Totti : “Saya Telah Membuat Kesalahan”
May 7, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Roma Laga Bola – Francesco Totti mengakui bahwa dia telah melakukan kesalahan. Namun kapten AS Roma ini mengecam sikap suporternya yang pergi meninggalkannya karena melakukan pelanggaran kepada Mario Balotteli. Totti diganjar kartu merah di final Coppa Italia setelah menendang kaki er Balotelli. Totti pun mengakui bahwa dia telah membuat kesalahan karena dendam atas aksi striker Inter ini saat kedua tim bertemu musim lalu.
Namun, Totti tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya atas sikap para suporternya yang pergi meninggalkannya. “Itu benar, saya telah membuat kesalahan,” aku Totti.
“Tapi hal yang benar-benar buruk adalah setelah saya mencetak gol di Parma pekan lalu setiap orang mengucapkan selamat. Tiga hari setelah itu mereka semua pergi dan membiarkan saya sendiri hanya dengan teman-teman lama saya,” ungkapnya.
Beberapa jam lalu Direktur Roma Gian Paolo Montali sempat mengatakan bahwa Totti bisa mendapatkan sanksi dari klub namun akhirnya pihak klub melunak.
“Tidak, klub tentu saja tidak akan menghadapi tindakan menghadapi Totti,” ujarnya.
Kartu Merah Totti Gara-gara Kesal
May 6, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Roma Laga Bola – Francesco Totti menerima kartu merah pada final Coppa Italia karena menendang Mario Balotelli. Kapten AS Roma itu melakukannya karena kesal akan aksi Balotelli musim lalu saat kedua tim bertemu. Totti yang baru masuk di menit ke-46 menggantikan David Pizarro melakukan tindakan bodoh di saat timnya tengah berusaha mengejar ketertinggalan 0-1 dari Inter Milan. Tepat semenit sebelum memasuki masa injury time, Totti terlihat wasit menggasak Balotelli.
Tanpa ampun wasit pun langsung mengacungkan kartu merah ke udara dan Totti harus keluar lapangan sebelum laga usai. Alhasil di waktu tersisa Roma tak bisa mencetak gol dan merelakan trofi Coppa Italia melayang ke kota Milan. Sebagai pemimpin ‘Pasukan Serigala’ tak seharusnya Totti berbuat konyol seperti itu. Namun ketika ditanya alasan ia melakukannya Totti punya jawaban yang sedikit mengejutkan.
“Saya menendangnya karena perkataannya di lapangan dan apa yang di lakukan di San Siro,” sahut Totti kepada forzaroma.info.
Kejadian itu berlangsung musim lalu saat Inter dan Roma berduel di Giuseppe Meazza. Dalam laga yang berakhir 3-3 itu, Balotelli mencetak dua gol. Saat merayakan gol, ‘Super Mario’ berlari ke arah fans Roma dan menaruh telunjuknya di depan bibir sebagai tanda menyuruh Romanisti diam.
Totti ternyata menyimpan dendam atas kelakuan Balotelli itu dan ketika kesempatan itu datang semalam, Totti pun tanpa sungkan melakukannya.
Lippi: Lazio – Inter Aneh
May 5, 2010 by Administrator · Leave a Comment
ROMA Laga Bola – Satu lagi yang berkomentar terkait ‘keanehan’ laga Lazio versus Inter Milan akhir pekan lalu. Apa katanya?
Pelatih Timnas Italia, Marcello Lippi, tak habis pikir mengapa Laziale –pendukung Lazio- bisa sumringah melihat timnya dikalahkan Nerazzurri dalam lanjutan Serie A, Senin (3/5/2010) dini hari WIB.
“Melihat suporter di stadion melawan timnya sendiri tak pernah terjadi sepanjang karier saya,” tandas Lippi.
“Kami melihat Inter begitu superior dan Lazio berada pada kondisi psikologis yang aneh. Apa yang tertangkap di mata saya adalah keanehan tingkah laku fans,” lanjutnya.
Tapi, pelatih kelahiran 62 tahun silam menegaskan apa yang terjadi pada pasukan Gli Azzurri empat tahun silam berbeda. Ketika itu, tekanan yang datang kepada para pemain (akibat Calciopoli) justru memacu kepercayaan diri sehingga sukses menjadi juara dunia 2006.
“Sepakbola Italia tentu berbeda. Italia menunjukkan ini empat tahun lalu. Ketika itu kondisi sepakbola kacau dan 23 pemain kami berambisi merebut juara dunia. Saya memperingati mereka bahwa kami yang terbaik,” pungkasnya.
Ranieri Hanya Ingin fokus Untuk Kalahkan Inter
May 5, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Roma Laga Bola – Claudio Ranieri menolak menanggapi sikap suporter Lazio. Pelatih AS Roma ini menegaskan bahwa dia hanya ingin berkonsentrasi mengalahkan Inter Milan saat final Coppa Italia. Lazio baru saja dikalahkan oleh Inter 0-2 pada akhir pekan kemarin sehingga membuat Nerazzurri semakin dekat menuju Scudetto. Namun pada laga tersebut para pendukung Lazio memberikan dukungan pada Inter.
Presiden Roma Rosella Sensi sempat menyentil Inter dengan mengatakan bahwa jika dia Inter akan malu dengan kemenangan seperti itu. Meski demikian pelatih Roma Ranieri tampaknya tidak ingin memperuncing masalah itu.
Ia memilih berkonsentrasi pada pertandingan melawan Inter di final Coppa Italia, Rabu (5/5/2010). “Saya tidak akan mengatakan apapun sola Lazio-Inter. Ada laga final. Kami akan berbicara mengenai itu,” ujar Ranieri.
“Roma dan Inter para protagonis di Liga, akan bermain di final. Tidak ada favorit. Inter kuat namun Roma telah menunjukkan kekuatannya. Ini masih 50-50 dan yang terbaik akan menang,” kata pelatih Roma ini.
“Setiap orang kondisi fisik yang baik. Saya akan membuat keputusan yang cukup nyaman. Kecantikan dari tim ini adalah semua pemain memberikan 100 persen meski mereka bermain sedikit, Setiap orang memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Rooney Tolak Menyerah Meski Mengunggulkan Chelsea
May 5, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Manchester Laga Bola – Wayne Rooney tak ragu-ragu menyebut Chelsea kini diunggulkan untuk meraih gelar juara Liga Inggris musim ini. Namun, kalau urusan menyerah, Rooney menolak untuk melakukannya. Liga Inggris tinggal menyisakan satu pekan lagi dan Chelsea saat ini masih memimpin klasemen dengan keunggulan satu angka atas Manchester United. The Blues tinggal butuh kemenangan atas Wigan Athletic di pekan terakhir supaya trofi juara akan menjadi milik mereka.
Sementara Chelsea bertanding melawan Wigan, MU akan menjamu Stoke City. The Red Devils juga tak boleh gagal memenangi laga ini jika ingin harapan menjuarai liga tetap ada.
“Kami tahu jika Chelsea adalah favorit juara dan trofi tersebut sudah hampir mereka genggam. Tetapi, saya harap kami bisa memenangi pertandingan kami dan memberi mereka tekanan,” ujarnya.
Rooney kemudian memberikan contoh ketika MU menjadi juara pada musim 2007/08. Kala itu, sama seperti musim ini, persaingan antara MU dan Chelsea harus ditentukan sampai pekan terakhir.
‘Setan Merah’ akhirnya keluar sebagai juara setelah meraih kemenangan 2-0 atas Wigan. Sementara ‘Si Biru’ malah ditahan imbang 1-1 oleh Bolton Wanderers.
“Kami ingat dua tahun lalu di mana kami harus menang dan Chelsea berada di dalam tekanan. Mereka harus memenangi laga terakhir mereka dan mereka malah gagal. Saya harap, hal itu terjadi lagi kali ini,” tutup Rooney.
Fergie Mempercayai Sportivitas Liverpool
May 1, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Manchester Laga Bola – Liverpool mungkin berada dalam dilema besar saat menjamu Chelsea akhir pekan ini. Tapi dengan sejarah panjang dan nama besar yang dimiliki, Sir Alex percaya kalau The Reds bakal tampil maksimal. Mengalah pada Chelsea bisa jadi ada dalam pilihan Liverpool jelang lanjutan Premier League akhir pekan ini. Memberi The Blues kemenangan akan bisa menghalangi Manchester United mencapai torehan 19 gelar juara Liga Inggris.
Mengingat besarnya perseteruan antara dua klub penguasa Liga Inggris tersebut, skenario di atas mungkin saja terjadi di Anfield, Minggu (2/5/2010) malam WIB. Jika itu benar terjadi maka perjuangan MU menyusul Chelsea di puncak klasemen jelas bakal sulit karena cuma ada satu laga tersisa setelahnya.
Tapi Sir Alex Ferguson sama sekali tak percaya kalau Liverpool bakal menyerahkan begitu saja satu pertandingan big match hanya demi menghalangi klub lain menjadi juara. Disebutnya, nama besar dan sederet prestasi The Kop jadi taruhan dalam laga tersebut jika mereka memutuskan tak tampil maksimal.
“Saya yakin mereka akan tampil maksimal. Klub besar tak melupakan begitu saja sejarah dan tradisi mereka hanya untuk satu pertandingan. Mereka sudah 11 kali masuk final kejuaraan Eropa. Mereka sudah memenangi 18 titel (Liga Inggris),” seru Fergie.
“Itu sejarah fantastis. Anda tak bisa begitu saja mengacuhkannya. Fans tahu apa yang harus dilakukan. Apakah Anda pikir fans ingin pulang ke rumah dan berkata kalau pemain mereka menyerah dan mereka tak melakukan apapun dan berpikir apakah hal tersebut tak akan terjadi lagi,” lanjut pria Skotlandia itu.
Ini bukan kali pertama MU bergantung pada Liverpool dalam upaya menjuarai Liga Inggris. Di musim 1994/95 MU butuh mengalahkan West Ham United dan di laga lain Liverpool menundukkan Blackburn Rovers untuk mendapatkan gelar juara.
Pada akhirnya, saat itu The Reds bisa menundukkan Rovers dengan skor 2-1, meski MU tetap gagal jadi juara karena mereka cuma bermain imbang 1-1 dengan The Hammers. Rovers jadi juara musim itu dengan keunggulan satu angka atas ‘Setan Merah’.
Impian Jose Mourinho Inter vs Obsesi Barca
April 28, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Barcelona Laga Bola – Jose Mourinho menyebut Barcelona terlalu terobsesi mencapai final di markas Real Madrid yang juga rival berat Barca di Spanyol. Mourinho bersama Inter Milan kini akan coba menghancurkan obsesi itu. Inter akan melawat ke markas Barca di Camp Nou pada leg II semifinal, Kamis (29/4/2010) dinihari WIB, dengan berbekal kemenangan 3-1 pada pertemuan pertama.
Ini adalah lawatan kedua Inter ke Camp Nou musim ini, setelah sebelumnya mereka keok 0-2 saat kedua tim berjumpa di fase grup. Dalam lawatan pertama itu sendiri, Mourinho menemukan satu fenomena.
“Saat kami datang ke sini bulan November lalu, fans Barca sudah bernyanyi, ‘kami akan ke Madrid,” ceplos Mourinho.
Kota Madrid adalah tempat perhelatan final Liga Champions musim ini dan Barca tampaknya punya hasrat besar bisa jadi juara di kota yang jadi markas rival beratnya, Real Madrid. Mourinho menyebutnya sebagai sebuah obsesi.
“Yang ingin saya katakan kepada para pemain saya adalah wujudkan mimpi, jangan jadikan itu sebagai obsesi, karena untuk kami ini adalah mimpi dan bukan obsesi, untuk Barcelona ini bukan sebuah impian, tapi sebuah obsesi,” nilai Mourinho.
Barca sendiri akan berusaha mencapai final ketiganya dalam empat musim terakhir. Terkait masalah obsesi, Mourinho menyebut itulah yang jadi pembeda Barca saat ini dengan Barca di dua final sebelumnya.
“Impian adalah mengenai harga diri dan para pemain saya akan sangat bangga bisa ke final di Madrid, Moskow, London atau di mana pun, tapi buat mereka berbeda.”
“Mereka mewujudkan impian dengan menang di final di Roma dan di Paris. Sekarang sudah jadi obsesi, dan obsesi itu disebut Madrid dan Santiago Bernabeu,” tandas Mourinho.
Inter belum pernah lagi sampai ke final Liga Champions/European Cup semenjak jadi runner-up di musim 1971–72.
Lampard Tak Mengaharapkan ‘Bantuan’ The Reds
April 27, 2010 by Administrator · Leave a Comment
London Laga Bola – Liverpool bisa saja mengalah pada Chelsea demi menghindarkan Manchester United melampaui jumlah gelar juara mereka. Tapi karena Merasa bisa menang dengan usaha sendiri, Frank Lampard tak mengharapkan bantuan The Reds. Tinggal dua pertandingan tersisa di Liga Inggris musim ini. Dengan hanya satu poin menjadi pemisah antara Chelsea dan MU, siapa yang nantinya berhak jadi juara akan ditentukan dalam satu atau dua pekan ke depan.
Tantangan yang harus dihadapi ‘Si Biru’ lebih berat dibanding ‘Setan Merah’. Soalnya Chelsea harus menjalani laga sengit saat harus melawat ke Liverpool, sebelum menutup kompetisi dengan menghadapi Wigan Athletic. Sementara MU cuma harus menantang Sunderland dan Stoke City. Partai kontra Liverpool jelas jadi sangat krusial buat Chelsea. Andaikan mereka terpeleset, MU yang di atas kertas jauh diunggulkan daripada lawannya itu siap menyalip dan melapangkan jalan untuk meraih trofi Liga Inggris ke-19.
Nah, persaingan antara Liverpool dan MU jadi faktor penentu lain dalam persaingan juara tersebut. The Reds pastinya tak mau jumlah tropi mereka yang sudah 18 dilangkahi The Red Devils. Kondisi ini yang kemudian memunculkan teori kalau The Kop akan membantu The Blues. Meski demikian, Lampard berkeras timnya tidak mengharapkan bantuan Liverpool. Ia menyakini pertandingan tersebut akan tetap berjalan sengit.
“Tidak mungkin 11 pemain Liverpool akan menyerah dan memikirkan bahwa Manchester United akan memenangkan kompetisi di laga itu. Mereka tetap akan memenangkan game ini,” bantah Lampard yang dikutip Sporting Life.
“Anda tidak mungkin tidak profesional tapi mereka semua profesional. Manajernya juga profesional dan para pemain juga demikian. Mereka tetap berpikir untuk memenangkan pertandingan ini tanpa memperhatikan apakah ini akan memberikan tempat di Liga Champions musim depan atau tidak.”
Kendati ‘Si Merah’ kini terlempar dari empat besar, namun laga ini tetap berpotensi besar menyulitkan Chelsea. Akan tetapi, Lampard tidak cemas dan yakin timnya akan menang.
“Ini adalah partai berat tapi tidak akan membuat kami khawatir. Semua orang waspada bahwa ketika mereka pergi ke Liverpool, itu akan sulit di level kompetisi manapun,” sambung pemain internasional Inggris itu.
“Hanya ada satu formula sederhana buat kami. Menangi dua sisa laga dan kami juara. Jika tidak, kami mungkin akan mengandalkan pada selisih gol – tergantung hasil yang diperoleh Manchester United.” tuntas Lampard.




