Manchester Laga Bola – Ada tiga perjudian yang digelar oleh manajer Manchester United Sir Alex Ferguson kala menghadapi Bayern Munich di leg 2 perempatfinal Liga Champions. Apa saja dan apa hasilnya? Perjudian pertama yang dilakukan oleh Fergie adalah menerjunkan Wayne Rooney sebagai starter dalam pertandingan yang dipanggungkan di Stadion Old Trafford, Kamis (8/4/2010) dinihari WIB itu.

Padahal, Rooney masih dalam proses penyembuhan cedera engkel yang menderanya dari laga pertama kontra Bayern. Meski cukup membuat pertahanan Bayern fokus padanya, peran Rooney di lapangan pun tidak terlalu signifikan karena kendala fisik. Rooney lantas ditarik di awal babak kedua untuk digantikan John O’Shea. Selain karena nyaris tidak dapat bergerak, MU juga butuh bek untuk mengisi lubang yang ditinggalkan Rafael akibat kartu merahnya.

Seusai pertandingan, Fergie menyatakan kalau cedera Rooney tak serius dan para fans MU serta Inggris pun bernapas lega. Untuk perjudian yang pertama ini, Fergie tidak bisa dibilang gagal, meski juga tak layak dikatakan sukses. Perjudian lain Fergie adalah keberaniannya menerjunkan dua pemain muda dalam formasi starting XI, yakni Darron Gibson dan Rafael. Rapor dari dua perjudian ini dapat disebut berimbang, satu sukses dan satu gagal.

Untuk pilihannya kepada Gibson, Fergie melakukan hal yang tepat. Gelandang muda berbakat dengan tendangan keras itu sukses membuka keunggulan MU saat laga baru berusia tiga menit.

Sepanjang pertandingan, penampilan Gibson juga tak buruk. Meski kemampuannya dalam menggalang serangan masih harus diasah, pemuda 22 tahun itu cukup mampu menjalani peran yang selama ini diemban Paul Scholes.

Beda dengan Gibson yang cukup apik, perjudian Fergie dengan Rafael layak disebut gagal. Bek asal Brasil itu tampil agresif, tapi beberapa kali membuat kesalahan atau pelanggaran tak perlu, terutama saat bertahan. Rafael memang cukup berperan dalam set-up gol pertama MU yang dicetak Gibson, tapi kartu merahnya di menit 50 jelas membuat ‘Setan Merah’ terpuruk lebih dalam.

Bayern yang tengah mengejar gol kedua dalam posisi tertinggal 1-3, sejak saat itu pun mulai menekan dan mengurung Rio Ferdinand cs. Akhirnya, bencana buat MU tak terelakkan kala Arjen Robben menjadikan skor 2-3 lewat golnya di menit 74. Rafael tampaknya belum cukup kuat menanggung beban mental dari pertandingan sekrusial itu. Dengan usia masih 19 tahun, ‘hijau’-nya Rafael tak bisa disembunyikan dan itu justru menjadi salah satu titik lemah MU.

1 COMMENT

  1. Menurut gua, MU tu gak kalah mereka menamg di leg tadi malem, cuman Muncen lolos karena gol tandang doang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

LEAVE A REPLY