MU Kalah, Sir Alex Salahkan Wasit
July 21, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Kekalahan dari Chelsea dianggap menjadi faktor besar kegagalan Manchester United mempertahankan gelar juara. Sir Alex Ferguson mengklaim timnya telah dirugikan atas kinerja wasit yang buruk. Impian MU untuk meraih titel juara keempatnya secara beruntung terpaksa buyar. Chelsea memenangi laga terakhir melawan Wigan sukses merebut gelar dengan keunggulan hanya satu angka saja dari tim ‘Setan Merah’ yang di partai lainnya juga memenangi pertandingan.
Akan tetapi Ferguson menilai kegagalan timnya itu akibat dua kekalahan yang diderita atas sang juara yang disebabkan oleh keputusan wasit yang salah. Di laga pertama yg digelar 9 November 2009, MU takluk 1-0 lewat tandukan John Terry yang meneruskan tendangan bebas Frank Lampard. Padahal menurut Fergie gol itu tidak sepatutnya terjadi karena proses Chelsea mendapatkan tendangan bebas diragukan keabsahannya. Tendangan bebas itu diberikan wasit Mark Atkinson karena Darren Fletcher dinilai sudah melanggar Ashley Cole.
“Dewi Fortuna” juga tampak tidak memihak MU di laga kedua yang berlangsung 3 April silam. Di laga tersebut Wayne Rooney dkk. kalah 1-2 di depan publiknya sendiri.
“Sang Pengadil”, Mike Dean membuat keputusan yang kurang tepat dengan tidak memberikan penalti ketika dua pemain MU dua kali dijatuhkan tim lawan di kotak terlarang. Plus mengesahkan satu-satunya gol MU yang dicetak Frederico Macheda yang dalam prosesnya sempat terkena tangan dia.
Memang sang wasit dan asistennya yang memimpin pertemuan terakhir kedua kubu lantas “dibuang” ke divisi Championship. Namun, hal itu tidak mengubah hasil pertandingan dan membuat Chelsea memimpin kompetisi dan akhirnya keluar sebagai pemenang.
“Saya pikir ada dua atau tiga keputusan yang melawan kami, keputusan wasit yang membunuh kami di kedua laga tersebut,” klaim Ferguson di Guardian.
“Kami hanya butuh satu poin saja, jika kami berhasil menang di salah satu saja kami pasti bisa juara,” pungkas dia.
Sami Khedira Termakan Rayuan Madrid
July 20, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Sami Khedira tak menampik tawaran yang datang dari Real Madrid. Gelandang milik VfB Stuttgart mengaku termakan rayuan raksasa La Liga dan bimbang menentukan pilihan.
Kabar ketertarikan Madrid pada Khedira kian kencang berhembus. Pelatih anyar Jose Mourinho sangat menginginkan gelandang muda asal Jerman begabung dengannya di Santiago Bernabeu.
Berbagai cara dilakukan kubu Los Blancos demi mengamankan tanda tangan Khedira di bursa transfer awal musim 2010/2011. Kendati tertarik, sang target, yang masih menyisakan satu tahun masa kontrak dengan Stuttgart, mengaku enggan terburu-buru mengambil keputusan.
“Saat ini, saya belum mencapai kesepakatan dengan Real Madrid dan bahkan, saya belum membuat keputusan tentang masa depan saya,” ungkap Khedira pada majalah olahraga Jerman, Kicker.
“Saya konfirmasi, mereka memang tertarik merekrut saya dan tawaran itu merayu saya. Tapi bagaimanapun juga, saya harus memikirkannya sebelum memutuskan,” paparnya.
“Hal ini sangat penting untuk kelanjutan karier saya beberapa tahun kedepan. Jadi, saya tidak ingin tergesa-gesa membuat keputusan,” tegas gelandang 23 tahun, yang tampil ciamik di Piala Dunia 2010.
“Saya sudah bertemu dengan Direktur Teknik Stuttgart Jochen Schneider dan pelatih Christian Gross, Kamis lalu. Mereka menjelaskan rencana masa depan dan mengatakan saya adalah pemain penting yang masuk dalam rencana mereka,” tutupnya, dikutip dari Goal, Selasa (20/7/2010).
Larangan Vuvuzela Masuk ke Kandang Spurs
July 20, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Vuvuzela boleh saja bebas berbunyi saat Piala Dunia 2010. Namun di White Hart Lane, vuvuzela tak boleh berbunyi setelah Tottenham Hotspur melarang terompet khas Afrika Selatan itu. Suara terompet yang bising dan nyaring itu tak pernah absen di partai-partai Piala Dunia 2010. Namun jangan harap bisa membunyikan vuvuzela di kandang Spurs karena pihah klub melarang terompet tersebut masuk ke dalam stadion.
Klub klub di Inggris memang sudah sempat memikirkan untuk tidak membawa vuvuzela ke dalam stadion saat pertandingan berlangsung. Namun Spurs menjadi klub yang pertama dengan tegas melarang vuvuzela masuk dalam stadion,
“Menyusul diskusi dengan pihak kepolisian dan wakil dari pejabat setempat yang berwenang. Klub tidak mengizinkan vuvuzela atas alat musik yang sama masih ke White Hart Lane,” kata klub Spurs dalam situs resminya. .
“Kami sangat bangga dengan suasana fantastis yang dihasilkan secara asli oleh para pendukung kami di White Hart Lans. Kami semua tak sabar untuk melanjutkan hal ini untuk musim ke depan.”
Strategi Sosok Maourinho
July 17, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Inter Milan sudah puluhan tahun tidak pernah merasakan final Liga Champions. Bahkan dengan pemain-pemain yang berlipat lebih berbakat dari tim yang ada sekarang, Inter selalu gagal. Lalu apa kunci keberhasilan mereka tahun ini? Jawabnya adalah pada sosok Jose Mourinho.
Ia kembali membuktikan bahwa ia tidak perlu ikut menendang bola di lapangan untuk menjadi bintang satu kesebelasan. Suka atau tidak suka dengan pelatih kontroversial ini, ia membuktikan diri sebagai figur yang lebih bernilai dari pemain bintang di kesebelasan yang ia asuh.
Tidak jelas apakah ia menyukai catur sebagai permainan. Tetapi jelas ia memperlakukan lapangan bola layaknya papan catur.
Mourinho dikenal sebagai orang yang sangat rinci mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan. Ia dengan jenial kemudian mampu menyiapkan tim untuk secara efektif meredam kekuatan lawan dan mengeksploitir kelemahan lawan secara maksimal. Itulah sebabnya Mourinho dianggap tidak pernah mempunyai pola permainan yang baku. Yang baku dari anak asuh Mourinho adalah kemampuan untuk terus menerus menyesuaikan diri dengan permainan lawan.
Anak asuhnya dilatih sedemikian rupa seperti mesin yang mulus dan bergerak secara otomatis dan instingtif. Tidak ada sedetik pun jeda ketika pemain kebingungan dengan posisi ataupun tak tahu dengan tugas yang harus dilakukan.
Melawan Barcelona di Nou Camp di semifinal adalah contoh yang bagus untuk menggambarkan hal ini.
Inter dengan sengaja membiarkan Barcelona terus menerus memegang bola, tetapi pada saat bersamaan menutup gerak pemain-pemain tengah El Barca yang dikenal mampu melakukan umpan-umpan brilian; menutupnya kalau diperhatikan tidak dengan menempel terlalu ketat, kelonggaran yang terjaga.
Ada dua alasan mengapa Mourinho menginstruksikan pemainnya untuk mengawal dengan kelonggaran yang terjaga. Pertama, kalau terlalu ketat permainan satu dua ataupun segitiga Barcelona yang dikenal hebat pasti akan dengan mudah melewati lini tengah Inter. Kedua, untuk memberi kesan kepada pemain Barcelona bahwa selalu ada lobang dalam pertahanan Inter. Namun setiap kali pemain Barcelona akan memanfaatkan lobang yang sepertinya tersedia itu, maka dengan cepat pemain belakang Inter akan menutupnya.
Sepanjang pertandingan Barcelona berkonsentrasi untuk terus-menerus memanfaatkan lobang pertahanan itu, tetapi berulangkali pula pemain defender Inter bereaksi sama cepatnya. Seperti kejar mengejar. Pemain Inter telah berminggu-minggu melatih hal itu. Bahkan ketika Thiago Motta terkena kartu merah, pemain Inter Milan tidak panik. Mereka sekadar menyesuaikan diri dan bekerja lebih keras lagi.
Saat Zlatan Ibrahimovic ditarik keluar, Intersedikit mengubah taktik dengan semakin menumpuk pemain di tengah dan memaksa Barcelona melakukan serangan dari sayap. Umpan-umpan tarik melambung dari sayap mudah dimentahkan oleh pemain belakang Inter karena ancaman dari udara hampir tidak ada lagi dengan telah ditariknya Ibrahimovic yang jangkung.
Banyak yang mengecam Mourinho saat itu memainkan permainan negatif dan tidak indah. Kontras total dengan Barcelona. Tetapi banyak pula yang membela Mourinho dengan mengatakan apa yang ditampilkan anak asuh Mourinho adalah keindahan dalam bentuk yang berbeda. Membutuhkan imajinasi yang tak kalah rumit, mengundang risiko yang tak terhingga dan eksekusi dengan konsentrasi tingkat tinggi.
Bayern Munich adalah preposisi yang berbeda bagi Mourinho. Sama seperti Inter, tim Bayern saat ini bukanlah yang terbaik yang pernah ditampilkan klub dari Bavaria dalam sejarah. Sama dengan Inter, mereka lolos ke final setelah mengalahkan beberapa tim yang secara kualitas lebih bagus dari mereka. Sama dengan Inter, mereka lolos karena persiapan organisasional yang matang dan kemampuan memanfaakan kelemahan lawan yang lebih bagus dengan maksimal.
Apa hendak dikata, pelatih Bayern Munich adalah Louis van Gaal. Dan bagaimana Mourinho menyiapkan tim sangat dipengaruhi ketika ia menjadi asisten pelatih Van Gaal di Barcelona selama dua tahun di akhir tahun 1990-an.
Del Piero Ingin Bangkitkan Juve
July 17, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Setelah puasa gelar selama beberapa tahun, Alessandro Del Piero menginginkan Bianconeri kembali merebut salah satu gelar musim ini. Untuk itu, ia akan fokus kepada Juventus untuk meraih kebanggaan di akhir musim.
Juventus belum kembali pada penampilan terbaiknya. Setelah turun ke Seri B akibat skandal pengaturan skor, tetapi kemudian menjadi juara Seri B pada musim 2006-2007, tak satu pun gelar dapat berhasil diraih. Tak heran, jika Del Piero sangat menginginkan Juventus kembali dapat memenangi salah satu gelar dalam kompetisi yang diikuti. Pemain yang telah merumput sejak 1993 ini ingin melengkapi perjuangan Juve dari Seri B hingga sekarang dengan manis.
Juventus terakhir meraih gelar seri A saat musim 2002-2003. Mereka sebenarnya sempat meraih gelar scudeto pada musim 2004-2005 dan 2005-2006 di bawah pelatih Fabio Capello, tetapi gelar tersebut dibatalkan karena skandal pengaturan skor yang menimpa mereka yang juga membuat mereka turun kasta ke seri B.
“Saya percaya bahwa pikiran semua orang tidak boleh hanya dalam hal tertentu, yaitu Scudetto, Coppa Italia, atau Liga Europa. Kami harus berkonsentrasi mengembalikan Juventus dalam semua aspek dan kebanggaan pada akhir musim terhadap yang kita capai. Ini harus menjadi titik fokus musim kami,” ungkapnya di situs resmi Juventus.
“Saya masih memiliki cinta dan semangat untuk olahraga ini. Saya masih baik dan saya orang ambisius. Tanpa melupakan tujuan kami yaitu mengembalikan Juve, saya akan senang kembali memenangkan sesuatu. Ini adalah sesuatu yang kita mulai di Seri B dan yang saya ingin melengkapi,” terang pemain berusia 35 tahun ini.
Bagi Del Piero, ia ingin fokus untuk membantu Juventus tampil maksimal. Pemain yang kontraknya bersama Juventus berakhir 30 Juni 2011 ini bahkan mengaku tidak khawatir dengan masa depannya usai kontraknya berakhir.
“Saya benar-benar fokus pada musim ini. Saya tidak punya kekhawatiran tertentu berkaitan dengan kontrak dan tidak ada kesepakatan dengan tim lain. Saya membersihkan pikiran saya untuk dapat fokus pada tahun ini, yang mana sangat penting bagi Juventus dan saya,” ungkapnya.
Dengan Semangat, David Beckham Sambut Kedatangan Thierry Henry
July 16, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Kedatangan Thierry Henry di New York Red Bulls membawa semangat baru buat David Beckham. Meski bersebrangan, dia berharap bisa sama-sama mendongrak pamor MLS. Henry baru saja resmi bergabung dengan Red Bulls dari Barcelona. Dia datangkan sengan status bebas transfer dan mengikat kerja sama jangka panjang.
Sebagai pemain yang sudah lebih dulu bermain di negeri Paman Sam, Becks-panggilan Beckham-menyambut hangat kehadiran Henry. Baginya itu adalah sebuah hal luar biasa.
“Itu adalah sesuatu yang hebat. Henry sangat luar biasa dan namanya bisa mengangkat pamor kompetisi,” ujar Bekcham seperti dikutip Yahoosport, Kamis (15/7/2010).
“Saya ingin segera berhadapan dengannya. Kami adalah teman baik dan dia memiliki banyak tangguh,” seru suami mantan personil Spice Girl Victoria Adams.
Madrid Dapatkan Sami Khedira?
July 16, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Real Madrid disinyalir kembali mendapat tambahan amunisi untuk musim depan. Harian Marca melansir, Kamis (15/7/2010), raksasa Spanyol telah mengamankan jasa gelandang muda Jerman, Sami Khedira.
Performa apik Khedira di pentas Piala Dunia 2010 memang sukses mengundang minat sejumlah klub elit dunia. Sebelumnya, gelandang VfB Stuttgart juga menjadi incaran Bayern Munich, Chelsea serta Manchester United.
Namun, tampaknya El Real telah memenangkan perburuan Khedira. Marca mengklaim, gelandang 23 tahun telah mendarat di Madrid sejak Rabu (14/7/2010) untuk mengunjungi Valdebebas.
Kendati belum ada konfirmasi resmi, Los Galacticos disinyalir telah menyiapkan mahar 10 juta euro untuk memboyong Khedira ke Santiago Bernabeu. Bahkan, Marca juga mengklaim, Khedira bisa jadi akan diperkenalkan sebagai punggawa anyar Madrid dalam beberapa jam ke depan.
Kontrak Khedira bersama Stuttgart hanya menyisakan satu tahun. Pelatih Christian Gross pun mengaku sudah pasrah jika dirinya harus kehilangan pemain keturunan Tunisia.
Sebelum ini, Madrid juga telah mendapatkan tanda tangan duo winger Angel di Maria (Benfica/Argentina) dan Pedro Leon (Getafe/Spanyol).
Real Madrid Gunakan Pedro Leon
July 16, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Usai mendapatkan Angel Di Maria, Real Madrid kembali menggaet seorang winger. Adalah Pedro Leon yang digaet Los Merengues dari Getafe.
Dalam pengumuman yang dikutip dari situs resminya, Madrid telah mendapatkan kata sepakat terkait transfer Pedro. Dilaporkan, pemain berbakat yang berusia 23 tahun ini diikat lewat sebuah kontrak berdurasi enam musim dengan nilai 10 juta euro (Rp 116 miliar).
Pedro dijadwalkan akan menjalani tes fisik pada Jumat (16/7/2010) waktu setempat. Kemudian, pemain yang juga piawai memainkan set piece ini akan diperkenalkan sebagai secara resmi pada hari itu juga.
Pria keturunan Ekuador ini mengawali karirnya bersama Real Murcia pada musim 2004-05 yang dilanjutkan ke Levante dan Real Valladolid sebelum hengkang ke Getafe. Di klub yang terakhir disebut ini, Pedro tampil sebanyak 42 kali dengan donasi sembilan gol dan delapan assist.
Pedro juga diketahui merupakan anggota skuad Spanyol U-21 pada 31 Januari 2007 dan melakoni debutnya melawan Inggris. Ia telah mengoleksi enam caps dan satu gol.
Sementara itu, Madrid dipastikan tidak akan kehilangan Jerzy Dudek. Sebuah kontrak yang sudah disepakati kedua pihak menahan kiper asal Polandia tersebut hingga Juni 2011.




