liga itali

Simplicio Digaet Roma

Roma Laga Bola – Belum lama sepakbola Eropa menyelesaikan musimnya yang padat, AS Roma sudah bergerak cepat di bursa transfer. Il Lupi sukses menggaet buruan pertamanya yaitu gelandang Brasil Fabio Simplicio.

Simplicio yang musim lalu bermain di Palermo digaet dengan status bebas transfer usai kontraknya bersama tim asal Sisilia itu habis akhir musim ini. Seperti dilansir Reuters pesepakbola 30 tahun itu diikat Roma selama tiga tahun dengan gaji 1,8 juta euro per tahun.

Simplicio mengawali karir profesionalnya di Sao Paulo pada tahun 2000. Setelah empat musim bermukim di sana ia hijrah ke Parma dan bermain di sana hingga 2006. Barulah di Palermo Simplicio angkat nama dengan jadi pemain kunci Il Rosanero bersama duetnya di Parma, Mark Bresciano.

Total selama empat tahun memperkuat Palermo Simplicio tampil 109 kali di Seri A dan mendonasi 18 gol. Simplicio baru sekali merasakan kostum timnas Brasil pada debutnya tahun lalu.

Usai merampungkan pembelian Simplicio, Roma kini tinggal menunggu kedatangan Adriano yang tinggal selangkah lagi bergabung dengan Giallorossi dari Flamengo.

Prandelli Tetap Dipuji Tanpa Prestasi

Roma Laga Bola – Cesare Prandelli diangkat sebagai pelatih tim nasional Italia tanpa pernah menorehkan prestasi mentereng. Namun mantan bos Fiorentina itu tetap dapat sanjungan dari koleganya. FIGC, Minggu (30/5/2010) waktu setempat resmi menunjuk Prandelli sebagai pelatih baru Gli Azzurri. Pria 52 tahun itu akan menggantikan Marcello Lippi usai Piala Dunia 2010 mendatang.

Pemilihan Prandelli tak bisa dibilang mengejutkan karena dia sudah sejak awal jadi kandidat kuat pelatih Italia. Namun tetap saja keputusan tersebut mencuatkan banyak pertanyaan karena dia tak pernah benar-benar punya prestasi top di level klub.

Raihan terbaik yang pernah dia dapat adalah saat mengantar Fiorentina lolos ke babak 16 besar Liga Champions musim 2009/2010 kemarin. Dia memang berhasil mengubah La Viola menjadi kekuatan yang disegani di Seri A meski dengan skuad seadanya, namun tak pernah sampai mengantar ‘Si Ungu’ dapat trofi.

“Prandelli adalah orang yang tepat di waktu yang tepat, tapi kita bisa membicarakan ini lebih jauh lagi di kemudian,” sahut Lippi.

Hal senada terlontar dari mantan pelatih Italia, Roberto Donadoni. Menurutnya, penunjukkan Prandelli merupakan salah satu bentuk upaya FIGC meremajakan skuad Italia, yang belakangan terus dikritik karena kebijakan mempertahankan pemain senior.

“Saya tahun Prandelli dengan baik dan ikut berbahagia buat dia. Saya pikir FIGC membuat keputusan yang bagus, mereka fokus pada yang selain tak diragukan kualitas teknisnya tapi juga merupakan orang yang disukai dan dicintai fans.”

“Saya pikir jalannya sudah tepat. Tim nasional ini butuh direvisi karena rata-rata usianya sangat tinggi, jadi tak terhindarkan kalau harus ada fokus pada pemain muda,” timpal Dondadoni di Football Italia.

Eks pelatih lain yang juga mendukung penunjukkan Prandelli adalah Arrigo Sacchi. Keberhasilan mengantar beberapa tim kecil meraih posisi terhormat di Seri A disebutnya cukup membuktikan kualitas pelatih terbaik Seri A musim 2007/2008 itu.

“Cesare sudah menunjukkan berulang kali, yang pertama bersama Parma dan berlanjut dengan Fiorentina, kalau dia adalah pelatih dan orang yang hebat.

Dia juga luar biasa bersama Parma, karena kami bisa finis di posisi lima dan bahkan bertarung untuk posisi di Liga Champions,” ungkap pelatih yang mengantar Italia lolos ke final Piala Dunia 1994 itu.

Alexandre Pato: "Milan Adalah Rumah Saya"

Milan Laga Bola – Alexandre Pato mengatakan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya masa depan kepada AC Milan. Meski begitu, hati kecil “Si Bebek” mengatakan bahwa Milan adalah rumahnya. Pato dikabarkan bakal meninggalkan AC Milan. Chelsea dan Real Madrid merupakan tim yang tengah memburu tandatangan pemain asal Brasil itu.

Sekitar dua pekan silam, Pato menyatakan soal masa depan ia menyerahkan sepenuhnya pada pihak Milan. Dalam perkembangan selanjutnya, striker berusia 20 tahun itu mengatakan bahwa prioritas utamanya adalah tetap berseragam “Merah-Hitam”.

“Saya tidak pernah bilang bakal meninggalkan AC Milan. Saya gembira di sini. Milan adalah rumah saya,” tukas pemain yang kontraknya berakhir tahun 2014 itu.

Pato mengatakan dirinya sudah menetapkan sejumlah target bersama Milan di waktu-waktu mendatang. “Milan sudah pernah memenangi banyak gelar dalam beberapa tahun terakhir. Saya akan berusaha keras, karena masa-masa itu akan kembali terjadi dan segera,” ujarnya.

“Saya ingin mencetak 20 gol, menjadi capocannoniere, dan memenangi banyak gelar.”

“Saya ingin menang. Saya berharap tahun depan rencana itu bakal terwujud. Saya gembira karena musim depan kami bakal bermain di Liga Champions,” tuntasnya.

Juve Alami Musim Terburuk

Milan Laga Bola – Musim ini sudah berakhir bagi Juventus. Stagione kali ini bisa dibilang yang terburuk selain ketika mereka dihukum ke Seri B akibat calciopoli. Cedera menjadi “terdakwa” atas terpuruknya Bianconeri. Juventus menutup musim ini tanpa prestasi apa pun. Tidak ada kompetisi Eropa yang bakal diikuti “Zebra Turin” di musim mendatang.

Gianlugi Buffon dkk. finis posisi ketujuh di Seri A dengan torehan kemenangan dan kekalahan yang hampir sama banyaknya yakni 16 dan 15. Sementara itu tujuh laga lainnya berakhir imbang. Dalam laga penutup musim, Juventus dibekuk AC Milan 0-3, Minggu (16/5/2010) dinihari WIB.

“Saya berharap dan meminta pemain untuk tampil berbeda. Namun saya harus menerima kenyataan bahwa kami tidak berjalan sama sekali. Jelas suporter tak akan senang dengan kondisi ini. Dalam situasi ini, ada baiknya untuk diam,” ujar allenatore Alberto Zaccheroni.

Apa yang dicapai Juve musim ini boleh dibilang lebih buruk dibandingkan musim 1998/1999 di mana mereka kehilangan pemain kunci Alessandro del Piero akibat cedera.

Faktor yang sama juga disebut oleh Mr Zac sebagai pengganjal terbesar kinerja tim “Hitam-Putih” pada musim ini.

“Kami berusaha meraih hasil positif. Pemain berada di belakang saya sepenuhnya. Kami menjalani sepuluh hari yang kelam dari Siena ke Fulham, selanjutnya Sampdoria hingga Napoli,” tukas pelatih yang menggantikan Ciro Ferrara di tengah musim ini tersebut.

“Secara umum situasi tim tengah terpuruk dan tidak pernah bisa disembuhkan. Kami memiliki kesempatan untuk bangkit lagi ketika menghadapi Udinese, tapi kami sudah kehabisan energi. Mungkin hanya itu pertandingan di mana kami tampil baik, namun di laga lainnya kami hanya tahan sampai babak pertama dan kemudian kehabisan tenaga,” urai Zaccheroni.

Musim ini cedera menghantam tidak hanya satu, tapi hampir seluruh pilar Juventus di semua lini. Gianlugi Buffon, Alexander Manninger, Felipe Melo, David Trezeguet, Mohamed Sissoko, Sebastian Giovinco, dan Vincenzo Iaquinta adalah mereka yang sempat masuk daftar “pasien” Bianconeri. Itu sebabnya Juve tidak pernah bisa menampikan kekuatan terbaiknya.

“Kami punya pemain-pemain bintang. Namun kondisi mereka tidak cukup untuk berlaga selama 90 menit. Ketika ada tujuh hingga delapan pemain kondisinya seperti itu, maka jelas berat untuk menampilkan yang terbaik. Secara fisik mau pun mental, kita memang tidak bisa apa-apa,” pungkas Zaccheroni.

Musim Depan, Ronaldinho Tak Bisa Pastikan Masih Bersama Rossoneri

Milan Laga Bola – Usai menggelar pesta tutup musim dengan kemenangan 3-0 atas Juventus, kabar tak enak datang buat AC Milan. Usai laga, Ronaldinho menyatakan tak bisa memastikan masih bersama Rossoneri musim depan. Dengan kontribusi besar yang dia berikan buat Milan di musim 2009/2010, posisi Dinho di Rossoneri sebenarnya sangat aman. Karena itulah pesepakbola Brasil itu cenderung bebas dari gosip transfer sepanjang tahun ini.

Namun di laga pamungkas musim ini menghadapi Juventus, ada sikap berbeda yang ditunjukkan mantan pemain terbaik dunia itu. Saat ditarik keluar di menit 71 dan digantikan Filippo Inzaghi, Dinho berpelukan dan erat menjabat tangan beberapa rekannya yang berada di lapangan. Hal yang sama dia lakukan di pinggir lapangan bersama Leonardo.

Bahasa tubuh Dinho yang mengisyaratkan kalau itu adalah pertandingan terakhirnya ternyata berpotensi menjadi kenyataan. Saat ditanya wartawan usai pertandingan, mantan pemain Barcelona itu mengaku tak bisa memastikan dirinya bertahan di San Siro musim depan.

“Saya tidak tahu,” sahut Ronaldinho di Football Italia.

Kalau ada hal yang kemudian membuatnya terganggu di San Siro, mungkin itu soal kontrak baru yang tak kunjung diperbarui manajemen Milan. Hal lainnya adalah rencana kepergian Leonardo, pelatih yang diakui Dinho punya hubungan sangat baik dengannya. Gagal memberi Milan prestasi yang diinginkan, Dinho juga dicoret dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2010. Ini juga diakui Dinho sebagai sumber kekecewaannya.

“Leo adalah teman dan sangat menyenangkan bisa bekerja bersamanya. Tentu saja kita semua harus menghormati keputusannya dan berterimakasih atas waktu yang sudah dihabiskan bersama,” lanjut Diho.

“Saya terus berpikir kalau ini adalah musim yang hebat , saya tak ingin membandingkan saya sendiri dengan pemain lain di Selecao. Saya hanya bisa menghormati pilihan Dunga. Jika dia melihat penampilan saya dan menganggap itu tak cukup, itu semua berpulang padanya,” pungkas Ronaldinho.

Gianluca Zambrotta Siap Comeback untuk Tiga Poin

Milan Laga Bola – Gianluca Zambrotta siap melakukan comeback pasca cedera betis dengan menghadapi AS Roma akhir pekan ini. Menurut bek senior ini, timnya wajib meraih poin penuh demi mengejar Inter Milan.

Zambrotta akhirnya kembali. Mantan pemain Juventus dan Barcelona ini dilaporkan telah sembuh dari cedera betis yang didapatnya ketika membela Rossoneri melawan Palermo pada 13 Desember lalu.

Pemain berusia 33 tahun ini direncanakan turun di dalam big match melawan Roma, Sabtu (6/3/2010). Meski tergolong berat, namun Zambrotta tetap optimis timnya bakal membawa tiga poin.

Partai ini amatlah krusial buat Milan yang kini berada di posisi dua klasemen. Sebab, Roma saat ini tepat berada di belakang mereka dengan jarak tiga poin saja. Jika Diavolo Rosso lengah, Il Lupo siap mencuri poin sekaligus akan memberikan tekanan lebih besar.

“Melawan Roma akan menjadi sebuah pertandingan yang penting. Mereka berada di belakang kami dan kami ingin tetap berpacu dengan Inter,” sahut Zambrotta kepada Skysport 24 yang dilansir Yahoosports.

“Kami akan mencoba mengatasi Roma dan berharap kami dapat menampilkan permainan terbaik.”

Mengenai laga menghadapi Manchester United di Liga Champions, Zambrotta penuh percaya diri. Pria yang lahir di Como, Italia ini yakin timnya mampu menjejak perempat final. “Kami akan ke sana dengan sebuah tempat di babak perempat final,” pungkasnya.

Manajer Arsene Wenger Lindungi Lukasz Fabianski

Porto Laga Bola – Malam yang begitu buruk buat Lukasz Fabianski di Estadio do Dragao, saat dirinya melakukan blunder fatal yang merugikan timnya. Namun manajer Arsene Wenger melindungi sang kiper — setidaknya di depan umum.

Fabianski yang turun mengawal gawang Arsenal saat dijamu FC Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions Kamis (18/2/2010) dinihari WIB, sepertinya takkan melupakan pertandingan ini.

Di menit 11 ia tidak lengket dalam menangkap bola tendangan tak berbahaya Silvestre Varela. Bola masuk ke jalanya sendiri, dan The Gunners tertinggal 0-1.

Lalu di menit 51 ia menangkap bola backpass Sol Campbell sehingga Porto memperoleh hadiah tendangan bebas. Tambah sial, pemain Porto dengan cerdik mengambil freekick dengan cepat, ketika Fabianski belum siap dengan posisinya. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 2-1, dan bertahan hingga pertandingan selesai.

“Saya tak mau membahas penampilan individu,” tukas Wenger .

“Saya tak ingin menilai dia di depan orang-orang. Kami kalah sebagai tim, menang pun sebagai tim. Penampilan individu-individu tidak perlu diulas untuk publik,” tambah manajer asal Prancis itu.

Pembelaan Wenger buat Fabianski terutama diberikan atas blunder yang melahirkan gol kedua Porto. Menurutnya, freekick yang diberikan untuk Porto pun tidak layak.

Backpass Campbell tidak disengaja karena bola lebih dulu ditendang pemain lawan (Varela), lalu mengenai Sol. Kalau Anda membiarkan tim melakuka tendangan bebas tak langsung dengan cepat dari jarak lima meter dari gawang, bagaimana Anda mesti bertahan? Mendingan juga penalti sekalian. Sudah lama saya tidak melihat yang seperti itu.”

Wenger mengkritik keras kepemimpinan wasit Martin Hansson terutama karena membiarkan Porto melakukan freekick ketika timnya belum siap. Ia juga menyesalkan insiden dijatuhkannya Thomas Rosicky oleh Alvaro Pereira di kotak penalti Porto.

Hansson adalah wasit yang mengesahkan gol kontroversial Prancis di pertandingan playoff melawan Republik Irlandia November silam. Gol itu dicetak William Gallas yang menuntaskan umpan Thierry Henry, yang sebelum mengumpan rekannya itu terlihat sengaja menahan bola dengan tangannya.

Roberto Mancini Goda Mario Balotelli

Manchester Laga Bola – Pasang dansurut sepertinya akan mewarnai hubungan Mario Balotelli dengan pelatihnya di Inter Milan, Jose Mourinho. Eks allenatore Nerazzuri Roberto Mancini pun kini seakan akan memancing di air keruh dengan menyuarakan ketertarikan. Tak hanya sekali-dua saja Balotelli dilaporkan bikin masalah di Inter. Yang terakhir dia dimarahi oleh Mourinho karena dinilai kurang mau berkorban untuk tim, sehingga kemudian harus digantikan pemain lain dan disambut reaksi negatif oleh si pemain.

Insiden paling baru tersebut tak lepas dari pengamatan Mancini yang kini membesut Manchester City. Pria yang memberikan kesempatan debut buat Balotelli pada tahun 2007 lalu di Inter pun mengaku siap menampung penyerang berusia 19 tahun tersebut.

“Saya ingin membawa Mario ke sini karena dia masih muda dan punya potensi menjadi pemain kelas dunia,” kata Mancini.

Kubu Inter seprtinya tak mau kehilangan Balotelli begitu saja karena bakatnya memang terbilang oke. Ini sudah bikin Mourinho kemudian bersikap sedikit melunak, meski masih tetap menyisakan kritik buat pemainnya tersebut.

“Aku suka caranya bermain saat melawan Chievo, Milan, Juventus serta Fiorentina. Hal terpenting yang tidak kusuka mengenai dirinya saat melawan Fiorentina adalah pemain harus menyadari kalau tim sedang kesulitan dan harus berkorban demi tim,” ujarnya saat itu.

Meski demikian, Mancini juga punya jurus sendiri. Apa yang dikeluhkan Mourinho perihal Balotelli justru tidak jadi perkara buat Mancini.

“Dia bisa menentukan arah sebuah pertandingan dan saya sama sekali tak punya keluhan apa-apa mengenai dia,” tandas Mancini.

Pages:12Next »
Sogobet.com
Asiabola | Taruhan Bola | Judi Bola | Bandar Bola
Taruhan Bola | Agen Bola | Judi Bola
Agen Bola | Agen SBOBET | Agen IBCBET | Istanabola.com
Master99