Selamat Datang di Indonesia, Safee!
February 14, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Safee Sali memang sempat menjadi musuh nomor satu rakyat Indonesia. Namun, citra tersebut mulai pudar. Dia menjadi idola baru setelah resmi menjadi milik Pelita Jaya.
Ya, rakyat Indonesia tentu tidak lupa dengan gol yang dicetak Safee ke gawang Markus Horison, pada final AFF Cup 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), beberapa waktu lalu. Golnya membuyarkan mimpi pecinta Timnas Garuda senior.
Tapi, citra tersebut tampaknya mulai pudar. Ironis, Safee justru menjadi idola baru setelah resmi menjadi milik Pelita Jaya. Itu terbukti dari banyaknya permintaan foto kepada mantan striker Selangor FC usai konferensi pers perkenalannya di Hotel Kristal, Senin (14/2/2011)
Dari pantauan, sejumlah wartawan meminta foto bersama untuk koleksi pribadi. Tak sampai di situ, ketika Safee dibawa ke area kolam renang untuk wawancara eksklusif dengan salah satu stasiun Tv swasta, tak sedikit karyawan hotel mengikuti Safee.
Usai diwawancara, mereka tak melewatkan kesempatan foto bersama. Beruntung, safee cukup sabar melayani permintaan tersebut. Dengan senyuman khasnya safee memenuhi permintaan foto para penggemarnya.
Well, selamat datang di Indonesia, Safee!
LPI, Real Mataram Imbangi PSM 1-1
February 12, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – PSM Makassar gagal meraih hasil maksimal saat berlaga di Stadion Mattoangin melawan Real Mataram dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI). ‘Tim Juku Eja’ hanya mampu bermain imbang 1-1.
Laga yang berlangsung pada Sabtu (12/2/2011) sore WITA itu, PSM lebih dulu ketinggalan di menit ke-18, setelah sundulan kapten Real Mataram, Supriyanto gagal ditangkap kiper PSM Deny Marcel.
PSM baru bisa menyamakan kedudukan sepuluh menit sebelum pertandingan usai. Tendangan keras Diva Tarkaz menembus gawang Real Mataram yang dijaga Arik Bahtiar.
Dua menit berselang setelah skor imbang, pemain tengah PSM asal Suriah,Marwan Sayedeh nyaris menambah gol PSM. Sayang Arik masih bisa menghalau bola sehingga tidak terjadi gol.
Di menit 88, wasit Sunaryo Joko menghadiahi Arik kartu kuning kedua, karena Arik memprotes terlalu keras keputusan Sunaryo. Posisi kiper ‘The Real’ pun diambil alih Supriyanto.
Bermain tanpa diperkuat playmaker kelahiran Serbia, Srecko Mitrovich yang terkena akumulasi kartu di pertandingan sebelumnya, permainan PSM nyaris berjalan pincang. Beruntung masih ada Richard Knopper yang menggantikan perannya. Namun tetap saja tak mampu membawa PSM meraih kemenangan.
Menurut pelatih PSM, Wilhelmus Gerrardus Rijbergen, dalam jumpa pers usai pertandingan, timnya banyak kehilangan bola dalam 20 menit awal babak pertama. Selain itu, anak asuhannya banyak melakukan kesalahan individu yang menguntungkan lawan.
“Banyak peluang kita yang terlewatkan, kita gagal menang di akhir pertandingan karena taktik mereka bagus dalam mempertahankan skor,” ujar Wim.
Sementara menurut pelatih Real Mataram asal Argentina, Jose Basualdo, pihaknya puas bisa meraih skor imbang melawan tim sekelas PSM. Jose berterima kasih pada pemain-pemainnya yang masih muda dan minim pengalaman.
“Permainan sore ini bisa memberi pelajaran yang sangat berharga bagi pemain-pemain kami,” tandas mantan pemain Timnas Argentina yang pernah merumput bersama Diego Maradona itu.
Posisi Pelatih Bandung FC Masih Aman dari Pemecatan
February 9, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Meski Bandung FC meraih hasil buruk dalam empat laga Liga Primer Indonesia (LPI), namun posisi pelatih Nandar Iskandar masih aman dari pemecatan.
Kekalahan beruntun di empat laga LPI, Nandar tidak mau jika pada laga berikutnya melawan Batavia Union, Sabtu (12/2/2011), menjadi kekalahan beruntun selanjutnya. “Jujur saya akui kecewa, tidak bisa meraih kemenangan di empat laga bersama Bandung FC,” kata Nandar usai memimpin latihan Bandung FC di Lap. Pusat Pendidikan Infanteri (PPI) Senin (7/2/2011).
Dia menilai, kekalahan selama ini bukan karena faktor pemain saja. Grafik permainan, kata Nandar, sudah menunjukan peningkatan. Hanya saja saat penyelesaian akhir selalu saja kandas. “Tidak ada pelatih yang ingin timnya kalah melulu,” tegasnya.
Nandar memilih penilaian akan dirinya kepada manajemen Bandung FC. “Keputusannya ada di manajemen. Jika ternyata menajemen menilai kurang baik, saya juga bisa memahaminya,” terangnya.
Selama empat laga yang dijalani Bandung FC semua tim memiliki materi yang lebih baik. Persebaya 1927, Persibo Bojonegoro, dan Persema Malang merupakan tim yang pernah berkompetisi di Liga Super Indonesia. Kehadiran Bandung FC dengan punggawa seperti Nuralim, Kurnia Sandi, dan Yaris Riyadi memang belum mampu mengangkat Bandung FC.
Nandar bertekad untuk bisa memperbaiki kinerja timnya saat bertandang ke Batavia Union. Batavia sendiri merupakan merupakan tim yang bernama Persitara Jakarta Utara sebelumnya. “Kita pernah bertemu mereka pada uji coba dan hasilnya menang. Tapi, mereka bisa menahan PSM Makassar di laga beberapa waktu lalu. Tetapi kita akan berusaha meraih kemenangan,” tuturnya.
Sementara itu, Manajer Bandung FC Mohamad Kusnaeni menjamin posisi Nandar Iskandar tetap aman hingga beberapa pertandingan berikutnya. Kusnaeni menjamin mantan pelatih Persib Bandung itu tetap aman meski gagal meraih poin saat melawan Batavia Union.
“Tidak ada pertaruhan pelatih pada laga melawan Batavian Union. Kita akan terus mengevaluasi setiap hasil yang diperoleh Bandung FC,” kata Kusnaeni. Menurutnya, mengganti pelatih bukan hal yang mudah karena sulit untuk mencari pelatih yang berkualitas.
Kusnaeni justru menganggap pengakuan Nandar sebagai hal positif. “Sebagai pelatih Nandar cukup bertanggung jawab. Bandung FC sebenarnya telah menunjukkan peningkatan. Dari cara bermain, Bandung FC sudah mulai menemukan pola organisasi tim. Di setiap pertandingan, Bandung FC bisa mengimbangi lawan,” jelasnya.
Kusnaeni melihat, tim lain selalu bisa mencetak gol lebih banyak daripada Bandung FC. “Ya, kita selalu melawan tim berat. Ini justru bagus agar kita bisa mengambil pelajaran. Setelah lima pertandingan ini kita harus bangkit,” tuntasnya.
Membentur Tiang, Markus Dilarikan ke RS
February 2, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Penjaga gawang Persib Bandung Markus Horison dilarikan ke rumah sakit setelah terjadi gol pertama Persipura, dalam pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Mandala, Rabu (2/2/2011).
Saat mengantisipasi sundulan Ian Kabes di menit 20 yang membuahkan gol, kepala Markus mengenai tiang gawang. Di saat para pemain Persipura merayakan gol tersebut, Markus terkapar di lapangan.
Kiper timnas Indonesia itu tampak tidak mampu bangkit walaupun sudah mendapat perawatan darurat. Tak menunggu lebih lama, ia ditandu ke luar lapangan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dengan ambulans untuk perawatan selanjutnya. Dadang Sudrajat masuk menggantikan dia.
Sampai berita ini diturunkan, Persipura sudah unggul 2-0 atas Persib, setelah Boaz Solossa menggandakan keunggulan tuan rumah.
Liga Indonesia, Kekuatan Arema Masih Sama
January 22, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola - Kekuatan Arema Indonesia seperti saat menjadi kampiun Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 masih tetap sama. Hal ini satu sisi bisa menjadi kelemahan sekaligus kekuatan Singo Edan.
Menurut striker Rachmat Afandi, kekuatan Arema memang ada pada kolektivitas tim yang bagus. Sebagai mantan punggawa Arema, pemain yang akrab disapa Fandi ini mengaku semua pemain Arema wajib diwaspadai.
“Tim Arema sekarang ya sama dengan musim lalu. Hanya beberapa orang yang pindah, dan itu pun bukan pemain inti. Jadi, meski ganti pelatih, tapi saya kira tetap saja karakteristik permainan Arena menyerang,” ungkap Fandi.
Pemilik nomor punggung 11 ini menambahkan, meski pelatih bukan lagi Robert Rene Alberts, namun dia menilai dari beberapa laga yang telah dilakoni Singo Edan, pola permaian tetap sama. Dia melihat, pola yang diterapkan pelatih baru Miroslav Janu tidak jauh berbeda saat dilatih Robert.
Dengan begitu, Fandi meminta semua pemain Maung Bandung tetap waspada dengan pergerakan pemain seperti Noh Alam Shah, Roman Chmelo dan Esteban Guillen. Sementara soal tidak adanya kapten Pierre Njanka, Fandi menilai hal tersebut bisa menjadi keuntungan bagi timnya saat menjamu Arema di stadion Siliwangi, Minggu (23/1/2011).
“Memang di Arema tidak ada Njanka dan kita tidak ada Gonzales. Kekuatan Arema bisa jadi keuntungan bagi kita karena permainannya bisa kita baca. Tapi kalau kita lengah, maka pasti mereka yang memanfaatkan kita. Yang jelas di kandang, kita wajib menang,” jelas Fandi yang berambisi mencetak gol ke gawang Kurnia Meiga.
Kisruh LPI vs PSSI, Komisi X Panggil Menpora
January 17, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola - Kisruh Liga Primer Indonesia dan PSSI belum juga surut. Komisi X DPR akan memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.
LPI telah resmi bergulir sejak 5 Januari silam dengan menampilkan Persema kontra Solo FC sebagai laga pembuka. Namun, hingga saat ini PSSI tetap menganggap LPI sebagai kompetisi ilegal.
Apalagi, PSSI juga telah mengantongi surat FIFA yang membolehkan badan sepakbola tertinggi Indonesia itu menghukum pihak-pihak yang terlibat dalam LPI.
Untuk itu, akan diadakan pertemuan Komisi X dengan Menpora. “Kalau tidak ada perubahan pertemuan dengan Menpora akan diadakan pada Rabu (19/1/2011),” kata anggota Komisi X Dedy Gumelar.
“Setelah itu baru kami akan memanggil PSSI dan LPI,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait rencana Komisi Pemberantasan Korupsi mengaudit dana APBD yang mengalir di PSSI, pria yang akrab disapa Miing ini tak mau memberikan banyak komentar.
“KPK jalan saja, itu kan sudah tugasnya mereka,” pungkasnya.
Arema Terbanyak di Timnas U-23
January 17, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Masuknya empat punggawa Arema FC, Kurnia Meiga, Ahmad Farizi, Dendi Santoso dan Yongki Ari Bowo disambut antusias tim berjuluk Singo Edan. Khusus Farizi dan Dendi, menjadi kebanggaan tersendiri karena produk asli Arema FC.
Sedangkan Kurnia Meiga dan Yongki tak begitu mengejutkan karena sebelumnya telah menjadi bagian tim nasional senior. Media Officer Arema FC Sudarmaji sangat berharap pemanggilan kedua pemain muda tersebut bisa menambah pengalaman bertanding.
Diakuinya, selama ini Farizi memang jarang menembus tim utama karena kalah senior dibanding Zulkifli Syukur. Kebetulan dua pemain ini berposisi sama sebagai wing back kanan. Namun Farizi dianggap mempunyai potensi sebagai wing back jempolan di masa depan.
“Dia cepat, antisipasi bagus, serta mempunyai mental petarung. Dia salah satu bakat terbaik Arema dan kita semua yakin dia akan mendapatkan kesempatan jika saatnya tiba,” kata Sudarmaji.
Malah Dendi yang bisa beroperasi sebagai striker atau sayap kiri, sudah mampu mencongkel pemain senior Fachrudin dari posisinya. Kendati demikian, Arema masih terganggu dengan jadwal pemusatan latihan tim nasional U-23 yang terancam berbenturan dengan jadwal reguler klub.
Untuk itu, tim berlogo kepala Singa bakal mengirimkan surat ke Badan Tim Nasional (BTN) agar mendapatkan kelonggaran atau keringanan jadwal. Artinya, keempat pemain itu bisa dipanggil sewaktu-waktu untuk memperkuat tim saat dibutuhkan.
“Apalagi kita mulai Maret akan bertanding di Liga Champion Asia (LCA). Pemain seperti Yongki, Dendi atau Kurnia Meiga sangat dibutuhkan klub. Kita akan meminta dispensasi agar di sela pemusatan latihan bisa sekaligus konsentrasi ke tim,” tandas Sudarmaji.
Sementara, ketika Arema menyumbang pemain terbanyak di tim nasional U-23, pukulan telak justru diperoleh tim tetangganya, Persema Malang. Dua pemain hasil naturalisasi, Irfan Bachdim dan Kim jeffrey Kurniawan, benar-benar tidak berguna untuk tim nasional.
Pelatih tim nasional Alfred Riedl membuktikan ucapannya tak akan mengambil risiko menarik pemain dari Liga Primer Indonesia (LPI). Praktis, Irfan Bachdim yang bersinar di Piala AFF 2010 silam, harus memendam impiannya memakai kostum tim merah-putih.
Pelatih Persema Timo Scheunemann sangat menyesali keputusan Alfred Riedl. Seharusnya seleksi pemain tidak dicampuri urusan di mana pemain yang bersangkutan bertanding. Setelah terbukti bermain bagus di Piala AFF, Timo mengklaim Irfan maupun Kim layak memperkuat U-23.
“Sangat mengecewakan. Kemarin di Piala AFF Irfan bermain bagus, tapi sekarang tidak dipanggil tim nasional. Seharusnya tim nasional tidak melihat di mana pemain bertanding, tapi lebih mempertimbangkan kualitas bermainnya,” uangkap Timo.
Inilah konsekuensi yang ditanggung Persema maupun Kim dan Irfan karena memutuskan ikut kompetisi LPI. Sebelumnya, walaupun berharap tetap menjadi bagian tim nasional, kedua pemain itu memang tidak begitu memikirkan peluangnya dipanggil Riedl.
Saat menandatangani kontrak dengan Persema dua pekan silam, Irfan Bachdim ingin berkonsentrasi pada permainannya di lapangan. Menjadi bagian tim nasional merupakan prioritas kedua setelah ia menunjukkan permainannya.
Vincent: “Pemain Lokal Hanya Mengerti Pass & Go”
January 13, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Vincent Partosoebroto sedikit merasa kesulitan berkomunikasi dengan para pemain seleksi timnas pra-Olimpiade.Umumnya pemain yang mengikuti seleksi tidak menguasai Bahasa Inggris.
“Komunikasi dengan pemain lokal sangat sulit karena mereka tidak bisa Bahasa Inggris. Mereka hanya mengerti ‘pass’ dan ‘go’. Ya, bagi saya ini sangat menyulitkan,” ungkap Vincent.
Di luar itu, Vincent menilai para pemain lokal memiliki teknik yang bagus sehingga dia harus berjuang keras untuk lolos seleksi.
“Ada beberapa pemain yang memiliki teknik sangat bagus, tapi secara umum mereka semua bagus,” ungkap keturunan Jawa-Belanda ini.
Vincent juga memuji pelatih Alfred Riedl dalam memimpin seleksi timnas Pra-Olimpiade. Pria asal Austria ini disebut memiliki kedisiplinan dan teknik yang baik.
“Saya rasa dia pelatih terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Dia pelatih yang sangat disiplin dan memiliki teknik sepakbola yang bagus,” puji Vincent.
Dalam sesi latihan pagi tadi, Vincent sempat pemanasan dan latihan finishing di depan gawang sekira 30 menit, sebelum istirahat di dalam ruang ganti.
“Saya merasa pusing saat latihan tadi karena cuaca tidak bagus dan saya tidak terbiasa.Saya tidak bisa bermain hari ini, mungkin besok istirahat dan lusa bisa bermain lagi, juga kenal pemain lebih banyak lagi serta melihat permainan dan kualitas mereka.”




