Tertarik Pada Ozil, Werder Bremen Menunggu Tawaran MU

July 30, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Manchester United dikabarkan tertarik terhadap Mesut Ozil. Werder Bremen menantikan tawaran tim asal Premier League itu.

Ya, Red Devils memang tertarik mendatangkan Ozil ke Manchester. Seperti yang diberitakan Kicker, Jumat (30/7/2010), Sir Alex Ferguson siap merogoh kocek untuk menambah menggaet Ozil.

Ferguson menyakini akan mendatangkan pemain timnas Jerman itu dengan harga 12 juta poundsterling. Namun sayangnya, penawaran untuk Ozil belum juga menghampiri Bremen.

Perfoma gelandang 21 tahun tersebut memang sangat luar bersama skuad De Panzer di Afrika Selatan. Tak heran jika Setan Merah terpikat terhadap pemain keturunan Turki tersebut.

Bukan hanya itu, klub raksasa Spanyol seperti Real Madrid dan Barcelona juga tertarik untuk meminangnya. Namun Werder menegaskan tidak ingin fokus dengan penawaran yang belum jelas untuk pemain andalannya itu.

Manajemen Bremen Siap Buka Pintu Negosiasi Untuk Ozil

July 19, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Tak seperti sikap klub lain yang akan mempertahankan mati-matian pemain andalannya, Werder Bremen justru menyatakan siap melepas bintang mudanta Mesut Ozil. Manajemen Bremen bahkan telah siap membuka pintu negosiasi kepada klub yang berminat.

Sejak tampil impresif kala mengantar timnas Jerman menempati juara tiga Piala Dunia 2010, nama Ozil memang langsung melejit. Playmaker 21 tahun berdarah Turki ini menjadi bidikan sejumlah klub elit Eropa. Dalam hal ini, dua raksasa Manchester United dan Real Madrid kabarnya berada di garis terdepan untuk mengamankan servis Ozil.

Sadar bintang mudanya tengah menjadi bidikan klub elit yang kemungkinan bakal menawar dengan banderol selangit, kubu Bremen pun menyatakan siap membuka pintu negosiasi. GM Bremen, Klaus Allofs bahkan mengaku akan mempertimbangkan tawaran yang masuk, kendati ia juga berharap klubnya mempertahankan pemain yang kontraknya menyisakan satu tahun ke depan ini.

“Saya sudah bisa memikirkan bahwa kami akan mendapat tawaran dalam beberapa pekan ke depan, atau sesaat sebelum jendela transfer musim panas ini ditutup,” ujar Allofs sebagaimana dikutip Sky Sports, Senin (19/7/2010).

“Jika sesuatu yang konkrit datang, kami memiliki tugas untuk membicarakannya dengan Ozil dan penasihatnya untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. Kami memang tak akan mengubah kebijakan kami,” tuturnya.

Di kesempatan berbeda, media Jerman, Bild melaporkan bahwa Ozil akan tetap bertahan di Bremen karena kedua kubu telah menjalin kesepakatan terkait perpanjangan kontraknya. Namun, kabar ini segera dibantah Allofs yang menekankan kedua kubu belum mencapai kesepakatan.

“Kami telah mengatur jadwal pertemuan dengan Mesut, tapi, selama kami berdiskusi, kami belum menemukan solusi. Kami telah mengajukan keinginan kami, tapi hal itu belum mendapat tanggapan. Jadi semuanya belum jelas,” tutup Allofs.

‘Messi Lebih Pantas Raih Golden Ball daripada Forlan’

July 15, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Lionel Messi gagal menampilkan performa terbaik bersama Argentina di Piala Dunia 2010. Kendati demikian, pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, berkeras, penyerang mungil Barcelona lebih layak merengkuh penghargaan Pemain Terbaik ketimbang Diego Forlan.

Menyabet trofi Pichichi alias topskor La Liga 2009/2010, bintang kesayangan Barcelona justru tak berhasil mencetak satupun gol di Afrika Selatan. Meski beberapa kali menciptakan peluang berharga serta menyumbang assist untuk armada Albiceleste, penampilan Messi memang tidak sesuai ekspektasi.

Tak ayal, Pemain Terbaik Dunia 2009 kalah pamor dari bomber Diego Forlan yang menyabet Golden Ball alias gelar Pemain Terbaik Turnamen berkat kontribusinya yang signifikan untuk Timnas Uruguay. Forlan menorehkan lima gol untuk La Celeste dan menjadi penyelamat skuad Oscar Tabarez melaju ke semifinal.

Kendati begitu, del Bosque toh tetap berharap Messi lah yang mendapat gelar pemain terbaik di perhelatan akbar itu. Tentunya, selain anak-anak asuhnya sendiri.

“Selain para pemain Spanyol, saya lebih suka Messi (yang meraih penghargaan itu). Di setiap pertandingan, dia membuat 20 peluang mencetak gol. Dia sangat fenomenal,” cetus del Bosque kepada Sport, Kamis (15/7/2010).

“Tentu kami ingin penghargaan itu menjadi milik salah satu pemain Spanyol. (Tapi) Messi lebih layak mendapat Golden Ball ketimbang Forlan,” tandasnya.

10 Alasan Mengenang Piala Dunia 2010

July 13, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan telah berakhir dan melahirkan juara baru dunia, Spanyol. Banyak berbagai hal yang terjadi selama satu bulan pelaksanaan turnamen empat tahunan ini. Bukan hanya prestasi, juga kontroversial.

Berikut 10 alasan untuk mengenang Piala Dunia 2010.

1.Vuvuzela

Selama pelaksanaan Piala Dunia 2010 hampir semua orang selalu membawa terompet plastik yang popular disebut Vuvuzela. Fifa menolak usulan pelarangan membawa Vuvuzela ke dalam stadion karena mengganggu jalannya pertandingan. Jurnalis yang bertugas meliput menyebutnya sebagai “peralatan dari neraka”. Faktanya suara vuvuzela yang menggema seperti sekumpulan nyamuk tak bisa dihentikan selama Piala Dunia.

2. Jabulani

Bola resmi Piala Dunia baru selalu disambut dengan kritik, namun Jabulani yang diambil dari bahasa Zulu berarti “untuk merayakan” paling banyak dihujani kritik. Para pemain dan pelatih mengkritik Jabulani terlalu liar. Akibatnya, menimbulkan serangkaian kesalahan fatal dan blunder pemain, seperti yang dialami kiper Inggris Robert Green.

3. Pelatih Trendi

Sebelum pelaksanaan Piala Dunia 2010, Pelatih Jerman Joachim Loew sudah dikenal sebagai sosok yang berpenampilan necis dan identik mengenakan syal. Namun, ketika laga dimulai Pelatih Jerman dan asistennya tampil memesona dengan sweater biru berkerah v-neck. Pakaian itu dianggap sebagai simbol keberuntungan Jerman, sehingga Loew selalu mengenakannya ketika mendampingi anak-anak asuhnya yang berlaga. “Saya tidak percaya dengan takhayul, namun staf pelatih meminta saya menggunakan sweater biru karena jika mengenakannya kami (Jerman) selalu bisa mencetak empat gol,” ujar Loew kepada The Sun. Sayangnya Jerman kalah dari Spanyol pada babak semifinal.

4. Korea Utara Mencetak Gol ke Gawang Brasil

Tidak banyak orang yang mendukung Korea Utara ketika melawan juara dunia lima kali Brasil. Namun, ketika Brasil unggul 2-0, pemain Korea Utara Ji Yun-nam mampu menjebol gawang Brasil melalui tendangan jarak jauh yang keras. Peristiwa itu bersamaan dengan rencana uji coba penembakan rudal Korea Utara. Sayang pada laga kedua Korea Utara dipermalukan Portugal 0-7.

5. Gol Lampard Tidak Disahkan

Setelah berjuang keras dan susah payah lolos dari babak penyisihan grup, Inggris langsung bertemu musuh bebeyutannya, Jerman. The Three Lions kalah dari Der Panzer 1-4, namun sebenarnya gol Frank Lampard pada babak pertama seharusnya bisa menyamakan kedudukan 2-2, jika disahkan wasit. Peristiwa itu membuat Presiden FIFA Sepp Blatter berjanji membuka diskusi penggunaan teknologi dalam sepak bola.

6. Ghana Gemilang

Pelaksaan Piala Dunia pertama kali di Benua Afrika kurang didukung penampilan tim-tim asal Benua Hitam. Afrika Selatan, Nigeria, Pantai Gading, Kamerun, dan Aljazair sudah tersingkir di babak penyisihan grup. Hanya Ghana yang tampil gemilang mencapai babak perempat final, setelah di babak 16 besar menaklukkan Amerika Serikat. The Black Star –julukan Ghana- gagal memenuhi ambisi menembus sebagai tim Afrika pertama masuk babak semifinal setelah dikalahkan Uruguay.

7. Tangan Tuhan Jilid II

Luis Suarez berhasil melakukan penyelamatan gemilang di depan gawang dengan memblok tendangan pemain Ghana menggunakan tangannya, pada menit terakhir masa perpanjangan waktu. Masalahnya dia adalah seorang striker, sehingga menerima kartu merah dan diusir keluar lapangan. Uruguay pun mendapat hukuman tendangan penalti. Aksi Suarez dilabeli “Penyelamatan terbaik sepanjang turnamen”. Bagi Ghana, Suarez merupakan musuh besar yang mengagalkan ambisi sebagai tim Afrika Pertama yang masuk semifinal.

8. Piala Dunia Kelima Maradona

Selama masa persiapan, Diego Maradona sebagai pelatih Argentina dinilai bakal mempermalukan Argentina dan dirinya sendiri karena penampilan La Albiceleste selama babak kualifikasi tidak meyakinkan. Beberapa aspek yang dianggap sebagai kelemahan adalah gaya melatih Maradona yang tidak konvensional. Langkah Argentina akhir terhenti oleh Jerman di babak perempat final. Semua orang pun tak mempermasalahkan prestasi yang dicapai tim asuhan Maradona.

9. Robbie Earle

Robbie Earle sebenarnya seorang jurnalis dari ITV, namun aksinya yang memberikan tiket pertandingan untuk keluarga dan temannya kepada 36 perempuan berpakaian mini berwarna orange menimbulkan masalah besar. Pasalnya, 36 perempuan itu dianggap melakukan pelanggaran ambush marketing saat pertandingan Belanda melawan Denmark. Sebab pakaian 36 perempuan itu ada pesan sponsor sebuah perusahaan bir asal Belanda. Earle akhirnya dipecat dan 36 perempuan tersebut ditahan, sebelum akhirnya dilepaskan kembali.

10. Paul, Gurita Peramal

Paul, sebenarnya hanya seekor gurita kelahiran Weymouth, Inggris. Namun, namanya semakin popular di Jerman setelah sukses menebak hasil pertandingan yang dijalani Der Panzer. Dari tujuh laga yang dijalani Jerman, Paul mampu menebak pemenangnya. Termasuk laga final Piala Dunia antara Spanyol dan Belanda.Total dari delapan tebakan Paul selama Piala Dunia 2010, semuanya tepat.

Wasit Terburuk Piala Dunia Dalam Dekade Terakhir

July 13, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Kepemimpinan wasit di Piala Dunia kerap menjadi sorotan, karena dinilai tidak menjadi pengadil yang baik di lapangan. Berikut empat wasit terburuk di ajang Piala Dunia dalam dekade terakhir, versi Goal.

Alberto Undiano Mallenco, Jerman 0-1 Serbia, 2010.

Penonton pasti mengharapkan 22 pemain di lapangan bermain dengan penuh komitmen sehingga pertandingan asyik disaksikan. Tapi Mallenco, wasit dari Spanyol ini menciptakan situasi yang berbeda.

Di antara menit 13 dan 37, dia mengeluarkan enam kartu kuning, dua di antaranya membuat Miroslav Klose terusir dari lapangan. Sementara 10 pelanggaran lain terjadi, tapi mayoritas hanya dianggap sebagai ‘kesembronoan’. Dalam pertandingan lain, mungkin dua di antaranya akan berbuah kartu merah.

Setelah banyaknya kartu yang keluar, Jerman dan Serbia bermain terlalu hati-hati. Setelah 90 menit pluit akhir dibunyikan. Namun kenyataannya permainan yang menghasilkan 9 kartu kuning itu sebenarnya sudah berakhir jauh sebelumnya.

Graham Poll, Kroasia 2-2 Australia, 2006.

Graham Poll tidak memberikan penalti kepada Australia saat Josip Simunic melakukan tekel keras di dalam kotak penalti. Selain itu ketika Stjepan Tomas menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti, wasit asal Inggris itu bahkan mengabaikannya.

Saat menjelang akhir babak kedua Harry Kewel menciptakan gol hingga kedudukan sama 2-2 yang berbau offside.

Dario Simic dan Brett Emerton diusir keluar, sebelumnya Simunic yang mendapat dua kartu kuning tidak dikeluarkan Poll. Pemain belakang ini justru baru dikeluarkan setelah mendapat kartu kuning ketiga.

Byron Moreno, Korea Selatan 2-1 Italia 2002.

Piala Dunia 2002 tidak membawa keberuntungan bagi Italia.Setelah mengalami tiga gol yang dianulir di awal turnamen, Azzurri tersingkir secara kontroversial oleh Korea Selatan dalam masa perpanjangan waktu.

Pada menit ke 102, Francesco Totti mendapat kartu kuning kedua karena dianggap melakukan diving di dalam kotak penalti.Kenyataannya dia kehilangan bola karena direbut Song Chong Gug dan jatuh karena tekel bersih pemain belakang itu.

Valentin Valentinovich Ivanov, Portugal 1-0 Belanda, 2006.

Ivanov gagal melakukan tugas utama wasit; mengontrol pertandingan. Tapi dia justru mencetak rekor dengan mengeluarkan 16 kartu kuning, dan mengusir empat pemain.

Howard Webb, Belanda 0-1 Spanyol, 2010.

Wasit yang dikecam para pemain Belanda karena dianggap banyak merugikan Belanda ini sering lalai melihat bola yang seharusnya berbuah sepak pojok.

Wasit Inggris ini dianggap melakukan empat kesalahan. Di babak pertama dia seharusnya mengusir gelandang Belanda Nigel de Jong karena menendang dada Xabi Alonso.

Di awal babak kedua, John Heitinga mendapat kartu kuning pertama karena melakukan tekel terlambat namun tidak terlalu keras kepada David Villa.

Kemudian Iniesta melakukan pelanggaran serupa kepada Arjen Robben tapi tidak diganjar kartu. Selain itu saat Iniesta bereaksi kepada Van Bommel dengan mencacinya, Webb tidak memberinya hukuman, padahal sesuai aturan, Iniesta seharusnya diganjar kartu merah.

Di akhir babak kedua Robben juga terjatuh di depan Puyol saat dirinya sudah berhadap-hadapan dengan kiper. Saat itu Robben terlihat mendapat dorongan, dalam situasi yang sangat menguntungkan untuk mencetak gol. Puyol layak mendapat kartu merah karena melakukan pelanggaran di saat Robben sangat berpeluang mencetak gol.

Kemudian Eljero Elia dihadang Sergio Ramos sesaat sebelum Spanyol melakukan serangan balik dan Iniesta mencetak gol. Padahal gol itu tidak akan terjadi bila tindakan Ramos diganjar pelanggaran dan Belanda mendapatkan tendangan bebas.

Robben: “Seharusnya Puyol Dikartu Merah”

July 12, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Arjen Robben juga melontarkan kekesalannya pada keputusan wast Howard Webb. Ia mengatakan bahwa Carles Puyol seharusnya menjadi pemain pertama yang dikeluarkan oleh Webb.

Robben kesal dengan keputusan wasit Webb yang memimpin laga final di Soccer City, Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Ia menilai Puyol seharusnya yang mendapat kartu merah lebih dulu dari wasit asal Inggris itu.

Bek Spanyol itu telah mendapatkan kartu kuning saat babak pertama. Namun Robben mengeluh karena Puyol melakukan pelanggaran kepada dirinya saat melewatinya dan hal itu nyaris membuahkan gol bagi Belanda.

Meski demikian usaha Robben masih dapat digagalkan Iker Casillas. “Saat saya mendapatkan kesempatan kedua wasit seharusnya memberikan kami tendangan bebas dan Puyol (kedua) kartu kuning,” ujarnya seperti dilansir Reuters.

Robben pun beralasan bahwa dia tidak mendapatkan teman sehingga peluang tersebut gagal menjadi gol. “Saya tidak dapat terus bergerak begitu juga kiper mereka terlalu dekat,” ungkapnya.

Robben memang sempat mendapatkan kritikan karena aksi divingnya setelah mengalahkan Brasil di perempatfinal. Namun di laga final ini Robben mencoba meyakinkan wasit bahwa dia telah dilanggar.

“Sebagai pemain, Anda selalu ingin melanjutkannya dan terutama 10 menit sebelum pertandingan final Piala Dunia berakhir ketika Anda sudah mendekati tujuan,” tambahnya.

Jelang Final 2010, Skuad Oranje Tetap Dukung Van Persie

July 10, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Robin van Persie belum membukukan satu gol pun di putaran final Piala Dunia. Tapi, rekan-rekan setimnya tetap memberikan dukungan penuh.

Beberapa waktu lalu Van Persie dikabarkan berselisih dengan Bert van Marwijk lantaran dirinya ditarik keluar di pertandingan melawan Slovakia. Kendati demikian, Van Marwijk tetap mendukung bomber Arsenal tampil maksimal di laga pamungkas melawan Spanyol, Senin (12/7/2010) dini hari WIB.

“Permainan Robin berkembang di beberapa pertandingan terakhir dan saya masih sangat percaya kepadanya,” kata Van Marwijk.

“Dia akan menunjukan penampilan terbaik di pertandingan mendatang,” imbuhnya seperti dilansir Goal, Sabtu (10/7/2010).

Dukungan juga diberikan kompatriot Dirk Kuyt. “Robin pemain berkualitas. Kami melihat beberapa hal di pertandingan lawan Uruguay (di semifinal), tapi Piala Dunia kali ini membuat striker kesulitan mencetak gol, mencipatakan ruang gerak, dan peluang emas,” aku Kuyt.

“Tapi, Robin telah bekerja keras. Dia pemain di tim ini. Dia hanya keculitan menciptakan peluang. Orang berharap dia mencetak lima atau enam gol. Dia gagal membuat itu, tapi permainannya penting bagi kami,” lanjut striker Liverpool.

Berhasil Ke Final, La Furia Roja Dapat Hibur Rakyat

July 10, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Sudah klise rasanya kalau kita menyebut sepakbola bisa menyatukan sebuah bangsa. Tapi itulah yang terjadi dengan rakyat Spanyol melihat timnasnya maju ke final Piala Dunia 2010.

Perlu diketahui, Spanyol adalah salah satu negara dengan tinggal pengangguran tertinggi di Eropa saat ini. Untuk mencegah nasib mereka jadi seperti Yunani yang terlanda krisis parah, Pemerintah Spanyol pun dipaksa berhemat dengan cara menyunat gaji pekerja di sektor publik.

Namun dampak krisis tersebut sedikit terobati dengan penampilan timnas sepakbola Spanyol di Piala Dunia 2010. La Furia Roja berhasil maju ke final untuk menantang Belanda, Minggu (11/7/2010).

Penampilan Spanyol yang cukup meyakinkan meski kalah di partai pembuka menghadapi Swiss telah membuat

“Banyak orang yang menderita karena krisis keuangan ini dan ini adalah kebahagiaan luar biasa yang bisa membuat kami lupa semuanya,” ujar kiper Spanyol Iker Casillas kepada Radio Marca seperti dikutip Reuters.

Para pemain Spanyol mungkin tidak terlalu merasakan dampak krisis finansial tersebut karena keseluruhan dari mereka adalah para pesepakbola bergaji tinggi.

Namun Casillas menawarkan simpati bahwa ia juga mengerti arti krisis itu karena banyak anggota keluarganya yang terimbas.

“Saya memang orang yang cukup beruntung, tapi saya punya keluarga dan teman sehingga saya tahu apa yang sedang dialami oleh orang-orang,” tukas Casillas yang pemain Real Madrid itu.

Tanda bahwa sepakbola bisa menjadi obat buat rakyat Spanyol terindikasi dari angka 14 juta pesawat televisi dan 80 persen penonton televisi yang menyaksikan pertandingan semifinal antara Spanyol kontra Jerman yang dimenangi El Matador 1-0.