Laga Bola – Kesuksesan skuad Vicente del Bosque merengkuh trofi Piala Dunia 2010 disambut perayaan gegap gempita di seluruh penjuru Spanyol.

La Furia Roja harus bekerja keras sebelum mengklaim kemenangan 1-0 atas Belanda di final Piala Dunia, Senin (12/7/2010) dini hari WIB. Adalah gelandang Barcelona, Andres Iniesta, yang menjadi pahlawan Spanyol berkat gol tunggalnya di menit 117 alias perpanjangan waktu.

Gelar pertama Tim Matador di perhelatan Piala Dunia sekaligus melengkapi kesuksesan mereka di ajang Euro 2008 lalu. Masyarakat Spanyol pun larut dalam kegembiraan seraya berpesta semalam suntuk merayakan raihan Iker Casillas dkk.

Melalui tayangan televisi, alun-alun kota di seluruh penjuru Spanyol dipadati warga yang berpesta. Madrid langsung gegap gempita menyaksikan Iker Casillas mengangkat trofi bergengsi itu di Soccer City, Johannesburg. Dengung suara vuvuzela terdengar di berbagai sudut kota, begitu pula klakson mobil.

Salah satu fan di Madrid ‘iseng’ membentangkan spanduk bertuliskan “Paul Gurita, Selamanya!”, lengkap dengan gambar binatang paling populer sejagad saat ini.

Pemandangan mengharukan tampak di Barcelona, dimana masyarakat melambaikan bendera Spanyol dengan semangat. Padahal, Sabtu (10/7/2010) lalu, lebih dari 1,1 juta penduduk melakukan demonstrasi menuntut otonomi untuk Catalunya.

Perayaan ini rupanya tidak terbatas di dataran Spanyol semata. Di Toronto, Kanada, para suporter Spanyol turun ke jalan sambil berdansa di atas mobil maupun truk.

Di Mexico City, sekira 2500 fans berkumpul di Plaza de Cibeles untuk merayakan gelar pertama La Furia Roja. Dentuman drum, tiupan vuvuzela, serta nyanyian warga menambah riuh suasana pesta, demikian dilansir Soccerway.

Kendati datang ke Benua Hitam sebagai kandidat favorit, Spanyol mengawali Piala Dunia kurang meyakinkan menyusul kekalahan 0-1 oleh Swiss di laga pembuka Grup H. Beruntung, Tim Matador bisa memperbaiki penampilan dan memenangkan seluruh laga lainnya hingga menantang De Oranye di partai puncak.

LEAVE A REPLY