Persik Berharap Kebijakan PSSI
August 5, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Pencabutan izin pertandingan ulang melawan Persebaya Surabaya Djarum Indonesia Super League (DISL) menjadi pukulan telak bagi Persik Kediri. Bagaimana tidak, ini kedua kalinya tim asal Kota Tahu tak bisa menggelar pertandingan karena alasan keamanan. Dengan lawan yang sama, Persebaya.
Pencabutan izin yang berujung batalnya pertandingan, sangat disesali klub berjuluk Macan Putih. Tak ada yang bisa dilakukan kecuali berharap kebijakan dari PSSI secepatnya. Setelah pencabutan izin pertandingan, pihak Persik langsung mengirimkan surat ke PSSI.
Tapi hingga kemarin belum ada respons dari PSSI atas pembatalan pertandingan itu. “Setelah pertandingan dibatalkan, kami langsung mengirim surat pemberitahuan ke PSSI. Tapi belum ada respons atau solusi dari pembatalan itu,” kata Humas Persik Kediri Nurmuhyar kemarin.
Padahal, seharusnya PSSI bergerak cepat dengan memberikan opsi terkait lokasi pertandingan. Sebab panitia pelaksana (Panpel) Persik hanya mempunyai waktu dua hari jika ingin memindahkan lokasi pertandingan. Lebih dari itu, bisa dinyatakan WO (walk over).
Seharusnya, lanjut Nurmuhyar, PSSI tidak lepas tangan. Otoritas sepakbola nasional itu seharusnya responsif dan memberikan solusi saat klub sudah tidak mampu. “Ya terpaksa kita pasrah dengan kondisi ini. Mau bagaimana lagi,” tandas Nurmuhyar.
Pembatalan pertandingan ini sebenarnya cukup dimaklumi sejumlah pihak, baik petinggi klub maupun supporter Persikmania. Ketua Umum persik sekaligus Walikota Kediri Samsul Ashar meminta maaf kepada Persikmania dan berjanji akan memperbaiki klub ke depannya.
“Kita sudah berupaya menggelar pertandingan dan sempat berkomunikasi dengan Liga Indonesia (PT Liga Indonesia). Tapi belum ada hasilnya. Kita masih menunggu keputusan,” kata Samsul. Persikmania juga bisa memaklumi situasi yang ada.
Ketua Forum Komunikasi Supporter Persik (FKSP) Kediri Hendri Ego mengatakan, kalau pun pertandingan digelar, peluang Persik menembus play off masih sangat berat. Haru menang dengan skor minimal 7-0, menurutnya sulit diwujudkan walau di kandang sendiri.
“Yang terpenting supporter Persikmania memahami kondisinya dan manajemen berkomitmen untuk memperbaiki tim ke depannya,” kata Hendri. Ia mengakui perjalanan tim Macan Putih musim ini kurang gereget sehingga terperangkap ke zona degradasi.
Sementara, pelatih Agus Yuwono juga menyesalkan batalnya pertandingan walau hanya bisa pasrah. Untuk berharap pertandingan tunda menurutnya sudah cukup sulit karena babak play off akan digelar 8 Agustus mendatang di Stadion Jatidiri Semarang.
“Rasanya kok sulit kalau ada pertandingan tunda, kalau play off sudah dekat. Kita akan membicarakan dulu rencana selanjutnya dengan pengurus. Semoga ada solusi dan tidak merugikan tim. Kalau soal teknis, saya yakin sudah siap,” kata Agus Yuwono.
Komdis PSSI Hukum Budigol
May 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Komisi Disiplin PSSI (Komdis) akhirnya menjatuhkan hukuman terhadap striker Persib Bandung Budi Sudarsono. Bomber berjuluk Budigol ini dihukum larangan satu kali bertanding plus denda Rp 10 Juta. Itu semua terkait insiden pemukulan yang dia lakukan terhadap defender Persitara Jakarta Utara, Ledy Utomo pada laga tandang di Stadion Soemantri Brojonegoro, Rabu (28/4/2010) silam.
“Komdis menilai, pemain Persib Budi Sudarsono terbukti melakukan tindakan yang tidak sportif dan tidak pantas, sehingga kami harus mengambil tindakan tegas agar ada efek jera bagi semuanya. Hukuman ini kami nilai pantas dan cukup berimbang dengan perilaku yang telah dilakukan Budi,” ujar Ketua Komdis Hinca Panjaitan.
Hinca mengatakan, hukuman bagi Budi bakal berlaku saat Maung Bandung menjamu Sriwijaya FC di Stadion Siliwangi, Bandung, Minggu (16/5/2010) mendatang. Keputusan soal sanksi tersebut, lanjutnya, diambil berdasarkan hasil sidang Komdis yang digelar Jumat (7/5/2010) hari ini.
Semua keputusan telah kita pertimbangkan baik buruknya bagi si pemain. Dan ini pantas dan kami harap bisa menjadi pelajaran bagi pemain lainnya yang mencoba-coba untuk tidak sportif. Kita memang akan tegas dalam persoalan seperti ini, jelasnya.
Pencinta Sepakbola Meminta KSN Untuk Tidak Berkhianat
March 29, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Jakarta Laga Bola – Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang akan digelar di Malang mulai esok. Sayangnya, muncul indikasi bahwa KSN akan melempem. Pencinta sepakbola pun meminta KSN tidak mengkhianati mereka. Itulah sekelumit kekhawatiran yang disampaikan oleh komunitas Save Our Soccer (SOS), pencinta sepakbola yang prihatin melihat kondisi persepakbolaan Indonesia belakangan ini.
“Indikasi melempem itu sudah ada. Dari beberapa komentar yang kita baca di media, ada ketidakmauan atau kompromi (di KSN),” ujar Isfahani dari SOS.
“Pertama, masuknya PSSI di panitia. Mereka yang mau dievaluasi tapi mereka masuk ke kepanitiaan. Kedua, nama Kongres berubah jadi Sarasehan, lalu berubah jadi Kongres lagi. Sepertinya ada ketegangan atau tarik menarik di antara kelompok-kelompok yang ada. Yang ketiga, tidak dimasukannya kepemimpinan Nurdin Halid dalam agenda KSN,” paparnya.
Dari KSN, SOS berharap agar dilakukan reorganisasi dan reformasi di tubuh PSSI dan meminta adanya transparansi dalam semua hal di PSSI, misalnya soal program dan keuangan.
“Coba saja lihat di web PSSI, tidak ada AD-ART. Kami juga minta transparansi pendanaan, sehingga bisa dipertanggungjawabkan,” lanjut Isfahani yang juga peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) itu.
SOS juga berharap suporter dilibatkan dalam perbaikan sepakbola Indonesia. Ifan, sapaan Isfahani, meminta suporter tidak cuma dijadikan objek atau dikambinghitamkan bila terjadi kerusuhan.
“Mereka tidak pernah dianggap dan selalu diremehkan. Kami berharap KSN bisa merekomendasikan agar suporter dapat menjadi peserta Kongres PSSI dan memiliki hak suara,” kata Ifan.
Tuntutan terakhir SOS adalah agar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mundur dari jabatannya.
“Setelah melihat prestasi sepakbola Indonesia selama ini, kami meminta Nurdin Halid dengan hati terbuka mengundurkan diri demi kebaikan sepakbola Indonesia sendiri,” ujar Isfahani.
“Kami berharap peserta (KSN) melihat kondisi sepakbola Indonesia secara benar, tidak terjebak kepentingan kelompok. Mari melihat dengan mata terbuka dan hati nurani,” pungkasnya.
Polda Metro Kritik PSSI Soal Suporter Yang Anarkis
March 24, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Jakarta Laga Bola – Polda Metro Jaya melayangkan kritikan kepada petinggi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Induk sepakbola nasional itu dianggap tidak menggandeng suporter sepakbola yang sering bertindak anarkis.
“Seharusnya petinggi PSSI bisa pahami fenomena burukyang dilakukan oleh suporter bola,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar.
Membesarkan persepakbolaan di Indonesia, tambah Boy, tidak bisa dilakukan tanpa merangkul suporter. Menurut dia, banyak event besar yang digelar PSSI namun tidak memikirkan potensi vandalisme suporter.
“Menghabiskan ratusan miliar, tapi satu sisi timpang karena tidak memikirkan masyarakat pecinta sepakbola,” katanya.
Dalam upaya penertiban suporter ini Boy mengaku pihaknya telah melakukan pendekatan terhadap koordinator wilayah (korwil) suporter untuk menciptakan suasana kondusif.
“Kapolda Metro sudah perintahkan ke semua jajaran Polres untuk melakukan koordinasi dengan korwil,” lanjutnya.
Lebih jauh Boy menyayangkan tindakan para suporter yang bertindak anarkis itu. Contoh beberapa kasus, suporter Persitara yang melempari mobil Presiden SBY beberapa waktu lalu.
Tidak jarang juga para suporter sering membawa senjata tajam ketika menyaksikan pertandingan sepakbola itu. “Sungguh menyedihkan suporter-suporter kita ini,” tandasnya.
Arema Meminta Komdis Lakukan Hak Jawab
February 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Malang Laga Bola – Klub sepak bola Arema Indonesia Malang meminta Komisi Disiplin PSSI melakukan hak jawab atau klarifikasi terhadap radio lokal yang telah memuat rekaman pembicaraan antara Ketua Panpel Arema Abdul Haris yang berdampak pada tudingan upaya penyuapan.
“Seharusnya Komdis melakukan hak jawab setelah mendapat rekaman tersebut.B ukan langsung memberikan sanksi,” ujar Media Officer Arema Indonesia Sudarmaji di sekretariat Arema.
Menurut Sudarmaji, langkah hak jawab atau klarifikasi merupakan upaya yang telah diatur dalam undang-undang pers. Untuk memperbaiki sebuah pemberitaan yang dinilai tidak obyektif.
“Kalau memang Pak Hinca (Panjaitan, Ketua Komdis PSS) tidak merasa atau mendengar sendiri upaya suap dari ketua panpel dan dicantumkan dalam rekaman itu. Maka seharusnya melakukan klarifikasi,” ungkap Sudarmaji.
Sudarmaji sendiri mengaku baru mendengar adanya sanksi larangan terlibat kegiatan olahraga nasional dari Komdis kepada Abdul Haris setelah ia tiba di Malang.
“Kami mendengar kabar itu setelah tiba di Malang,” jelasnya.
Arema Indonesia juga akan meminta klarifikasi kepada radio lokal yang memuat rekaman pembicaraan yang berujung tudingan suap kepada Komdis.
“Kami akan minta hak jawab kepada media yakni radio lokal yang memuat rekaman itu,” tegasnya.
Benny Dollo Tiru Guus Hiddink
August 26, 2009 by admin · Leave a Comment
JAKARTA LagaBola – Pelatih Timnas Indonesia Benny Dollo, ingin meniru jejak pelatih Timnas Rusia Guus Hiddink. Benny Dollo berniat melatih klub, seperti halnnya Hiddink yang pernah menangani Chelsea, di musim lalu. Bendol kini dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan klub papan atas Liga Super Indonesia, Persija Jakarta. Kabarnya, klub Ibukota tersebut memang tertarik menggunakan jasa Bendol, guna menggantikan posisi Danurwindo.
“Persija telah mengajukan pebawaran kepada saya untuk menjadi pelatih di musim ini. Itu memang baru pembicaraan awal. Kami belum mencapai pada kontrak dan saya juga belum menandatangani perjanjian apapun,” jelas Dollo kepada wartawan. Bendol sendiri belum berniat meninggalkan pekerjaannya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Tapi, dia juga mengaku tertarik untuk melatih skuad Macan Kemayoran, yang prestasinya merosot tajam di musim lalu.
Bendol sendiri berencana akan bertemu dengan pengurus PSSI guna membahas masalah ini. Kontrak Bendol akan habis pada Desember ini dan PSSI berencana mengevaluasi kinerja Bendoll. Beredar kabar bila nilai kontrak Bendol mencapai kisaran Rp800 juta sampai Rp1 miliar. Sementara itu, mantan arsitek Persita Tangerang itu akan menerima gaji dengan kisaran 20 sampai 60 juta sebulan.



