Barton: “Sayalah Gelandang Terbaik Inggris”

April 7, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola - Joey Barton mengklaim dirinya adalah gelandang terbaik yang dimiliki Inggris saat ini. Pemain Newcastle United ini juga merasa bingung karena dirinya tak dipanggil ke tim nasional.

Barton tampil mengesankan bersama The Magpies pada musim ini. Dia telah tampil 28 kali di semua kompetisi dengan sumbangan lima gol.

“Sejujurnya, saya pikir sayalah (gelandang Inggris) yang terbaik,” klaim Barton, kepada So Foot, seperti dikutip Sportinglife.

“Luka Modric dan Samir Nasri sangat bagus, tapi dalam hal pemain Inggris…Well, Jack Wilshere tidak buruk, tapi Frank Lampard mulai menurun dan Steven Gerrard sering cedera,” urai pemain 28 tahun ini.

Meski performanya cukup konsisten, Barton sejauh ini baru mengantongi satu caps bersama timnas. Dia pun heran karena tak pernah dipanggil ke timnas pada era Fabio Capello.

“Saya orang Inggris dan saya senang bermain untuk negara saya,” katanya

“Mungkin orang-orang di atas punya masalah dengan saya. Saya tak tahu. Tapi masalah yang menimpa saya sudah empat tahun berlalu. Mereka harusnya bisa memaafkan saya bukan?” tanyanya.

Barton memang bukan nama baru di dalam berita-berita kontroversi. Pada Desember 2004, Manchester City menjatuhkan denda pemotongan gaji enam pekan karena menyulut rokok ke mata rekan setimnya saat perayaan Natal.

Juli 2005, Barton juga terlibat perkelahian bersama rekannya yang lain Richard Dunne dengan seorang fans Everton yang masih berusia 15 tahun. Pada Maret 2007, Barton juga sempat ditangkap karena tuduhan melakukan kejahatan yang melibatkan seorang supir taksi di Liverpool.

Mei 2007, Barton diperiksa polisi karena menyerang Ousamane Dabo dan membuatnya mengalami cedera di mata, hidung, dan bibir. Akibat ulahnya ini, dia dijatuhi hukuman tidak boleh bermain sampai akhir musim.

Inggris Tak Turunkan Pemain Inti, Ghana Merasa Diremehkan

March 30, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Para punggawa Timnas Ghana merasa kecewa, meski mampu menahan 1-1 Timnas Inggris dalam laga persahabatan, Rabu (30/3/2011) dini hari tadi. Pasukan Black Stars -julukan Ghana- merasa diremehkan skuad arahan Fabio Capello.

Padahal, sebagian besar pemain Ghana mengimpikan berduel bersama bintang-bintang besar The Three Lions, seperti John Terry, Frank Lampard dan Wayne Rooney. Namun ternyata, Capello urung menurunkan para pemain kuncinya di Stadion Wembley, London.

Menurut mantan kapten Ghana Stephen Appiah, Asamoah Gyan dkk merasa diremehkan oleh Capello. Bahkan, Appiah mengatakan, tak sedikit dari mereka yang enggan bermain lagi di stadion keramat tersebut. “Beberapa pemain Ghana sangat sedih karena mereka (pemain bintang Inggris) tidak tampil,” cetus Appiah pada BBC.

“Sepertinya mereka menganggap remeh pertandingan ini. Padahal, banyak pemain Ghana yang datang dari Amerika, Kanada dan dari segala penjuru dunia. Rasanya seperti mimpi jadi kenyataan. Ini partai besar dan semua pemain ingin berlaga,” sungutnya.

“Para pemain sangat kecewa. Mereka sangat ingin melihat para pemain bintang (Inggris). Mereka berharap bisa bermain melawan Terry, Wayne Rooney, Frank Lampard, dan semua pemain. Mungkin sebagian dari mereka tidak akan lagi bermain di stadion (Wembley) itu,” tutup mantan gelandang Juventus dan Bologna.

Lawan Wales, Inggris Harus Tampil Menyerang

March 24, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola - Inggris akan menghadapi Wales pada laga Kualifikasi Euro 2012 Grup G, akhir pekan ini. Gelandang James Milner meminta segenap timnya untuk bermain baik dan penuh waspada. Wales dianggap sudah mempunyai skuad yang cukup mumpuni dengan jajaran pemain yang sebagian besar mengerti gaya bermain Inggris. Pasalnya, sebagian besar bintang Wales merumput di Premier League.

“Penting bagi kita untuk menjalani laga dengan normal dan memaksimalkan kemampuan seluruh pemain yang ada,” tuturnya.

“Kami harus berinisiatif menyerang, mengambil peluang dan mengirim umpan silang ke dalam kotak penalti. Itu adalah sebuah pilihan yang baik,” lanjut pemain milik Manchester City tersebut.

Menurutnya The Three Lions juga harus bermain sebagai kesatuan tim. Apalagi Inggris memang dihuni pemain yang menjadi bintang di klubnya masing-masing. Bila mengikuti ego kebintangan, maka bisa menjadi masalah buat tim besutan Fabio Capello tersebut.

Inggris saat ini berada tepat di peringkat kedua grup G dengan mengantongi nilai tujuh, di bawah Montenegro. Inggris mendapat dua kali menang dan sekali imbang. Sedangkan Wales berada di dasar klasemen tanpa meraih poin dari tiga laga.

“Bayern Pasti Kembali ke Papan Atas”

December 6, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Penampilan mengecewakan Bayern Munich pada paruh pertama musim ini menempatkan jawara Bundesliga di papan tengah klasemen. Meski demikian, direktur olahraga Christian Nerlinger yakin, raksasa Bavaria mampu menutup musim dengan hasil memuaskan.

Kekalahan 0-2 dari Schalke akhir pekan lalu memaksa FC Hollywood bercokol di posisi tujuh klasemen sementara Bundesliga. Melakoni 15 laga, Bayern hanya mampu mengemas enam kemenangan. Sisanya, dilewati anak-anak asuh Louis van Gaal dengan hasil imbang (5) dan kelalahan (4).

Akibatnya, hingga pekan ke-15, Bayern baru berhasil mengumpulkan 23 poin. Mereka tertinggal 17 poin dari pemuncak klasemen Borussia Dortmund serta 7 angka dari runner-up, Mainz 05.

Menyikapi performa Mark van Bommel dkk, Nerlinger tak ingin panik. Meski kecewa, dia percaya The Bavarian akan kembali ke papan atas klasemen dan lolos langsung ke Liga Champions 2011/2012.

“(Raihan saat ini) memang tidak bisa diterima dan sangat mengecewakan. Kami hanya tinggal melihat posisi di papan klasemen untuk menyadari buruknya kinerja Bayern,” ungkap Nerlinger.

“Tapi, saya yakin, kami pasti lolos langsung ke Liga Champions,” tegasnya seperti dikutip tribalfootball, Senin (6/12/2010).

“Selama kami memiliki peluang secara matematis, kami akan melakukan apapun untuk menjuarai liga,” tutup Nerlinger.

Bayern Tidak Rela Jika Schweini Pergi

December 1, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Dua klub terkemuka di dataran Inggris, Manchester United dan Chelsea nampaknya akan saling sikut untuk memboyong Bastian Schweinsteiger, setelah sang pemain menolak perpanjangan kontrak baru yang disodorkan manajemen Bayern Munich.

Melihat sikap yang ditunjukkan Schweinsteiger, Presiden Munich, Karl Heinz-Rumminege kembali menegaskan akan mempertahankan Schweinsteiger sebelum kontraknya berakhir pada 2012 mendatang.

“Kami tidak akan membiarkan pemain kami pergi sebelum kontraknya berakhir pada 2012. Saya melihat, Schweinsteiger mengalami kemajuan pesat di sini. Semoga saja kami menemui kata sepakat dengan agennya dalam waktu dekat ini,” harap Rumminege di Football365 (rabu 1/12/2010).

“Tujuan kami memberikan kontrak jangka panjang buat Schweinsteiger,” tegas Rumminege menyampaikan pesan, Munich bakal mengerahkan segala daya dan upaya agar Schweinsteiger bernaung di Munich.

Kurangnya Winter Break Pengaruhi Inggris

July 21, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson menilai kegagalan Inggris di kompetisi internasional terjadi karena kurangnya winter break di kompetisi domestik. Untuk itu ia berharap kompetisi memberikan libur musim dingin yang cukup. Kompetisi domestik Inggris dikenal sangat padat. Ada tiga kejuaraan yang harus diikuti oleh para kontestan yakni liga, Piala FA, dan Piala Liga. Beberapa klub juga masih punya kewajiban untuk melakoni kompetisi Eropa.

Hal ini berimbas pada penampilan tim nasional Inggris di turnamen internasional. Para pilar The Three Lions sudah tidak dalam kondisi bugar. Akibatnya prestasi St. George Cross juga tidak maksimal. Bahkan Inggris pun sempat absen di Euro 2008 akibat gagal lolos kualifikasi.

Jadwal yang sangat padat merupakan salah satu “kambing hitam” dari buruknya penampilan “Tiga Singa”.

“Musim di Inggris sungguh melelahkan. Di bulan Desember kami harus bermain delapan hingga sembilan kali di periode terburuk di setiap tahun. Lapangan lebih berat, cuaca lebih buruk, dan memasuki paruh kedua musim klub akan mendapati para pemainnya menderita cedera. Namun karena (di paruh kedua) setiap laga sangat penting, maka mereka terpaksa tetap tampil,” ujar Ferguson seperti dikutip dari Guardian.

“Dan ketika mereka mengakhiri musim dan menghadapi turnamen besar seperti Piala Dunia atau Piala Eropa, kondisi mereka sudah tidak 100 persen lagi. Mereka membutuhkan istirahat yang bisa memulihkan energi mereka,” tandas manajer MU itu.

Pria Skotlandia tersebut memberi contoh kompetisi di Jerman yang memiliki periode libur musim dingin yang cukup. “Jerman selalu libur selama sebulan di Januari dan mereka selalu bisa berprestasi di Piala Dunia melebihi ekspektasi,” imbuh Fergie.

Ferguson pun berharap kompetisi di Inggris bisa menerapkan jadwal yang lebih baik dan kompetisi tidak hanya tunduk pada selera pasar semata.

“Karena akar dari kompetisi ini dan juga tuntutan dari televisi untuk adanya tayangan (pertandingan) di setiap pekan, maka wacana soal libur musim dingin yang pertama kali saya katakan 30 tahun silam di Skotlandia dan sudah mereka lakukan sejak saya bekerja di Inggris, ternyata tidak ada realisasinya di sini.”

“FA harus memberikan yang terbaik untuk mendukung Inggris mendapatkan hasil maksimal di Piala Dunia. Mereka harus sadar bahwa kondisi seperti ini justru merugikan Inggris sendiri kala harus tampil di Piala Dunia,” tuntas manajer kelahiran 31 Desember 1941 itu.

Casillas: Penjaga Gawang Inggris Bermasalah

June 6, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Jelang Piala Dunia 2010, Iker Casillas sudah menyulutkan genderang perang. Kiper nomor satu Spanyol ini menyoroti barisan penjaga gawang Inggris, yang dinilainya bermasalah.

Memang, Spanyol diakui memiliki kiper-kiper andal. Selain Casillas tentunya, pelatih Vicente del Bosque juga memiliki kiper andalan Liverpool Pepe Reina dan kiper milik Barcelona Victor Valdes, sebagai pelapis.

Berkaca pada keadaan timnya, Casillas memberi catatan buruk bagi armada The Three Lions. Menurutnya, skuad arahan Fabio Capello ini akan mengalami kesulitan karena tak satupun kiper mereka, yakni David James (Portsmouth), Robert Green (West Ham United) dan Joe Hart (Manchester City), menuai pengalaman di kancah Eropa.

“Lionel Messi dan Xavi Hernandez boleh saja membicarakan Inggris punya kans besar di Piala Dunia 2010. Tapi, kondisi penjaga gawang mereka adalah masalah yang sesungguhnya,” ungkap Casillas.

“Tak satupun penjaga gawang mereka yang berlaga di level Piala Eropa. Jika Anda tidak pernah mencicipi kompetisi klub papan atas, Anda pasti akan menemui kesulitan untuk tampil di level internasional tingkat atas. Bahkan, saat semua mata tertuju pada Anda,” tegas kiper milik Real Madrid.

Bagi Xavi Hernandez, Inggris Paling Berbahaya

May 31, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Bukan Brasil atau juara bertahan Italia yang membuat Xavi Hernandez was-was di Piala Dunia 2010 ini. Gelandang Spanyol kepunyaan Barcelona itu menempatkan Inggris sebagai ancaman terbesar di Afrika Selatan.

“Orang bilang kalau negara terkuat di atas kertas adalah Spanyol – tapi saya pikir, setelah kami ada Inggris. Mungkin penjaga gawang mereka tak berkelas dunia, tapi terlepas dari itu Anda harus berjuang untuk mencari kelemahannya,” ungkap Xavi.

Pernyataan Xavi tersebut mengamini apa yang sebelumnya dilontarkan Fernando Torres. Striker La Furia Roja yang masih terdaftar sebagai pemain Liverpool itu juga menganggap kumpulan pemain bintang di The Three Lions sebagai ancaman nyata buat timnya menyandingkan Piala Eropa dan Piala Dunia.

“Piala Dunia tidak dimenangkan di atas kertas, tapi setelah kami, saya pikir Inggris punya tim terbaik kedua. Itu tak mengejutkan jika mempertimbangkan banyak pemain Inggris datang dari Manchester United dan Chelsea.”

“Di lima tahun terakhir mereka (Chelsea dan MU) menjadi tim terkuat di Eropa bersama Barcelona, jadi dengan timnas yang dipenuhi pemain kedua klub tersebut, tak mengejutkan kalau mereka kuat,” lanjut Xavi.

Pesepakbola 30 tahun itu malah menyebut kalau Inggris punya kans besar jadi juara. Panjangnya periode penantian setelah terakhir jadi kampiun di tahun 1966 dan kegagalan demi kegagalan yang terus didapat di beragam kompetisi akan menjadi pendorong semangat Wayne Rooney cs tampil habis-habisan.

“Seperti Spanyol, Inggris harus mulai meyakini kalau mereka bisa memenangi turnamen. Jika mereka melakukannya dengan pemain yang dimiliki, mereka akan sangat berbahaya. Setelah sekian lama tersaikiti dan kecewa Anda harus memiliki kembali keyakinan, tanpa itu Anda tak akan memenangi apapun,” tuntas Xavi.