“Jangan Salahkan Crouch!”

April 9, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Sebagai pelatih, sah saja jika melayangkan pembelaan terhadap pemain didikannya. Itulah yang dilakukan pelatih Tottenham Hotspur Harry Redknapp pada salah striker andalannya, Peter Crouch.

Ya, tak sedikit pendukung Spurs yang mengecam insiden pemberian kartu merah Crouch, saat laga melawan Real Madrid baru memasuki menit 15. Kartu kuning pertama didapat striker jangkung usai melanggar Sergio Ramos, sedangkan yang kedua lantaran melanggar Marcelo.

Tak disangka, defisit jumlah pemain berujung pada kekalahan sangat telak. Rabu (6/4/2011) dini hari lalu, Spurs menyerah 0-4 oleh Madrid, pada laga leg pertama perempatfinal Liga Champions di Santiago Bernabeu.

Kendati Crouch sudah melayangkan permintaan maaf, namun kecaman dari berbagai pihak masih mengalir. Sang pelatih pun mencoba memberikan pembelaan.

“Crouchy sudah merendah dan merasa dia membiarkan semangat semua pemain menurun. Tapi Anda harus ingat, tanpa Crouchy kami tidak akan mungkin berlaga di sana,” ujar Redknapp, dikutip dari Football365, Sabtu (9/4/2011).

“Golnya membawa kami ke perempatfinal. Dia yang memberi kemenangan (dari AC Milan) pada kami. Dia pemain hebat dan saya sudah banyak menghabiskan waktu bersamanya, baik personal maupun sebagai pemain. Dia sudah meminta maaf dan kita harus tetap melanjutkan ini,” paparnya.

Berkaca pada hasil di Bernabeu, peluang The Lilywhites memang sangat tipis. Namun setidaknya, armada London Utara masih memiliki asa saat harus menjamu El Real di White Hart Lane, pada laga penentuan tengah pekan mendatang.

“Tottenham Hotspur Akan Tampil Menyerang”

April 5, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Menghadapi tim sekelas Real Madrid ternyata tidak membuat Harry Redknapp gentar. Pelatih Tottenham Hotspur ini bahkan menegaskan timnya akan tampil menyerang kendati bermain di Santiago Bernabeu, markas El Real pada leg pertama babak perempatfinal Liga Champions, dini hari nanti.

Pelatih asal Inggris ini menilai, menerapkan strategi bertahan saat melawan tim bertabur bintang sekelas Madrid sama saja seperti bunuh diri. Apalagi, saat ini Spurs tengah dilanda krisis pemain di sektor pertahanan, menyusul cederanya Jonathan Woodgate, William Gallas dan Alan Hutton. Maka dari itu, Redknapp mengatakan dirinya akan tetap menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil menyerang.

“Kami tidak akan mengandalkan serangan balik semata, kami tidak datang ke sini (Madrid) untuk bertahan, karena kami tidak punya pemain bertahan,” tutur Redknapp dalam konferensi pers sebelum laga seperti dikutip Goal, Selasa (5/4/2011).

“Kami tahu, jika kami mengalami hari yang buruk maka itu akan jadi mimpi buruk buat kami. Untuk itu, kami harus bisa mengawali pertandingan dengan baik dan memastikan kami tidak kecolongan gol cepat dan membuat posisi kami dalam tekanan,” sambungnya.

Kembalinya Gareth Bale ke dalam skuad kian menambah kepercayaan diri Redknapp untuk menerapkan strategi menyerang. Dengan tiga pemain kreatif yang dimilikinya, Redknapp meyakini timnya bakal mampu menyulitkan Los Blancos.

“Kami memiliki tim yang berkarakter menyerang. Dengan adanya Luka Modric, Bale, Rafael van der Vaart dan Aaron Lennon, kami sudah seharusnya bermain ofensif,” imbuhnya.

“Saya tidak mengatakan saya takut kepada mereka (Madrid). Kami harus bisa lebih merepotkan mereka, ketimbang yang mereka lakukan kepada kami. Inilah yang akan kami lakukan di pertandingan nanti,” tandas arsitek yang disebut-sebut bakal menggantikan posisi Fabio Capello di kursi pelatih timnas Inggris ini.

Jelang Madrid vs Hotspur, Mourinho Hanya Incar Hasil Imbang

April 4, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Jose Mourinho tidak berani memasang target muluk saat Real Madrid menjamu Tottenham Hotspur pada leg pertama babak perempafinal Liga Champions, Rabu (4/4/2011) dini hari WIB. The Special One mengaku sudah cukup puas dengan hasil imbang.

Kekalahan 0-1 dari Sporting Gijon pada lanjutan La Liga, Minggu dini hari kemarin, menjadi salah satu penyebab utama goyahnya keyakinan Mou. Pelatih asal Portugal ini nampaknya mulai menyadari btuah Santiago Bernabeu tidak lagi mumpuni, menyusul patahnya rekor tak terkalahkan El Real di kandang sepanjang musim ini.

Selain faktor rekor kandang Madrid yang mulai luntur, Mourinho juga menilai, absennya sejumlah pilar seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Marcelo bakal membuat Madrid kian sulit meraih hasil positif. Dia menilai, tanpa bintang andalannya tersebut (CR7), Madrid seakan kehilangan kreatifitas dalam bermain.

“Saya tahu batas maksimal kami, karena para pemain sudah mati. Meski kami mampu mengamankan hasil imbang 0-0, itu merupakan hasil yang buruk di liga,” cetusnya menyikapi kekalahan Madrid dari Gijon yang membuat selisih mereka dengan rival utama, Barcelona menjadi kian lebar, yakni delapan angka.

“Melawan Spurs nanti, hasil imbang, mungkin bisa jadi hasil yang cukup bagus. Atau paling tidak, tidak ada drama, terutama saat pemain kami yang cedera kembali tampil di laga menentukan di London (leg kedua),” sambungnya.

Untuk bisa menang melawan Spurs, Mourinho mengatakan timnya harus mampu bermain dengan kreatifitas tinggi. Akan tetapi, dengan tidak tampilnya Ronaldo (cedera), Madrid hanya mengandalkan kejeniusan bintang muda Jerman, Mesut Ozil.

“Kami tidak memiliki pemain kreatif (saat melawan Gijon), terkecuali Mesut Ozil. Jika Cristiano Ronaldo bermain melawan Spurs, itu pasti karena dia dan saya mencoba mengambil risiko. Sebab, dokter mengatakan bahwa dia (Ronaldo) baru bisa tampil saat melawan Athletico Bilbao, pekan depan,” tambahnya memastikan Ronaldo bakal absen.

“Marcelo juga harus absen dua pekan, sementara Benzema baru bisa tampil saat laga melawan Bilbao dan laga menentukan di London (leg kedua lawan Spurs), bukan di laga nanti. Kami bisa saja tidak mengindahkan saran tim medis (dan menurunkan mereka). Akan tetapi, bila akhirnya berakibat fatal, Anda pasti akan membunuh saya dan itu sangat berisiko,” tandasnya seraya menegaskan dia enggan mengambil risiko pemain andalannya dibekap cedera parah bila dipaksakan tampil.

“Kini, kami harus mencoba mengatasi dengan pemain yang ada dan apakah kami puas dengan hanya hasil imbang. Akan tetapi, menurut saya hasil 0-0 sudah cukup bagus, meski skor 1-1 juga tidak terlalu buruk. Yang pasti peluang tetap ada,” tambahnya.

“Jadi, saya akan terlebih dulu berbicara dengan para pemain yang cedera dan menentukan apakah mereka siap mengambil risiko,” tegas pelatih 48 tahun yang tengah membidik sejarah dengan meraih trofi Liga Champions ketiganya dengan tiga klub berbeda.

Laga melawan Spurs juga akan menjadi pembuktian Madrid yang memiliki rekor buruk saat bersua dengan tim-tim asal Inggris. Tercatat dalam lima pertemuan dengan tim asal Inggris di lima musim terakhir, Los Merengues tak sekalipun mampu meraih kemenangan.

Pertemuan terakhir Madrid melawan wakil Inggris diketahui terjadi pada musim 2008/2009. Kala itu El Real dipermalukan Liverpool dengan agregat 5-0 pada babak 16 besar. Madrid kalah 0-1 di Santiago Bernabeu dan dipecundangi empat gol tanpa balas saat menyambangi Anfield di pertemuan kedua. So, mampukah Mourinho membawa Madrid mengakhiri rekor buruk atas tim Inggris?

Delapan Poin Terlalu Jauh Bagi Real Madrid

April 4, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Kekalahan mengejutkan atas Sporting Gijon membuat Real Madrid terpaut delapan angka dari Barcelona di posisi teratas. Sejarah La Liga mencatat tak ada satupun tim mampu mengejar ketinggalan delapan poin di pekan 30.

Tengah berusaha mengejar Barcelona di puncak klasemen, Madrid justru terjerembab di kandang sendiri. Santiago Bernabeu, Sabtu (2/4/2011) malam waktu setempat jadi kuburan buat El Real karena mereka dipaksa bertekuk lutut saat menjamu Sporting Gijon.

Karena Barcelona kemudian memetik kemenangan 1-0 atas Villarreal, ketertinggalan ‘Si Putih’ atas seteru abadinya itu semakin menjauh. Selepas pekan ke-30 kemarin jaraknya melebar menjadi delapan poin.

Bahkan sebelum Gerard Pique memastikan kemenangan Barca atas ‘Kapal Selam Kuning’, Jose Mourinho sudah mengakui kalau peluang Madrid meraih gelar juara semakin menipis.

Faktanya, sejak La Liga Primera menggunakan sistem pemenang mendapat tiga poin, belum pernah ada klub yang mampu mengejar ketertinggalan delapan angka selepas pekan 30. Demikian dikutip dari Marca.

Di musim 2004/05 Barca memimpin sembilan poin saat kompetisi melewati pekan ke-30. The Catalans kemudian menjadi kampiun dengan keunggulan empat angka atas Merengues (84:80).

Sementara pada musim 2005/2006 Madrid juga gagal mengejar ketinggalan 11 angka yang terjadi di pekan 30. Di musim tersebut skuad besutan Frank Rijkaard mempertahankan gelarnya dengan keunggulan 12 poin (82:70).

“Penebusan Dosa” The Special One

April 4, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Kekalahan 0-1 Real Madrid dari Sporting Gijon, pada laga lanjutan La Liga Minggu (3/4/2011) dini hari WIB, telah mencorengkan rekor Jose Mourinho sebagai pelatih yang sebelumnya tidak terkalahkan di kandang. Akankah laga leg pertama perempatfinal Liga Champions melawan Tottenham Hotspur menjadi ‘penebusan dosa’ The Special One?

Kekalahan tipis El Real di Santiago Bernabeu merupakan kekalahan pertama Mourinho di kandang, tercatat sejak 23 Februari 2002 silam, kala dirinya masih menukangi FC Porto. Miguel de las Cuevas, pencetak gol semata wayang Sporting Gijon di menit 79, adalah aktor di balik hancurnya rekor pelatih asal Portugal.

Alih-alih mengejar perolehan poin pemuncak klasemen sementara La Liga, Barcelona, kekalahan tersebut justru memperlebar jarak menjadi 8 poin. Ironisnya, skuad arahan Pep Guardiola meraih kemenangan 1-0 atas Villarreal, berkat gol tunggal bek Gerrard Pique. Barca kian mendominasi klasemen dengan raihan 81 poin, sementara Madrid bertahan di posisi runner-up dengan torehan 73 poin.

Lupakan La Liga sejenak, mari alihkan perhatian ke Liga Champions. Rabu (6/4/2011) dini hari WIB, Madrid harus melakoni laga kandang kembali dan kali ini, tim tamu datang membawa label Premier League. Seperti diketahui, kompetisi domestik tersebut dianggap paling bergengsi tidak hanya di dataran Inggris, tapi juga di Eropa bahkan dunia.

Memang, Tottenham Hotspur diklaim sebagai ‘pendatang baru’ karena sudah lama absen di kancah Liga Champions. Namun siapa sangka, perjalanan tim besutan Harry Redknapp melesat hingga mampu mengamankan satu tiket perempatfinal. Tak ubahnya Madrid, yang baru saja sukses mengakhiri kutukan babak 16 besar sepanjang enam tahun terakhir.

Sah saja jika ambisi besar menaungi kedua tim, demi merebut satu tiket semifinal. Terlebih El Real, yang berkesempatan membuka babak perempatfinal di Santiago Bernabeu. Mourinho boleh saja mengklaim kekalahan dari Sporting Gijon akibat absennya sejumlah pemain kunci, seperti Cristiano Ronaldo, Xabi Alonso, Mesut Ozil, dan Karim Benzema. Tapi ketika keempat pilar tersebut diturunkan saat menghadapi Spurs, kemenangan seakan menjadi harga mati bagi pasukan Los Blancos.

Ya, Mourinho dituntut menebus kegagalannya. Mantan pelatih Inter Milan sudah bertekad tidak akan memberi keuntungan sedikit pun pada armada London Utara. Namun satu hal yang masih mengganggu pikiran The Special One, yakni Rafael van der Vaart. Gelandang serang asal Belanda tak hanya datang membawa bendera The Lilywhites, ia juga menyandang predikat pemain yang terbuang dari Bernabeu.

Setelah berseragam El Real sejak Agustus 2008, van der Vaart resmi hijrah ke Tottenham di akhir musim lalu, tepatnya dua jam sebelum bursa transfer musim panas 2010 ditutup. Menurut Mourinho, pemain 28 tahun tersebut akan menyuguhkan performa terbaiknya guna membuktikan diri di hadapan ribuan publik Bernabeu. Namun Mourinho bisa sedikit bernapas lega, menyusul krisis yang melanda barisan pertahanan Spurs. Hanya Michael Dawson dan Sebastien Bassong yang terbilang fit 100 persen.

Jika Madrid dan Spurs mengemban misi berat masing-masing, bagaimana dengan enam tim lainnya? Bersamaan dengan laga di Bernabeu, Inter Milan akan menjamu Schalke 04 di Giuseppe Meazza. Sedangkan Chelsea vs Manchester United, Barcelona melawan Shakhtar Donetsk melakoni leg pertama perempatfinal, pada Kamis (7/4/2011) dini hari WIB.

Sepertinya, kemenangan juga menjadi harga mati bagi Inter, usai dipermalukan AC Milan dengan tiga gol tanpa balas pada Derby della Madoninna, Minggu (3/4/2011) dini hari WIB. Allenatore Leonardo Araujo sudah mengingatkan Javier Zanetti dkk untuk melupakan kekalahan tersebut, demi memfokuskan diri menghindari kekalahan dari wakil Jerman.

Laga menarik berikutnya tersaji di Stamford Bridge, dimana duo raksasa Inggris seakan mempertaruhkan gengsi masing-masing. Kendati kerap berduel di kancah domestik, Chelsea dan United tentunya enggan melewatkan kesempatan melanjutkan eksistensi di daratan Benua Biru. Terlebih skuad arahan Carlo Ancelotti, mengingat tipisnya peluang mempertahankan gelar juara Premier League, yang berpotensi besar direbut kembali oleh pasukan Old Trafford.

Sementara itu, Barcelona terlihat santai kala harus menjamu Shakhtar terlebih dulu. Meskipun keduanya berbekal status pemegang puncak klasemen liga domestik masing-masing, namun Barca lebih diunggulkan. Tak hanya berhak mendapat dukungan ribuan publik Camp Nou, serta materi pemain yang dianggap lebih berkelas, Barca sempat dua kali mengalahkan wakil Ukraina dalam tiga pertemuan terakhir di ajang Liga Champions (Oktober 2008) dan UEFA Super Cup (Agustus 2009).

Hasil pada leg pertama memang belum berbicara banyak. Namun setidaknya, kemenangan akan menuntun satu langkah menapaki babak selanjutnya. Tim manapun yang berhasil menghindari kekalahan, tentunya merasakan beban lebih ringan menyambut laga penentuan, pada Rabu (13/4/2011) dan Kamis (14/4/2011) mendatang.

Jadwal Perempatfinal Liga Champions 2010/2011:
Rabu 06/04/11 Real Madrid (01.45 WIB) Tottenham Hotspur
Kamis 14/04/11 Tottenham Hotspur (01.45 WIB) Real Madrid

Rabu 06/04/11 Internazionale (01.45 WIB) Schalke 04
Kamis 14/04/11 Schalke 04 (01.45 WIB) Internazionale

Kamis 07/04/11 Chelsea (01.45 WIB) Manchester United
Rabu 13/04/11 Manchester United (01.45 WIB) Chelsea

Kamis 07/04/11 Barcelona (01.45 WIB) Shakhtar Donetsk
Rabu 13/04/11 Shakhtar Donetsk (01.45 WIB) Barcelona

Jelang Madrid vs Spurs, Bale Berburu Jersey CR7

April 4, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola - Gareth Bale punya ambisi pribadi saat Tottenham Hotspur menghadapai Real Madrid di perempatfinal Liga Champions. Selain memetik kemenangan, dia berharap bisa bertukar jersey dengan Cristiano Ronaldo. Kepastian Bale dan Ronaldo untuk diturunkan dalam laga di Santiago Bernabeu, Rabu (6/4/2011) lusa sesungguhnya masih tanda tanya. Keduanya masih berusaha berpacu dengan waktu mengejar kepulihan setelah mengalami cedera.

Bale jelas menyimpan harapan besar bisa dimainkan dalam laga penting tersebut. Apalagi dia ingin bertemu dan berhadapan dengan idolanya Cristiano Ronaldo, pesepakbola yang dia harap mau bertukar jersey saat laga usai nanti.

“Saya sebelumnya sudah meminta pada (Ryan) Giggs, setelah Nesta selanjutnya adalah Cristiano (Ronaldo). Faktanya dia adalah pemain yang selalu saya ikuti. Saya mengaguminya,” sahut Bale.

Disebut Bale, dirinya dan Ronaldo punya beberapa kesamaan tipe permainan. Mengandalkan kecepatan dan power, keduanya jadi ancaman menakutkan buat tim lawan.

“Kami pemain yang serupa. Kekuatan fisik dan kecepatan. Saya melihatnya melakukan banyak hal dan saya ingin mengulangi itu,” tuntas winger Spurs asal Wales itu.

Demi Liga Champions, Madrid Minta Ubah Jadwal

March 21, 2011 by Administrator · 1 Comment 

Laga Bola – Real Madrid akan melakoni laga leg pertama perempatfinal kontra Tottenham Hotspur pada Selasa (5/4). Untuk itu pihak Los Blancos pun meminta laga dengan Sporting Gijon dimajukan sehari.

Seperti dilansir dari AS, sejatinya laga melawan Gijon di Santiago Bernabeu dihelat pada Sabtu (2/4/2011) atau Minggu dinihari WIB. Namun pihak Madrid berusaha meminta keringanan kepada otoritas liga terkait laga di Eropa.

Jika tetap pada jadwal semula maka Madrid hanya punya waktu 48 jam untuk recovery dan persiapan melawan Spurs. Hal yang mana tidak diinginkan oleh sang pelatih Jose Mourinho yang sudah mengeluhkan jadwal yang tak menguntungkan Madrid.

Sesudahnya otoritas La Liga (LFP) langsung mengadakan pertemuan untuk membicarakan kemungkinan laga digeser ke hari Jumat (1/4/2011) atau Sabtu dinihari. Sehingga El Real punya waktu istirahat lebih banyak.

Kejadian serupa pernah dialami Madrid pada satu dekade lalu kala mereka berlaga di final Liga Champions 2000 melawan Valencia. Laga melawan Real Valladolid yang semustinya digelar hari Sabtu dimainkan pada Jumat.

Dengan La Liga tinggal menyisakan sembilan laga lagi, setiap pekan terasa krusial bagi Madrid dan Barcelona dalam laju mereka ke tangga juara. Hal yang sama akan berlaku juga pada Barca yang akan melakoni laga leg kedua kontra Shakhtar Donetsk 12 April, setelah dua hari sebelumnya menghadapi Almeria.

Tottenham Siap Kejutkan Tim Real Madrid

March 21, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Menghadapi Real Madrid, Tottenham Hotspur bukan tim yang diunggulkan untuk lolos ke babak berikutnya. Namun bukan berarti Spurs tidak sanggup untuk menyingkirkan tim salah satu favorit juara itu. Sesuai hasil drawing, Spurs akan berhadapan dengan Madrid di babak perempatfinal. Secara teori, anak asuhan Harry Redknapp itu bukan tandingan buat tim raksasa Spanyol tersebut.

Walau tim lawan punya nama dan rekam jejak jauh lebih meyakinkan, Spurs layak untuk percaya diri. The Lily Whites punya modal bagus dengan pernah mengalahkan dua tim besar Eropa yakni Inter Milan (di babak grup) dan AC Milan di babak 16 besar.

Harry Redknapp mengaku skuadnya sadar dengan status underdog. Namun Los Blancos sebaiknya jangan meremehkan Spurs yang diklaim Redknapp memiliki para pemain yang sanggup merepotkan Cristiano Ronaldo dkk.

“Tidak banyak orang yang memberi kami kesempatan untuk lolos dari babak grup. Sekarang banyak yang bilang kalau Real yang akan lolos (ke semifinal),” sahut Redknapp kepada The Sun.

“Tapi kami punya para pemain yang pastinya akan membuat mereka cemas dan ini akan menjadi malam yang tepat ketika kami kembali ke tempat kami selama kami berada di sana. Menghadapi tim-tim besar menginspirasikan kami daripada mengintimidasi kami. Mereka punya nama besar di sepakbola dan Mourinho adalah manajer hebat.

“Kami sudah bekerja keras untuk sampai sejauh ini, jadi kami akan melanjutkannya lagi,” tuntas dia.