Penulisan Bahasa Inggris Surat FIFA untuk PSSI Dinilai Buruk

January 15, 2011 by Administrator · 1 Comment 

Laga Bola – Surat ancaman hukuman FIFA yang dikirimkan kepada PSSI, terkait kontroversi munculnya kompetisi Liga Primer Indonesia, dinilai aneh karena banyak kesalahan dari aspek tata bahasa Inggris.

Seperti diketahui, pada hari Kamis (13/1/2011) lalu PSSI menggelar konferensi pers bersama Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk memberitahukan bahwa FIFA telah mengirim sebuah surat melalui faksimili ke sekretariat PSSI. Disebutkan bahwa badan sepakbola dunia itu akan mengambil tindakan terkait adanya sebuah kompetisi (LPI) yang tidak akui oleh federasi (PSSI).

Pada saat konpers jelang sore hari, Sekjen PSSI Nugraha Besoes tidak menunjukkan tanda tangan di surat tersebut. Baru belakangan ditemukan bahwa surat itu ditandatangani oleh Sekjen FIFA, Jerome Valcke. Paraf itu terdapat di halaman kedua surat.

Surat tersebut telah beredar di internet, dan dari beberapa pembaca yang mengkritisinya dari segi tata bahasa. Disebutkan bahwa ada banyak kesalahan grammar.

Surat itu juga menulis Liga Premier (LPI) in Indonesia, bukan Premier League in Indonesia atau Indonesian Premier League. Beberapa pemakaian kata “to be” juga dinilai tidak tepat.

Keanehan lain terdapat di halaman dua yang hanya memuat tanda tangan Sekjen FIFA Jerome Valcker, yang template-nya berbeda dengan halaman pertama. Di halaman pertama terdapat footer alamat markas FIFA, sedangkan halaman kedua tidak ada, cuma angka 2 untuk menunjukkan status halaman.

“Apakah FIFA tidak punya karyawan untuk memperbaiki kalimat sehingga sesuai dengan tata bahasa dalam surat yang mereka kirimkan?” demikian ditulis Ario Laksamana, mahasiswa Fachhochschule Frankfurt, Republik Federal Jerman, dalam email analiasisnya kepada detiksport.

Sebelumnya, juru bicara Abi Hasantoso juga mempertanyakan keabsahan surat tersebut. Menurutnya, adalah tidak biasa isi surat dan tanda tangan penulisnya tertera dalam halaman yang terpisah. Ia juga tidak merasa heran dengan cepatnya FIFA merespons surat PSSI (selang satu hari). “PSSI bukan sekelas federasi Jerman atau Brasil yang direspon cepat,” ujarnya.

Berikut ini kutipan lengkap surat FIFA tersebut, yang beredar di internet:

FACSIMILE
Football Association of Indonesia (PSSI)
Mr Nugraha BESOES
General Secretary
Jakarta

Fax +62215754766

Zurich, 11 January 2011

The case of Liga Premiere in Indonesia (LPI)

Dear General Secretary

We acknowledge receipt of you letter dated 10 January 2011 with regard to the case of the Liga Premiere (LP) in Indonesia and we thank you for it.

The role of the football Association of Indonesia (PSSI) is to organize and supervise football in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of your country, as staved in the FIFA statutes as well as in the PSSI statutes (cf. also art 10 and 12 of the FIFA statutes. Furthermore, leagues to a Member of FIFA shall be subordinate to an recognized by that Member (cf. art 8 par. 1 of the FIFA statutes)

We understand from your letter that the PSSI has early reminded on several occasions all relevant parties about the situation under these circumstance and according to FIFA statutes PSSI should sanction all affiliated clubs, affiliated officials and with PSSI registered players including representative team players taking part in the LPI.

We remind you that PSSI must fully comply with FIFA statutes and violation to do so may lead to sanctions (art 13 of the FIFA statutes)

We kindly ask you to send us informed about any development in the regard as we will continue to follow closely the situation. Should the problem persist, we will have no choice but to refer the case to the FIFA Associations Committee scheduled on 1 March 2011 in order to decide on the measures to be taken.

We thank you for your cooperation.

SINCERELY YOURS,
FEDERATION INTERNATIONALE FOOTBALL ASSOCIATION

General Secretary
Jerome Valcke

CC: Alex Soosay, AFC General Secretary

Surat dari FIFA untuk LPI Palsu!

January 14, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Surat dari Badan Sepakbola Dunia (FIFA) yang ditujukan kepada PSSI, membasah tentang keberadaan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), ternyata tidak membuat gentar kubu LPI. Malah, LPI mempertanyakan keabsahan surat dari FIFA tersebut.

Seperti diketahui, PSSI baru saja mengumumkan bahwa pihaknya sudah menerima surat dari FIFA, yang isinya mengizinkan penjatuhan sanksi kepada Liga Primer Indonesia, termasuk seluruh klub, ofisial dan para pemain.

Surat itu ditunjukan PSSI kepada wartawan, Kamis (13/1/2011). Tapi, wartawan tidak dipekenankan melihat secara langsung atau memperbanyak dengan mengcopy surat dari otoritas sepakbola tertinggi di dunia tersebut.

Juru bicara LPI Abi Hasantoso menegaskan pihaknya sama sekali tidak gentar dengan pernyataan PSSI tersebut. Malah, Abi meragukan keaslian surat itu karena banyak kejanggalan dalam lembaran tersebut. Kabarnya, surat itu ditandatangani langsung oleh Sekjen FIFA, Jerome Valcke.

“Keabsahan surat itu sangat perlu dipertanyakan. Tidak mungkin FIFA dengan cepat merespons surat PSSI, yang mungkin tidak terlalu penting buat FIFA. Selain itu, kita semua sudah tahu dalam sebuah administrasi, tidak mungkin hanya dua lembar dan tidak ada tanda FIFA di dalamnya,” tegas Abi.

“Bila memang akan ada sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada kami, tentu kami akan dipanggil pihak FIFA dan ada pembicaraan. Tidak serta-merta langsung diwakilkan oleh PSSI untuk memberikan hukuman,” lanjut Abi lagi.

Namun, kendati pihak LPI sudah meragukan keabsahan surat tersebut, Abi menyatakan tidak akan menjadikan permasalahan ini sebagai senjata untuk memukul balik PSSI, atas dugaan pemalsuan surat.

“PSSI sudah banyak melakukan hal yang teralu bodoh. Biarah masyarakat yang menilai bagaimana PSSI bertindak. Kami hanya ingin kompetisi ini berjalan dan bisa memajukan sepakbola Indonesia yang sudah lama tertidur,” tutup Abi.

“Sanksi FIFA Harusnya untuk PSSI”

January 8, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Federasi sepakbola dunia, FIFA, sudah mengeluarkan ultimatum atas bergulirnya Liga Primer Indonesia (LPI). Namun menurut I Gusti Kompyang (IGK) Manila, jika FIFA mengeluarkan sanksi, harusnya dijatuhkan pada PSSI. Mengapa?

Seperti diketahui, liga yang diusung pengusaha Arifin Panigoro dianggap ilegal oleh PSSI, induk sepakbola nasional berlisensi FIFA. Kendati demikian, LPI siap menggelar laga perdananya antara Persema Malang melawan Solo FC di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (8/1/2011) sore nanti.

Melalui Thierry Regenass, direktur asosiasi anggota dan pengembangan, FIFA mengungkapkan belum melakukan tindakan dan masih dalam tahap memantau. Namun jika LPI tetap berlangsung, menurut Regenass, FIFA tak segan memberikan sanksi.

Lain halnya dengan IGK Manila. Mantan manajer Timnas Indonesia menilai, hukuman seharusnya dijatuhkan ke PSSI, bukan LPI. Alasannya? “Masa FIFA bisa menghukum LPI? Paling yang dihukum justru PSSI,” demikian jawabannya.

“Sanksinya kan juga belum jelas,” tandas Manila, yang sempat mendampingi Garuda Merah Putih meraih medali emas SEA Games di Filipina, pada 1991 silam.

Lebih lanjut, pria kelahiran Bali, 68 tahun silam, melayangkan dukungannya pada LPI. “Harusnya kita menyambut baik LPI karena tidak menggunakan APBD. Bayangkan saja jika 19 klub mengembalikan dana APBD,” urainya.

“Terlepas bagaimana ke depannya, kita selamatkan sumber daya manusianya, bukan organisasinya,” tutup Manila.

Timor Leste Tantang Merah Putih

November 16, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel),masih akan menjadi tempat uji coba timnas Indonesia. Bedanya, tim Merah Putih akan menjalani try out menghadapi Timor Leste, Minggu (21/11/2010). Ketua Panitia Piala AFF Indonesia Joko Driyono mengatakan, penunjukan Timor Leste merupakan pengganti timnas Filipina dan Kamboja yang batal bertanding dengan Bambang Pamungkas dkk.

”Timor Leste sebagai pengganti menghadapi timnas Indonesia di Palembang. Mereka merupakan tim yang paling memungkinkan untuk diajak beruji coba dengan Indonesia ketimbang tim lainnya yang terbelit masalah internal,” kata Joko kemarin.

Penunjukan Timor Leste sebenarnya merupakan bidikan awal pihaknya sebelum melirik peringkat FIFA lebih tinggi, yakni Fili-pina dan Kamboja. Sayang, kedua negara itu akhirnya mengubah rencana awal.

”PSSI telah menghubungi Timor Leste dan mereka menyatakan kesanggupannya.Mereka kemungkinan akan tiba di Palembang, 19 November mendatang,” ujar pria yang menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia tersebut. Selain menghadapi Timor Leste, Bambang dkk juga akan menghadapi timnas Taiwan,Rabu (24/11).

Jadwal pertandingan timnas Indonesia dengan Taiwan sesuai dengan jadwal yang sudah diputuskan sebelumnya. Asisten Pelatih Timnas Indonesia Wolfgang Pikal sangat menyesalkan kegagalan Indonesia tampil menghadapi Filipina dan Kamboja. Apalagi, pihaknya ingin mengetahui sampai sejauh mana kualitas timnya seusai menjalani pemusatan latihan di Senayan, Jakarta.

”Sangat disayangkan kami gagal menghadapi mereka,karena Timor Leste sebenarnya kurang berpengaruh besar untuk dijadikan latih tanding.Tapi, kami tak dapat berbuat banyak, kami harus memaksimal setiap kesempatan uji coba,” pungkas Pikal. Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menambahkan,kegagalan bertemu Filipina dan Kamboja sangat disayangkan.

Padahal, mereka dapat dijadikan tim sepadan Indonesia sebelum Merah Putih menjalani Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, 1–19 Desember mendatang. ”Filipinagagalke Indonesiakarena sembilan pemainnya tak mendapatkan izin dari instansi.Sementara timnas Kamboja memang sudah dibubarkan setelah menjalani Kualifikasi Piala AFF,” sebut Nugraha.

FIFA Lakukan Peninjauan ke Jepang

July 20, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Asosiasi Sepakbola Dunia (FIFA) tengah melakukan peninjauan ke Jepang, terkait dengan proposal penawaran sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 2018 dan 2022 mendatang.

Seperti dilaporkan CNN, Selasa (20/7/2010), sejumlah delegasi FIFA yang dipimpin oleh Presiden Federasi Sepakbola Chili Harold Mayne-Nicholls mendarat di Tokyo, Senin kemarin.

Tim inspeksi tersebut akan melakukan tinjauan pada stadion-stadion yang akan digunakan serta berbagai fasilitas penyiaran di Osaka, yang tentunya akan mendukung publikasi ke seluruh pencinta sepakbola di segala penjuru dunia.

Seperti diketahui, Jepang sudah pernah menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2002 bersama Korea Selatan (Korsel). Kali ini, Negeri Sakura akan bersaing dengan Australia, Qatar, Korsel, dan Amerika Serikat untuk tuan rumah 2022 mendatang.

Rencananya, tim inspeksi menjalani tugasnya mulai hari ini hingga Kamis (22/7/2010) nanti, sebelum melanjutkan perjalanan ke Korsel dan Australia. FIFA sendiri akan menunjuk tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 2 Desember 2010.

Wasit Uzbekistan Di Tunjuk Pimpin Laga Pembuka

June 6, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Menjelang piala dunia 2010, FIFA telah menunjuk seorang wasit yang siap memimpin jalannya laga pembuka. Ravshan Irmatov lah yang dipercaya.

Wasit berkebangsaan Uzbekistan tersebut akan menjadi pengadil lapangan laga penyisihan Grup A antara tuan rumah, Afrika Selatan (Afsel), dengan Meksiko yang bertempat di Stadion Soccer City, Johannesburg, Jumat (11/6/2010).

Irmatov, yang berkiprah sebagai wasit sejak 2003, adalah satu-satunya wasit asal Uzbekistan yang mengibarkan sayapnya hingga panggung internasional. Ia juga dikenal sebagai wasit papan atas di konfederasi Asia.

Sedangkan laga penyisihan Grup A lainnya antara Prancis dan Uruguay di Cape Town, Sabtu (12/6/2010), akan dipimpin oleh wasit asal Jepang, Yuichi Nishimura.

Sementara itu, Carlos Simon, wasit berkebangsaan Brasil, berkesempatan memimpin jalannya laga pembuka penyisihan Grup C antara Inggris dan Amerika Serikat, yang bertempat di Rustenburg, Minggu (13/6/2010).

Hukuman FIFA untuk Timnas Mesir

May 19, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

ZURICH Laga Bola – FIFA secara resmi melayangkan hukuman bagi Timnas Mesir. Skuad Negeri Piramid terpaksa menanggalkan dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia (PD) 2014. Demikian seperti dilaporkan surat kabar Washington Post, Rabu (19/5/2010).

Kemarin (waktu setempat) di markasnya, Zurich, Swiss, FIFA mengumumkan larangan bagi Mesir menggelar dua laga perdana kualifikasi PD 2014 di ibukota Kairo. Hal ini terkait dengan insiden penyerangan terhadap rombongan Timnas Aljazair, November 2009 lalu.

Diberitakan, rombongan mendarat di bandara Kairo dan melanjutkan perjalanan ke stadion dengan bus. Tak terduga, para suporter tuan rumah melemparkan batu hingga jendela bus pecah. Beberapa ofisial terkena lemparan dan mengalami luka-luka.

“Jendela bus hancur dan empat anggota rombongan Aljazair, termasuk tiga pemain, mengalami luka-luka. Keamanan di Stadion Internasional Kairo, yang saat itu terdiri dari 75 ribu pasukan, ternyata tidak menjamin,” demikian klarifikasi FIFA, melalui pernyataan di situs resminya.

Meski mengalami penyerangan, namun tak menyurutkan semangat para punggawa Aljazair yang akhirnya menaklukkan tuan rumah 1-0. The Desert Foxes pun lolos ke putaran final PD 2010 dan berada di Grup C bersama Inggris, Amerika Serikat dan Slovenia.

Punya Tradisi, Kamerun Siap Tampil Nyeleneh Lagi

May 5, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Ankara Laga Bola – Kamerun punya semacam “tradisi” mengenakan seragam nyeleneh. Kostum tak lazim bisa saja kembali mereka pakai di gelaran Piala Dunia 2010 mendatang. Macam-macam jenis kaos yang mengejutkan pernah melekat di tubuh para pemain Kamerun. Tengok enam tahun lalu di gelaran Piala Afrika 2004.

Timnas Kamerun saat itu mengenakan kostum tanding ketat dengan warna khas mereka, hijau dan merah. Yang jadi perkara, kostum yang dipakai di tiga laga fase grup dan perempatfinal itu berupa terusan! FIFA lantas menegaskan bahwa itu melanggar aturan. Kontroversi lain hadir di tahun 2002, masih di Piala Afrika yang digelar pada tahun tersebut. Saat itu Kamerun tampil dengan memakai kaos tanpa lengan yang lebih mirip atasan para pemain basket. FIFA juga mengambil tindakan atas hal ini.

“Merasa nyaman adalah hal terpenting dalam laju kami,” ulas pemain veteran Kamerun Geremi seraya terbahak-bahak, seperti dikutip Reuters.

Bek berusia 31 tahun yang pernah membela Chelsea dan Real Madrid itu bahkan menguak kemungkinan bahwa Kamerun sekali lagi akan mengejutkan dunia dengan tampilan “tak umum” di Afrika Selatan nanti.

“Selama orang merasa nyaman, kenapa tidak bereksperimen. Aku pikir akan ada kejutan lain di Afrika Selatan, tapi aku juga berharap bukan hanya kaos kami yang akan mengejutkan, tapi juga hasil kami,” tandas Geremi.