Pedro: “Kami Harus Berhati-hati”
July 10, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Setelah tampil kurang memuaskan pada babak penyisihan grup, Timnas Spanyol secara bertahap menunjukkan kualitas sesungguhnya. La Furia Roja secara perkasa menjungkalkan Portugal dan Jerman.
Kini Spanyol sedang menunggu kick-off grand final. Tragisnya tantangan yang bakal dihadapi anak asuh Vicente del Bosque semakin berat. Untuk mewujudkan menjadi jawara dunia kali pertama, Iker Casillas harus menundukkan kedigdayaan Belanda yang membukukan kemenangan di semua laga.
Striker belia Timnas Spanyol Pedro Rodriguez sadar dengan kekuatan tim yang akan dihadapi pada laga final. Belanda merupakan tim kuat dengan bukti pertandingan yang telah dilalui.
“Siapapun pemain Spanyol bisa mencetak gol. Namun kami harus ingat Belanda sangat kuat dan telah menunjukkan di semua pertandingan Piala Dunia ini,” kata Pedro seperti dilansir reuters, Sabtu (10/7/2010).
“Mereka memiliki pemain yang sangat berbahaya di depan seperti Arjen Robben, Wesley Sneijder atau Robin van Persie. Kami harus berhati-hati,” tegas pemain Barcelona ini.
Ketika ditanya pemicu kebangkitan semangat Spanyol, Pedro menegaskan kemenangan atas Portugal dan Jerman.
“Kemenangan atas Portugal dan Jerman memberikan dorongan semangat yang besar bagi Spanyol. Skuad ini memiliki kepercayaan diri untuk mempertahankan gaya permainan yang sama di final. Mengontrol bola, menyerang dari kedua sayap dan menciptakan peluang,” paparnya.
Benci Paul, Warga Jerman Tak Ingin Ramalan Lagi
July 9, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Kepiawaian meramal yang dimiliki Paul bak buah simalakama. Padahal, gurita berusia 2 tahun ini hanya diperintahkan untuk “memilih”.
Paul, si gurita peramal, sekarang telah menjadi musuh nomor satu masyarakat Jerman. Dia dinilai bertanggung jawab atas tersingkirnya Der Panzer–julukan Jerman–dari Piala Dunia 2010. Padahal, sebelumnya Paul begitu disanjung dan dihormati penduduk Jerman. Sebab, ramalannya mengenai perjalanan Jerman di Afrika Selatan (Afsel) selalu benar.
Dia sudah dianggap sebagai jimat keberuntungan. Tapi, itu juga karena mayoritas prediksi Paul lebih memihak Jerman. Fenomena Paul mulai terangkat setelah tepat memprediksi Serbia mampu mengalahkan Jerman pada penyisihan Grup D. Selanjutnya, Paul terus memprediksi pasukan Joachim Loew sebagai pemenang dan ramalannya terbukti benar.
Miroslav Klose dkk menumbangkan Ghana 1-0, Inggris 4-1, dan melumat Argentina 4-0. Namun, “bencana” datang ketika Jerman kalah saat melawan Spanyol di babak semifinal. Sebab, sebelumnya Paul meramal kemenangan Spanyol dengan “memilih” bendera La Furia Roja. Awalnya banyak yang menduga itu suatu kesalahan. Kenyataannya tidak seperti itu.
Spanyol yang memenangkan pertandingan berkat gol tunggal Carlos Puyol. Inilah yang menimbulkan kemarahan warga Jerman karena menilai Paul berkhianat karena lebih mendukung Negeri Matador. Saking bencinya kepada Paul, warga Jerman menginginkan maskot akuarium Oberhausen itu dihabisi. Itu tidak hanya diutarakan secara langsung, juga lewat komentar di sejumlah situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
Banyak yang menyarankan agar Paul digoreng, dipanggang, dijadikan salad makanan laut, atau paella. “Cukup banyak komentar yang meminta Paul dilempar ke dalam tangki berisi ikan hiu sebagai makanannya,” tulis Sydney Morning Herald. “Intinya, mereka menginginkan Paul mati,” sambung tulisan itu. Kebencian warga Jerman terhadap Paul tidak hanya itu.
Seusai menyaksikan tim kesayangannya kalah, fans menyanyikan lagu antigurita yang lebih terdengar seperti sindiran dan hinaan. Warga Jerman tentu tidak mau lagi “mendengar” ramalan Paul berikutnya. Maklum, selanjutnya, makhluk berkaki empat itu akan memprediksi duel Jerman kontra Uruguay dalam perebutan tempat ketiga.
Melawan Uruguay, Penampilan Close Diragukan
July 9, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Harapan Miroslav Klose untuk menjadi top skore sepanjang masa di Piala Dunia bisa terganggu. Striker Jerman ini diragukan tampil menghadapi Uruguay karena mengalami cedera punggung.
Klose hanya membutuhkan satu gol saat perebutan gelar juara ketiga di Port Elizabeth, Sabtu (11/7/2010), untuk menyamai rekor gol Ronaldo dari Brasil yang telah mencetak 15 gol di putaran final Piala Dunia.
“Dia mengalami cedera saat duel di udara, dan kami berharap bahwa dia akan baik baik saja,” kata asisten pelatih Jerman Hansi Flick seperti dilansir BBC.
Bukan hanya Klose, Philipp Lahm juga sempat diragukan tampil. Namun kapten tim Jerman ini memastikan bahwa dia akan bisa berusaha tampil dalam laga tersebut guna memimpin skuadnya.
“Akan mengherankan kalau aku tidak siap. Saya masih punya waktu untuk beristirahat dan menghilangkan rasa sakit selama rehat,” tukas Lahm.
Pedro Dihantui Kesalahan Saat Melawan Jerman
July 9, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Striker Spanyol Pedro Rodriguez masih dihantui kesalahan saat melawan Jerman di semifinal. Hal tersebut membuatnya takut mengulangi di partai final nanti.
Pedro berpeluang membawa Spanyol unggul dua gol atas Jerman, di Stadion Moses Mabhida, dini hari kemarin. Kemungkinan besar gol bisa tercipta jika bola diberikan pada Fernando Torres yang posisinya lebih dekat ke gawang.
Sayang, calon bintang Barcelona memilih mengeksekusi dengan kakinya sendiri. Meski Tim Matador tetap melenggang ke final dengan membawa kemenangan tipis 1-0, Pedro mengaku menyesal dengan keputusannya dan bertekad tidak akan mengulangnya di Stadion Soccer City, Johannesburg, Senin (12/7/2010) dini hari WIB.
“Jujur, saya tidak melihat Fernando dan di benak saya hanya mencetak gol. Jika saya melihatnya, mungkin gol akan tercipta. Tapi, posisi saya agak jauh di belakang bola dari yang saya inginkan,” ungkap Pedro.
“Pemain belakang Jerman bereaksi dan menghadang saya. Saya telah membuat keputusan buruk saat melesakkan bola ke arah gawang,” sesal striker bernomor punggung 18.
“Ya, itu kesalahan besar, tapi sekarang jadi tidak berarti karena nyatanya kami menang,” tutup striker 23 tahun, seperti dilansir Sport, Jumat (9/7/2010).
Gurita Paul Jadi Sasaran Kemarahan Fans Jerman
July 8, 2010 by Administrator · 1 Comment
Laga Bola – Gurita Paul makin naik daun berkat sempurnanya ramalannya. Tapi, kali ini dia menjadi sasaran kemarahan fans Jerman.
Ya, nama Paul makin berkibar seiringnya kesuksesannya meramal sejumlah partai Piala Dunia. Meski menuai kontroversi, ramalan Paul sejauh ini terbukti jitu.
Terakhir, Paul menyerukan agar pecinta sepakbola tak mengunggulkan Jerman pada laga semifinal kontra Spanyol. Padahal, penampilan Jerman sedang bagus-bagusnya setelah menekuk Inggris dan Argentina dengan empat gol.
Dan, ternyata benar. Jerman harus tersingkir setelah La Furia Roja mencetak gol tunggal Carles Puyol. Namun, kesuksesannya ini juga menjadi pelampiasan kemarahan fans Der Panzer.
Melalui situs jejaring sosial Twitter, Paul dimaki-maki. Seperti dilaporkan Strait Times, Kamis (8/7/2010), Paul menjadi trend topic di Twitter. Kebanyakan dari mereka meminta Paul digoreng, bakar, atau menjadi santapan lezat seafood lainnya.
Lalu, kira-kira siapa jagoan Paul di final Piala Dunia 2010? Akankah Spanyol mengawinkan gelar Euro 2008 sebelumnya? Atau Belanda yang mematahkan mitos sebagai tim juara tanpa gelar?
Jerman Menangis
July 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Kegagalan Jerman melaju ke final Piala Dunia amat disesali media setempat. Hujatan dan dukungan mengalir ke skuad besutan Joachim Low.
Der Panzer harus mengubur mimpi merebut gelar juara dunia keempat setelah menyerah 0-1 dari Spanyol, Kamis (8/7/2010) dini hari WIB. Meski gagal, anak-anak muda Panser tetap mendapat dukungan publik. Mereka berharap Bastian Schweinsteiger lebih matang di Piala Dunia 2014 Brasil.
Kekalahan Jerman ini juga menjadi headline di sejumlah koran setempat. Bild mengungkapkan kekecewaannya dengan menulis judul headline “Semua selesai, ini sudah berakhir, kami tersingkir, Jerman menangis”.
“Masyarakat Jerman sangat kecewa dan air mata membanjiri negeri ini. Tak peduli seberapa sulit menerima ini, tapi kekelahan ini layak kami terima. Pemain sudah melakukan segalanya. Tapi, kami kurang beruntung, kami hanya tak mendapat kesempatan. Harus diakui, Spanyol memang lebih baik dari kami.”
Koran lainnya, Hamburger Abendblatt, menulis, “1-0. Jerman gagal. Spanyol melaju”. Spiegel, yang juga menjadi acuan di Jerman, menyebut Spanyol telah merampas mimpi Jerman ke final.
Tabloid terkenal di Berlin, BZ, justru menyuntikkan motivasi kepada Schweinsteiger dkk. “Ini memalukan. Tapi, kalian akan kembali. Kalian telah menjalani Piala Dunia spekatakuler.”
Meski demikian, ada juga beberapa media yang tak menerima kegagalan Der Panzer. The Sueddeutsche Zeitung misalnya, mengkritik habis para punggawa Joachim Low.
Harapan De Panzer Sirna
July 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Penampilan mengesankan skuad Jerman dalam beberapa laga terakhir akhirnya terhenti. Spanyol memupuskan harapan Der Panzer melaju ke final Piala Dunia 2010 berkat kemenangan tipis 1-0 di stadion Moses Mabhida, Durban, Kamis (8/7/2010) dini hari WIB.
Anak-anak asuh Joachim Low bernafsu membalas kekalahan di final Euro 2008 oleh La Furia Roja. Kendati tidak bisa menurunkan Thomas Mueller yang terkena akumulasi kartu, Der Panzer jelas dibayangi optimisme berkat hasil meyakinkan atas Inggris (4-1) dan Argentina (4-0).
Sementara, di kubu Spanyol, muncul kekhawatiran akibat performa striker Fernando Torres yang kurang optimal. Alhasil, seperti dugaan banyak pihak, pelatih Vicente del Bosque mencadangkan bomber Liverpool dan menggantinya dengan Pedro Rodriguez.
Pendukung Spanyol bisa sedikit lega menyaksikan permainan David Villa cs yang jauh lebih baik ketimbang pada perempat final melawan Paraguay. Sejak awal laga, Spanyol berhasil menjaga ritme permainan dan ball possession.
Jawara Eropa sempat beberapa kali menerobos pertahanan Jerman menuju depan gawang Manuel Neuer. Namun, solidnya barisan Der Panzer belum memungkinkan Spanyol mencetak gol.
Di pihak lain, Jerman cukup mengancam dengan serangan baliknya. Salah satunya ketika Philipp Lahm membuka ruang serangan kepada Piotr Trochowski di menit 32. Sayang, tendangan menyusur tanahnya masih bisa ditepis Iker Casillas.
Memasuki injury time, Jerman kembali mengancam gawang Casillas ketika Miroslav Klose melepaskan umpan kepada Mesut Ozil. Bintang Werder Bremen langsung dikelilingi para pemain Spanyol sebelum akhirnya terjatuh. Namun, wasit rupanya tidak melihat itu sebagai pelanggaran.
Mencoba memanfaatkan sisa waktu di babak pertama, Carles Puyol melontarkan bola kepada Pedro. Bintang muda Barcelona mencoba peruntungannya dari jarak jauh. Tapi, tendangannya menuju tepat ke arah Neuer. Alhasil, skor kacamata tidak berubah hingga turun minum.
Di babak kedua, Spanyol tampil semakin dominan. Umpan-umpan cantik di lini tengah memungkinkan La Furia Roja membuka serangan ke jantung pertahanan Jerman.
Xabi Alonso melepaskan tendangan kencang melalui kaki kirinya ke gawang Neuer setelah menerima bola dari Xavi Hernandez di menit 50. Namun, bola masih jauh melebar di sisi gawang.
Delapan menit berselang, giliran Alonso mengatur serangan dengan melepaskan umpan kepada Pedro. Setelah upaya Pedro dimentahkan Neuer, Xavi menyambar bola rebound dan mengopernya kepada Andres Iniesta yang memberikan umpan cantik kepada Villa di depan gawang. Sial bagi Spanyol, bomber Barcelona tak mampu mencapai bola.
Low memutuskan menarik mundur Trochowski di menit 62 dan menggantinya dengan Toni Kroos (20).
Gelandang Bayer Leverkusen langsung menebar ancaman kepada Spanyol ketika kerjasamanya dengan Bastian Schweinsteiger dan Lukas Podolski di menit 69 nyaris menjebol gawang Casillas. Namun, kapten La Seleccion kembali memperlihatkan tajinya sebagai salah satu kiper terbaik dunia dan menggagalkan peluang Kroos.
Sial bagi juara dunia tiga kali, Spanyol berhasil mengakhiri kebuntuan di menit 73. Berawal dari sepak pojok Xavi, Puyol menyambut bola dengan tandukan kepala dan sukses mengoyak gawang Neuer. Gol kapten Barcelona langsung disambut gemuruh ribuan pendukung Spanyol di Moses Mabhida.
Semakin percaya diri dengan gol tersebut, del Bosque pun mencoba menurunkan Torres di menit 81 untuk mengisi posisi Villa.
El Nino sebenarnya bisa menyegel kemenangan 2-0 untuk Spanyol. Berawal dari serangan balik, Pedro yang mendapatkan bola di sektor kanan berupaya melakukan penetrasi ke depan gawang Neuer. Namun, alih-alih mengoper bola kepada Torres yang lolos dari penjagaan, Pedro berlama-lama menahan bola demi mencari celah mencetak gol. Bola pun berhasil dicuri kembali pasukan Jerman.
Untungnya, gol tunggal Puyi -panggilan Puyol- sudah cukup untuk mengantarkan La Furia Roja menapak sejarah baru. Hingga empat menit masa injury time, keunggulan 1-0 untuk Spanyol tidak juga berubah.
Bunyi peluit panjang dari wasit Hungaria Viktor Kassai langsung disambut euforia skuad Spanyol yang menghambur ke tengah lapangan. Sementara, Tim Panser hanya bisa tertunduk lesu setelah kembali merasakan kepahitan sama layaknya final Euro 2008.
Tanpa Ballack, Jerman Akan Lemah
June 6, 2010 by Administrator · Leave a Comment
BERLIN Laga Bola – Jika mantan pelatih Timnas Jerman Jurgen Klinsman tetap optimis dengan absennya kapten tim Michael Ballack, lain halnya dengan Franz Beckenbauer. Legenda sepakbola Jerman ini malah mengungkapkan sebaliknya.
Tanpa kehadiran Ballack di lapangan, Beckenbauer menilai pasukan Der Panzer akan lemah, terutama di lini tengah yang menjadi kunci serangan. Ya, gelandang milik Chelsea terpaksa mengurungkan niat tampil di Piala Dunia 2010, usai cedera yang membekap kaki kanannya.
“Tanpa Michael Ballack, akan sulit bagi Jerman. Tim kami akan lemah,” cetus Beckenbauer pada surat kabar Berlin, Der Tagesspiegel, dikutip dari Soccerway, Minggu (6/6/2010).
“Pastinya, kami harus bekerja keras jika ingin mewujudkan target mencapai semifinal,” tambahnya, seraya mengingat badai cedera yang menimpa skuad arahan Joachim Loew.
Selain Ballak, beberapa pemain juga mengalami cedera, seperti penjaga gawang Rene Alder, bek Heiko Westermann, gelandang Simon Rofels dan Christian Traesch. Dengan kondisi ini, apakah Jerman mampu menyudahi perlawanan Serbia, Ghana dan Australia di penyisihan Grup D?




