Arsenal Butuh Bek Tengah

July 31, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Arsenal masih membutuhkan pemain berposisi bek tengah. Manajer Arsene Wenger mengatakan idealnya timnya memiliki empat pemain di posisi tersebut. Siapa pemain yang diincar? Untuk musim depan, The Gunners tidak lagi diperkuat oleh sejumlah pemain seperti Mikael Silvestre, William Gallas, Sol Campbell, yang dilepas atau Philippe Senderos yang dijual ke Fulham.

Posisi bek tengah cukup vital bagi Arsenal, apalagi bila mengingat catatan di Liga Primer musim lalu di mana tim London Utara itu kebobolan 41 kali. Sebuah angka yang cukup buruk bila mengingat jumlah gol yang bersarang di gawang mereka di lima musim sebelumnya yang rata-rata adalah 35 gol per musimnya.

Wenger pun mengatakan pihaknya tengah mencari bek tengah tambahan guna memperkuat posisi yang kini digawangi Lauren Koscielny, Thomas Vermaelen, dan Johan Djourou. Selain mereka bertiga, Wenger juga memiliki alternatif dengan memasang gelandang Alex Song sebagai centre back.

“Kami masih mencari karena saat ini kami hanya punya tiga bek tengah dan musim lalu kami memiliki lima,” lugas manajer asal Prancis itu seperti dikutip dari AFP.

“Saya percaya bahwa kami setidaknya butuh empat bek tengah. Memang kami memiliki sejumlah pemain yang bisa dimainkan di posisi ini, namun secara umum kami memang masih mencari pemain,” tambah manajer berjuluk The Professor itu.

Salah satu nama yang dihubungkan dengan tim yang bermarkas di Stadion Emirates itu adalah bek timnas Jerman Per Mertesacker.

“Banyak nama yang kami pertimbangkan dan kami terus analisis. Kami akan menilai dari faktor kemungkinan finansial dan potensi teknik yang dimiliki pemain. Tetapi saya tidak mungkin untuk menyebut satu nama,” jelas Wenger menanggapi hal tersebut.

Manajer Arsene Wenger Lindungi Lukasz Fabianski

February 18, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Porto Laga Bola – Malam yang begitu buruk buat Lukasz Fabianski di Estadio do Dragao, saat dirinya melakukan blunder fatal yang merugikan timnya. Namun manajer Arsene Wenger melindungi sang kiper — setidaknya di depan umum.

Fabianski yang turun mengawal gawang Arsenal saat dijamu FC Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions Kamis (18/2/2010) dinihari WIB, sepertinya takkan melupakan pertandingan ini.

Di menit 11 ia tidak lengket dalam menangkap bola tendangan tak berbahaya Silvestre Varela. Bola masuk ke jalanya sendiri, dan The Gunners tertinggal 0-1.

Lalu di menit 51 ia menangkap bola backpass Sol Campbell sehingga Porto memperoleh hadiah tendangan bebas. Tambah sial, pemain Porto dengan cerdik mengambil freekick dengan cepat, ketika Fabianski belum siap dengan posisinya. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 2-1, dan bertahan hingga pertandingan selesai.

“Saya tak mau membahas penampilan individu,” tukas Wenger .

“Saya tak ingin menilai dia di depan orang-orang. Kami kalah sebagai tim, menang pun sebagai tim. Penampilan individu-individu tidak perlu diulas untuk publik,” tambah manajer asal Prancis itu.

Pembelaan Wenger buat Fabianski terutama diberikan atas blunder yang melahirkan gol kedua Porto. Menurutnya, freekick yang diberikan untuk Porto pun tidak layak.

Backpass Campbell tidak disengaja karena bola lebih dulu ditendang pemain lawan (Varela), lalu mengenai Sol. Kalau Anda membiarkan tim melakuka tendangan bebas tak langsung dengan cepat dari jarak lima meter dari gawang, bagaimana Anda mesti bertahan? Mendingan juga penalti sekalian. Sudah lama saya tidak melihat yang seperti itu.”

Wenger mengkritik keras kepemimpinan wasit Martin Hansson terutama karena membiarkan Porto melakukan freekick ketika timnya belum siap. Ia juga menyesalkan insiden dijatuhkannya Thomas Rosicky oleh Alvaro Pereira di kotak penalti Porto.

Hansson adalah wasit yang mengesahkan gol kontroversial Prancis di pertandingan playoff melawan Republik Irlandia November silam. Gol itu dicetak William Gallas yang menuntaskan umpan Thierry Henry, yang sebelum mengumpan rekannya itu terlihat sengaja menahan bola dengan tangannya.

Arsenal Tundukkan Liege 3-2

September 17, 2009 by admin · Leave a Comment 

BendtnerLagabola – Arsenal melakukan comeback gemilang dalam lawatannya ke Standard Liege. Sempat tertinggal dua gol di lima menit awal pertandingan, The Gunners pulang membawa kemenangan 3-2.  Arsenal dibuat terhenyak saat gawang mereka bobol sampai dua kali saat laga baru berjalan lima menit melalui tendangan Eliaquim Mangala dan eksekusi penalti Milan Javanovic. Adalah gol-gol dari Nicklas Bendtner, Thomas Vermaelen dan Eduardo da Silva yang kemudian membuat Arsenal keluar jadi pemenang.

Hasil ini jelas jadi awal yang bagus buat “Tim Gudang Peluru” di kompetisi Liga Champions musim ini. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi obat kekecewaan fans Arsenal yang harus tertunduk lesu di dua laga terakhir Liga Inggris saat berturut-turut dikalahkan Manchester United dan Manchester City. Dengan tiga poin yang dimiliki Arsenal untuk sementara memuncaki klasemen Grup H, mereka unggul agresivitas atas Olympiakos Piraeus yang pada laga lain menang 1-0 atas wakil Belanda, AZ Alkmaar.

Jalannya pertandingan

Di depan pendukungnya sendiri, Standard Liege menjalani start terbaik yang bisa mereka lakukan saat mampu langsung memimpin di menit ketiga. Adalah Eliaquim Mangala yang menyentak kubu The Gunners dan memberikan euforia luar biasa buat publik Stade Maurice Dufrasne, Kamis (17/9/2009), dinihari WIB.

Gol pembuka tuan rumah tersebut berawal dari tendangan sudut yang gagal dibuang dengan sempurna oleh Eduardo da Silva. Bola yang mengarah ke Eliaquim Mangala langsung disambar dengan tendangan keras yang membuat si kulit bundar bersarang di gawang Vito Mannone, kiper pengganti Manuel Almunia yang absen lantaran cedera.

Dua menit setelah gol tersebut Arsenal kembali terhenyak. Kali ini karena wasit menunjuk titik putih setelah William Gallas dianggap melanggar Milan Javanovic di dalam kotak terlarang. Mengeksekusi sendiri hadiah penalti, sepakan Javanovic mengubah kedudukan menjadi 2-0. Kiper Vito Mannone, yang bertugas menggantikan Manuel Almunia yang tengah dibebat cedera, tak mampu berbuat banyak dan salah membaca arah bola.

Peluang pertama Arsenal datang di menit 12 saat tendangan Eduardo di dalam kotak penalti saat menyambut umpan Diaby terhadang bek lawan. Berusaha mencari gol penyama, Arsenal mendominasi menit-menit berikutnya. Namun penguasaan bola yang mencapai 63% tak banyak berpengaruh karena anak asuh Arsene Wenger tak mampu membuat peluang matang.

Arsenal harus menunggu hingga jelang turun minum untuk bisa mencetak gol pertamanya. Mendapat umpan terukur dari Diaby, sepakan rendah Bendtner dari sisi kanan menerobos di antara sela kaki kiper Sinan Bolat dan mengubah kedudukan menjadi 1-2 masih untuk keunggulan Liege. Di awal babak kedua Arsenal nyaris kemasukan gol cepat lainnya. Kesalahan Alex Song melepaskan umpan pada Gallas membuat bola jatuh ke kaki Dieudonne Mbokani, tim tamu beruntung sepakan Mbokani masih bisa dihalau Gael Clichy.

Semenit berselang gantian Mangala yang membuat penyelamatan di kubu Liege. Dia sukses memblok tendangan Bendtner yang mengarah ke dalam gawang, kali ini Bendtner dapat suplai bola hasil umpan panjang Tomas Rosicky. Penantian Arsenal untuk bisa menyamakan kedudukan akhirnya terealisasi di menit 78 lewat aksi Vermaelen. Diawali umpan tendangan bebas Cesc Fabregas, bola yang jatuh ke Alex Song langsung diumpan olehnya. Berdiri di muka gawang, Vermaelen dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang dang mengubah kedudukan jadi 2-2.

The Gunners kemudian malah mampu membalas dua gol cepat yang bersarang di gawangnya pada awal laga. Tiga menit setelah Vermaelen gantian Eduardo mencatatkan namanya di papan skor. Menyongsong tendangan sudut yang dilepaskan Fabregas, striker Kroasia itu dan mengarahkan bola ke dalam gawang dari jarak dekat. Skor 3-2 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirya pertandingan.

Manchester United vs Arsenal 2-1

August 30, 2009 by admin · 2 Comments 

MU vs ArsenalManchester Lagabola – Setelah menyamakan skor, Manchester United berbalik unggul atas Arsenal. Gol yang bikin MU memimpin 2-1 itu lahir dari bunuh diri Abou Diaby dan bertahan hingga akhir pertandingan selesai. Emmanuel Eboue menjadi pemain pertama yang melepaskan tendangan di area depan gawang lawan, kendati sepakan yang dia lepaskan dari jarak 18 meter ke arah gawang di menit ke-2 itu masih melebar jauh dari sasaran.

Arsenal mendapat tendangan bebas di menit ke-5 dan diambil oleh Andrei Arshavin. Ben Foster melompat menjangkau bola, tapi tangkapannya tak lekat. Namun, dia berhasil meraihnya pada usaha kedua. MU mencatat peluang emas pertamanya di menit ke-9. Setelah berusaha perlahan-lahan mencari celah di muka gawang Arsenal, Wayne Rooney mengarahkan bola kepada Darren Fletcher yang meneruskan dengan sepakan first time. Namun, arahnya masih melambung.

Di menit ke-23, kesalahan Gael Clichy di depan gawang nyaris bisa dimanfaatkan pemain MU, kendati Manuel Almunia lantas berhasil menyergap bola. Semenit berselang, gantian gawang MU dalam bahaya lewat upaya Robin van Persie dan Arshavin. MU mendapat tendangan bebas di menit ke-32 setelah Patrice Evra dijatuhkan William Gallas sedikit di luar area penalti. Rooney mengeksekusi tendangan bebas meski arah bola masih melebar. Lima menit sebelum jeda, Arsenal unggul. Dari sepakan keras di luar kotak penalti, Arshavin yang tidak terkawal dengan baik berhasil bikin gol. Foster coba meregangkan tubuh menahan laju bola tapi gagal.

Sesaat sebelum turun minum, MU berusaha menggempur gawang Arsenal. Namun, belum ada gol balasan yang lahir sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama. Tiga menit memasuki babak kedua, umpan Arshavin dari rusuk kiri berhasil mengarah ke van Persie yang meneruskan dengan sontekan ke arah gawang dari jarak dekat. Beruntung buat MU, Foster dengan sigap masih bisa menahan bola masuk ke dalam gawang dengan kakinya. MU mendapatkan penalti di menit ke-57 setelah Almunia menjatuhkan Rooney di kotak terlarang. Almunia dapat kartu kuning dan Rooney yang jadi eksekutor pun menyamakan kedudukan.

Arsenal nyaris unggul lagi di menit ke-61 lewat tendangan bebas Van Persie. Bola sepakannya menghantam mistar gawang MU. MU berbalik unggul di menit ke-64. Tendangan bebas Giggs yang dilayangkan ke muka gawang malah ditanduk Abou Diaby ke dalam gawang sendiri.

Susunan Pemain:

Manchester United : Ben Foster, Nemanja Vidic, John O’Shea, Patrice Evra, Wes Brown;,Ryan Giggs, Darren Fletcher, Michael Carrick, Nani, Antonio Valencia (Park Ji Sung ’63), Wayne Rooney.

Arsenal : Manuel Almunia, Thomas Vermaelen, William Gallas, Gael Clichy, Bacary Sagna; Abou Diaby, Denilson, Alexandre Song Billong, Andrei Arshavin, Emmanuel Eboue, Robin Van Persie.