutlak perbaikan kualitas sepakbola nasional.
“Tentu saja langkah di musim pertama ini takkan smooth (mulus). Pasti ada banyak masalah yang dihadapi. Misalnya jadwal pertandingan, karena banyak klub berbagi stadion dengan yang bermain di ISL atau Divisi Utama. Perpindahan home base juga mungkin saja terjadi,” demikian tutur M. Kusnaeni, CEO Bandung FC, salah satu klub kontestan LPI.
“Mencapai kemandirian itu butuh proses, termasuk dari klub peserta. Klub-klub plat merah, misalnya, selama ini terbiasa dengan pola pikir anggaran (pemerintah daerah). Dana mereka sudah disediakan, tapi belum terbiasa untuk memikirkan orientasi mencari profit yang semestinya, dari potensi mereka sendiri. Kami pun begitu, akan belajar,” sambungnya.
Klub-klub peserta LPI dijamin bebas dari dana APBD. Di awal musim mereka diberi modal oleh LPI untuk secara bertahap bisa memulai melangkah menuju kemandirian yang penuh. Saat ini di Indonesia baru ada tiga klub yang mandiri penuh, yaitu Arema FC, Persib Bandung, dan Pelita Jaya.
“Jika masyarakat berharap LPI langsung menjadi sempurna, itu tidak realistis, karena kami baru memulai proses. Tapi kami mengharapkan dukungan positif dari semua kalangan, termasuk masyarakat dan pers,” timpal General Manager LPI, Arya Abhiseka.
Kusnaeni atau yang biasa disapa Bung Kus menggarisbawahi, misi LPI adalah untuk menciptakan sebuah kompetisi yang lebih baik, sehat, dan mandiri, meskipun perjalanannya tidak akan mudah.
“Jangan dibayangkan kalau LPI langsung sempurna, melebihi ISL sekalipun. Prosesnya pasti akan bleeding (berdarah-darah). Tapi LPI punya tekad menuju kompetisi yang profesional, mandiri, dengan menjunjung fair play.
“Piala AFF kemarin sebagusnya menjadi titik tolak ke arah yang lebih baik. Potensi sepakbola kita sudah terbukti ada dan membanggakan. Performa timnas yang bagus itu semestinya bisa ditularkan ke tingkat kompetisi dengan penyelenggaraan yang bersih, mandiri dan profesional,” pungkasnya.
Ronaldinho Dipastikan Hengkang dari Milan
December 31, 2010 by Hollow Man · Leave a Comment
Laga Bola – Teka-teki nasib Ronaldinho di AC Milan terjawab sudah. Wakil presiden klub Adriano Galliani memastikan mantan pemain Paris Saint Germain tersebut akan hengkang dari San Siro pada Januari mendatang. Galliani mengaku sudah berbicara dengan agen sang pemain, Roberto De Assis. Dari situ muncul kesepakatan tentang pemutusan kerjasama kedua belah pihak.
“Kami sepakat menyudahi kerja sama. Ronaldinho akan meninggalkan Milan bulan depan. Sekarang dia sudah tak punya hasrat berlatih karena merasa bukan lagi menjadi bagian dari proyek,” ujar Galliani.
Mengenai kemana Ronaldinho akan melangkah selanjutnya, Galliani juga tidak tahu pasti. Pria berkepala plontos hanya mengatakan kalau Rossoneri bakal menerima tawaran terbesar.
“Dia saat ini tengah kembali ke Brasil untuk kemudian dijual. Kemana? Kami akan menerima tawaran terbesar,” cetusnya.
Ronaldinho sendiri bergabung dengan Il Diavolo Rosso sejak 2008 silam dari Barcelona. Ketika itu harga transfernya mencapai 18,5 juta euro. Diyakini ketidakbetahan pemain asal Brasil tersebut semakin menjadi-jadi setelah klub memutuskan menampung Antonio Cassano.
“Garuda” The Spesialis Runner-up
December 29, 2010 by Hollow Man · Leave a Comment
Laga Bola – Indonesia kembali gagal mewujudkan mimpinya untuk menjadi raja sepakbola Asia Tenggara. Untuk kali keempat, pasukan ‘Merah Putih’ harus puas jadi penghuni kursi runner-up. Kegagalan terakhir terjadi akibat Indonesia kalah 2-4 dalam dua kali final AFF Suzuki Cup 2010 di tangan Malaysia. Kalah 0-3 di kandang lawan, pasukan Alfred Riedl cuma bisa menang 2-1 di Jakarta.
Hasil ini mengakhiri kiprah menjanjikan Indonesia yang selalu menang dalam tiga laga penyisihan grup dan dua kali semifinal. Kekalahan yang terlalu telak di Bukit Jalil gagal dibalas dengan setimpal.
Kegagalan ini mengulangi apa yang terjadi pada tiga kali final yang berhasil dijejak Indonesia sebelumnya.
Indonesia pertama kali masuk final saat ajang ini masih bernama Piala Tiger tahun 2000. Saat itu, tim Indonesia berhasil melaju ke partai puncak namun di sana mereka kalah 1-4 dari Thailand.
Dua tahun berselang, Indonesia kembali maju ke final. Kali ini, kembali Thailand yang menghentikan tim ‘Garuda’ dengan skor 4-2 di adu penalti setelah dalam 120 menit permainan berbagi skor 2-2.
Final terakhir Indonesia dijejak pada tahun 2004. Bermain dalam dua final secara kandang dan tandang, dua kali pula Indonesia dibuat bertekuk lutut, masing-masing dengan skor 1-3 dan 1-2 dari Singapura.
Tahun ini, Indonesia menyimpan asa untuk mematahkan kutukan tiga final itu dengan tampil meyakinkan hingga semifinal. Namun kekalahan 0-3 di kandang Malaysia membuat kemenangan 2-1 di Jakarta menjadi tak cukup bermakna.
Disiplin, Kunci Kekuatan Timnas ‘Merah Putih’
December 22, 2010 by Hollow Man · Leave a Comment
Laga Bola – Timnas Indonesia belum terkalahkan hingga laga semifinal. Penampilan Cristian Gonzales bahkan bisa disebut tanpa cela karena selalu menang di setiap pertandingan. Disiplin pemain menjadi kuncinya. Setidaknya itulah pendapat Pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann saat meninjau langsung latihan tim Garuda di lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Rabu (22/12/2010).
Selain disiplin, performa apik para pemain kunci Indonesia juga turut mempengaruhi kemenangan tim.
“Kekuatan tim nasional saat ini adalah disiplin. Beberapa pemain juga lagi on fire. Yang bisa saya bilang itu Bustomi (Ahmad Bustomi), Firman (Firman Utina), dan Cristian Gonzales,” kata Timo.
Tidak hanya ketiga pemain di atas, Timo juga menilai Bambang Pamungkas ikut berpengaruh pada tim. Meski sering dibangkucadangkan, Bepe tak mempersoalkan itu.
“Dia punya karakter bagus. Ketika dipinggirkan dia tidak masalah,” sambungnya.
Riedl Masih Dalami Kekuatan Malaysia Jelang Final Piala AFF
December 22, 2010 by Hollow Man · 1 Comment
Laga Bola – Kemenangan telak atas fase Malaysia di fase grup tidak bikin kewaspadaan Pelatih Indonesia Alfred Riedl mengendur. Ia tetap melakukan persiapan sebagaimana menghadapi lawan baru. Indonesia berhasil menggunduli Malaysia dengan skor 5-1 di fase grup Piala AFF 2010. Kini kedua tim kembali dihadapkan di babak final.
Dengan pengetahuan yang didapat dari pertemuan sebelumnya, Indonesia mestinya sudah cukup mengenal gaya Malaysia. Tapi Riedl tak mau lengah, terlebih karena di semifinal Malaysia sudah sukses menyingkirkan salah satu tim tangguh, Vietnam.
“Kita masih harus evaluasi lagi nanti. Saya sendiri masih harus memotong-motong video mereka saat melawan Vietnam. Sekitar 20-30 menit baru nanti kita tahu siapa saja pemain-pemain pentingnya,” papar Riedl.
Atas dasar kehati-hatian itu pula Riedl tak mau menyepelekan satu pun pemain Malaysia. Maka saat ditanya siapa pemain paling berbahaya dari tim lawan ia hanya menukas, “Saya tidak tahu. Mereka punya 11 pemain dan itu yang penting.”
Komentar serupa ia lontarkan ketika ditanyakan mengenai lini depan Malaysia. “Penyerang selalu berbahaya. Saya pikir No.9 dan No.10 itu memang bagus. Kami menghormati mereka tapi tidak takut,” tegas Riedl.




