Garuda Indonesia Pantang Menyerah!
December 27, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Apa hendak dikata. Hasil yang ditorehkan Timnas Indonesia di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur jauh dari harapan. Tanpa ampun, Firman Utina dkk nyatanya dicukur Malaysia 3-0.
Alfred Riedl menilai Garuda kali ini tampil dibawah form dan sebaliknya Malaysia bermain trengginas. Pertahanan Indonesia mulai koyak setelah gol pertama, akibat kesalahan pemain belakang Indonesia. Setelah itu, praktis Harimau Malaya tampil mendikte pertandingan.
Kekalahan 3-0 membuat langkah Indonesia sangat berat untuk menjadi juara pertama kali di Piala AFF. Tapi dalam sepakbola tidak ada yang tidak mungkin. Defisit tiga gol, masih bisa dikejar saat kedua tim kembali bertemu di Stadion Gelora Bung Karno 29 Desember 2010. Sebelum pertandingan berakhir, pantang bagi Timnas untuk menyerah.
Jelang Final Piala AFF, Gangguan demi Gangguan Menimpa Timnas
December 25, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Setelah disibukkan dengan berbagai acara seremonial dan bahkan cenderung politis, rupanya gangguan belum habis menerpa Bambang Pamungkas dkk. Termasuk yang terjadi dalam penerbangan ke Kuala Lumpur. Timnas Indonesia bertolak dengan pesawat pribadi Pegasus Air dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (24/12/2010). Berkebalikan dengan niat untuk membuat timnas nyaman, yang terjadi justru sebaliknya.
Namun dari pengamatan detikSport di salah satu tv swasta, kondisi di dalam pesawat kurang nyaman. Pasalnya, selain pemain, ofisial tim dan pengurus PSSI, juga terdapat keluarga pengurus PSSI dan wartawan.
Keberadaan pihak-pihak yang tidak seharusnya berada di kabin itu sangat patut disesalkan. Bagaikan sedang membuntuti selebriti, reporter televisi milik keluarga Bakrie (yang juga pemilik pesawat dan rekan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid), itu getol mewawancarai para pemain.
Karenanya, terlihat beberapa pemain menampakkan bahasa tubuh yang tidak nyaman. Alih-alih istirahat karena pada sore harinya timnas akan langsung berlatih di Malaysia, para pemain malah jadi lelah.
Hal ini sangat disesalkan karena di saat timnas butuh kondisi fisik prima dan fokus total, mereka justru mendapat gangguan demi gangguan yang sama sekali tidak diinginkan.
Sindo Galang Dukungan untuk Timnas Indonesia
December 23, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Seputar Indonesia (Sindo) menggalang dukungan untuk timnas Garuda dengan meminta membubuhkan tanda tangan di sebuah spanduk besar. Novian, dari Markom Sindo saat ditemui di Kemenpolhukam mengatakan.
“Kami akan mengumpulkan sejuta tanda tangan untuk mendukung PSSI yang nanti akan bermain di Bukit Jalil.” Dengan adanya kegiatan ini terlihat bahwa apresiasi dari media cetak Sindo, Group dari MNC untuk Timnas begitu besar.
Penandatangan spanduk dimulai dari Gedung Kemenpolhukam sekitar pukul 1 siang, kemudian pengumpulan tanda tangan dilanjutkan ke Mahkamah Konstitusi pada Kamis, (23/12/2010).
Kegiatan ini mendapat sambutan yang baik dari para pejabat di MK, bahkan Ketua MK Makhfud MD juga ikut membubuhkan tanda tangannya. Beliau sangat menyukai sepak bola. Saat ditemui wartawan Mahfud mengatakan.”Kalau mau nonton bola jangan dibiayai negara,” tegasnya.
Ketua MK ini mengaku siap merogoh kantongnya untuk menyaksikan laga final di Malaysia nanti, ” Saya akan berangkat atas inisiatif sendiri, tapi karena saya ini pejabat negara saya akan koordinasikan dengan Menpora, tapi semua itu atas biaya pribadi.” tutur Mahfud.
Mantan Politisi PKB ini mendukung aksi penandatangan dan beliau yakin kalau TIM Garuda akan menuai kemenangan dari Malaysia.
Nurdin: “Persiapan Timnas Tidak Akan Terganggu”
December 23, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menilai persiapan tim tidak akan terganggu dengan agenda-agenda di luar lapangan. Ia juga menyebutkan alasan pelatih Alfred Riedl tidak mengikuti acara doa bersama. Sebelum berangkat ke Malaysia besok pagi dalam rangka final Piala AFF 2010, timnas Indonesia menghadiri acara doa bersama di pondok pesantren Assidiqiyah, Jakarta, Kamis (23/12/2010) petang.
Seluruh pemain, ofisial dan beberapa pejabat teras PSSI hadir diacara tersebut, kecuali Riedl. Menurut asisten pelatih Wolfgang Pikal, pelatih asal Austria itu tidak ikut karena “sibuk”.
“Riedl memang tidak biasa dengan acara-acara seperti ini. Bukannya menolak. Waktu acara di rumah saya juga tidak hadir,” ucap Nurdin kepada wartawan. “Dia mengizinkan acara sore ini, tapi jangan terlalu lama, cukup satu jam.”
Saat ditanya apakah agenda-agenda di luar lapangan tidak menggangu persiapan tim, terutama efeknya pada fisik pemain, Nurdin tidak merasa demikian.
“Saya kira tidak (mengganggu). Saya kira ini baik, karena ini ‘kan doa bersama. Tidak mengganggu persiapan tim besok. Apalagi ini belum pernah ada, timnas didoakan oleh ulama dan santri pesantren.”
Nurdin menuturkan, acara istighosah ini digagas oleh pihak ponpes.
“Ini bentuk silaturahmi. Semalam jam 9-10an, kami dihubungi Assidiqiyah. Mereka minta kami hadir untuk didoakan melawan Malaysia. Kebetulan jadwal sore ini kami libur, jadi semua staf pelatih, tim, manajer, bersedia,” tukasnya.
Saat berita ini diturunkan, rombongan timnas sudah meninggalkan ponpes sekitar pukul 7, atau hanya satu jam berada di sana.
Disiplin, Kunci Kekuatan Timnas ‘Merah Putih’
December 22, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Timnas Indonesia belum terkalahkan hingga laga semifinal. Penampilan Cristian Gonzales bahkan bisa disebut tanpa cela karena selalu menang di setiap pertandingan. Disiplin pemain menjadi kuncinya. Setidaknya itulah pendapat Pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann saat meninjau langsung latihan tim Garuda di lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Rabu (22/12/2010).
Selain disiplin, performa apik para pemain kunci Indonesia juga turut mempengaruhi kemenangan tim.
“Kekuatan tim nasional saat ini adalah disiplin. Beberapa pemain juga lagi on fire. Yang bisa saya bilang itu Bustomi (Ahmad Bustomi), Firman (Firman Utina), dan Cristian Gonzales,” kata Timo.
Tidak hanya ketiga pemain di atas, Timo juga menilai Bambang Pamungkas ikut berpengaruh pada tim. Meski sering dibangkucadangkan, Bepe tak mempersoalkan itu.
“Dia punya karakter bagus. Ketika dipinggirkan dia tidak masalah,” sambungnya.
Kesuksesan Timnas Tak Lepas dari Mantan Striker Hebat
December 22, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Kesuksesan Indonesia lolos ke final Piala AFF 2010 tidak lepas dari sosok pelatih Alfred Riedl. Menyandang catatan produktivitas oke, apakah ‘Pasukan Garuda’ sudah menyerap ilmu dari Riedl yang dulunya dinilai sebagai striker hebat? Semasa belum terjun ke dunia kepelatihan, Riedl menjalani karir sebagai pemain sepakbola profesional yang berposisi di lini depan alias penyerang.
Karir Riedl dimulai saat bermain bagi FK Austria Wien. Lalu dia pindah ke klub Belgia, Sint-Truiden pada usia 22 tahun.
Puas bermain selama 8 musim di Divisi I Belgia, Riedl kemudian melanjutkan karir sepakbolanya di FC Metz Prancis. Namun, di Negeri Mode tersebut, dia hanya bermain setahun dan kembali ke Austria pada musim berikutnya di klub Grazer AK. Catatan prestasi terbaiknya adalah menjadi dua kali top skorer di Divisi I Belgia.
“Riedl pelatih bagus. Dia dulu striker hebat, dan dia sudah mencetak 200 gol,” puji pelatih Persema Malang Timo Scheunemann.
Boleh jadi kelihaian Riedl menjebol gawang lawan itu juga menular ke skuad ‘Merah Putih’. Tengok saja catatan gol Indonesia di Piala AFF sejauh ini.
Dari tiga laga fase grup saja, Cristian Gonzales cs sudah memasukkan 13 gol. Jumlah itu bertambah dua usai melakoni semifinal, sebuah angka terbanyak di Piala AFF 2010. Imbasnya, Cristian Gonzales pun masih jadi topskorer sementara dengan tiga gol.
Meski begitu, Timo menilai kalau ketajaman Riedl sebagai striker dulu tidak tak lantas berpengaruh pada permainan timnas. Sukses Firman Utina cs ia nilai lebih kepada keseimbangan permainan.
“Nggak mempengaruhi, tim nasional bermain lebih balance. Buktinya Firman harus mundur dan Okto harus mundur,” tuntas pria asal Jerman ini.
“Timnas Indonesia Rapuh Dalam Pertahanan”
December 21, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Timnas Indonesia punya catatan cukup baik sepanjang gelaran AFF Cup 2010. Hingga semifinal leg kedua akhir pekan lalu, Indonesia mencatat 15 kali mencetak gol dan hanya dua kali kebobolan. Catatan itu akan dipertaruhkan di laga final melawan Malaysia, 26 dan 29 Desember mendatang.
Penyerang Malaysia Safee Sali, punya pandangan sendiri tentang kekuatan Indonesia. Bagi Sali, Indonesia memang gahar dalam serangan, namun rapuh dalam soal pertahanan. Kelemahan ini akan mereka manfaatkan pada laga final leg pertama di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Malaysia menjadi tim pertama yang sukses mengoyak gawang Markus Horison pada laga perdana babak penyisihan Grup A, 1 Desember 2010. Pertahanan Merah-Putih jebol di menit 17. Pergerakan individu Safee Sali mampu mengecoh bek Hamka Hamzah, Safee menyodorkan bola kepada Norshahrul Idlan yang berdiri bebas. Tanpa kesulitan Idlan menceploskan bola ke kanan gawang Markus. Sial buat Malaysia, gol tersebut malah melecut semangat bermain Indonesia yang akhirnya menang telak 5-1.
“Inilah peluang terbaik untuk kita membalas dendam. Kekalahan 1-5 sudah banyak membalaskan dendam dan kali ini kami bertekad untuk bangkit membenamkan Indonesia,” kata Safee Sali.
“Saya sadar bahwa pertandingan akan berjalan sulit dan kami punya beban berat. Kami harus bisa mencetak gol dan striker Norshahrul Idlan Talaha sudah pasti memainkan peranannya dengan baik. Saya harap bola banyak diberikan kepada saya, sudah pasti peluang untuk menjaringkan gol sangat terbuka. Safiq Rahim juga mampu merencanakan serangan dengan baik,” lanjut penyerang Selangor FC itu.
Safee mengakui bahwa timnya cukup lemah dalam penyelesaian akhir bola mati, baik tendangan sudut atau tendangan bebas. Tidak ada pemain yang mampu menyelesaikan dengan tandukan tajam.
“Kekurangan kita saat ini adalah pada situasi bola mati. Kita tidak mempunyai pemain yang mampu menyambut tendangan bebas atau sudut dengan baik. Pertahanan Indonesia tidak cukup kuat. Kami bisa mencetak gol saat kami bersua di penyisihan grup,” tutup Safee.
Saat ini kondisi pemain bertahan skuad Garuda dalam kondisi terbaik. Dua bek tengah Maman Abdurahman dan Hamka Hamzah mampu membuat frustasi penyerang Filipina. Hanya, pekerjaan rumah buat kiper Markus Horison yang sudah tiga kali melakukan blunder fatal dengan meninggalkan gawang untuk memotong umpan silang. Markus tidak lengket menangkap bola, dan kerap melahirkan kemelut di mulut gawang.
Piala AFF, Bepe Mengundang SBY Nonton Semifinal
December 13, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke latihan timnas Piala AFF berlangsung santai. SBY pun diundang Bambang Pamungkas menyaksikan laga semifinal kontra Filipina, yang langsung disanggupinya.
SBY secara mendadak mengunjungi latihan timnas Indonesia di lapangan C Senayan, Senin (13/12/2010) siang WIB. SBY menyambangi Firman Utina cs setelah menghadiri acara pembukaan raker Kejaksaan di Istana Negara, Jakarta, pukul 10.00 WIB.
Dalam kunjungannya tersebut, SBY sempat berbincang dengan pelatih Alfred Riedl. Dia pun melakukan dialog kecil di dalam lapangan dengan seluruh punggawa timnas.
“Silakan kalau ada yang mau tanya,” sahut SBY yang berdiri bersebelahan dengan Riedl dan Andi Mallarangeng di depan seluruh pemain yang duduk di rumput.
Dalam kesempatan itulah Bambang Pamungkas mengundang SBY untuk menyaksikan pertandingan semifinal pertama antara Indonesia kontra Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (16/12/2010) mendatang.
“Pak kita ingin bapak langsung berada di lapangan saat kita main,” sahut Bepe.
Undangan tersebut disambut positif oleh SBY. Meski punya jadwal yang padat di hari Kamis, dia tetap menyanggupi datang.
“Kemarin saya di Bali sayang sekali saya tak ada di Jakarta (untuk menyaksikan laga kontra Thailand). Besok Kamis siang saya sudah sampai Semarang. Insya Allah malam sampai Jakarta. Sampai jumpa nanti kamis malam,” jawab SBY.
Kunjungan SBY ke latihan timnas berakhir dengan sesi foto bersama. Menggunakan rompi warna hitam dipadu dengan safari lengan pendek warna abu-abu, SBY di antaranya didampingi Sekjen PSSI, Nugraha Besoes.




